
Kini, Diandra dan Dean telah sampai di taman kota. Diandra tersenyum kecil saat sampai.
Dean terkekeh saat melihat tingkah Diandra. Karena di matanya, Diandra itu unik, lucu, imut, dan gemesin.
"Mau beli apa?" tanya Dean.
"Hah? Apa aja. Tapi jangan yang pedes." jawab Diandra dengan senyuman tercetak di wajah nya.
Dean mengangguk. "Nggak suka pedes ya?"
Diandra mengangguk, "Aneh rasanya,"
Dean terkekeh.
Diandra akhirnya membeli martabak mini dengan toping coklat dan kacang. Diandra suka sekali dengan kacang dan coklat.
"Suka banget ya sama kacang?" tanya Dean.
"Suka banget, apalagi es krim toping nya kacang." jawab Diandra.
Dean tersenyum.
...***...
- SMA
"Diandra, Diandra!!" ucap Jessica heboh.
"Apaan?" jawab Diandra.
"Lo harus tau ini! Penting!" ucap Lea sambil menarik tangan Diandra ke mading kelas.
Saat sampai di mading kelas, Diandra terdiam. Kemarin dirinya jalan-jalan bersama Dean. Tapi, siapa yang memfoto dirinya bersama Dean yang tengah mengelap bibir Diandra yang belepotan es krim?
Diandra menoleh ke murid-murid yang tengah menatap nya dengan tatapan jahil.
"*Ihh gemes gua, aww!! Gemes gua. Cewek dingin ternyata bisa bocil juga sama cowok dingin!!"
"Gemes astaghfirullah,"
"Aww!! unyu banget! Pen juga aww*!!"
Diandra mendekat ke foto itu. Dan seketika langsung berdecak.
"Rese!" Diandra bergumam.
Diandra langsung menelpon kakak nya.
"Halo, iya kenapa, Dek?" tanya Rasyad.
"Eh kak! Kakak yang pasang foto di mading sekolah ya!!?"
"Eh? Ketauan, hahahaha!!"
"Rese banget sih!!!"
"Nggak papa dek, lucu itu."
"Enak aja lucu! Kagak!!"
"Hahahaha! Rasyad parah banget!" Terdengar suara Rasyid yang menertawakan nya.
"Tau ah! Ngambek!"
Tut..
Diandra pun menggenggam hp nya. Seketika suara pujian langsung terdengar rusuh, karena Diandra bisa ngambek juga ternyata.
"Gila!! Diandra bisa ngambek juga!!!" Ketiga sahabat nya berseru heboh.
Diandra terkekeh. "Biarin!"
Diandra pun berjalan ke kelas nya.
Dean yang memperhatikan Diandra tersenyum kecil. Diandra menggemaskan di mata nya.
Tiba-tiba, Leri dan Roy menoyor kepala Dean.
"Woy, sehat lo? Kenapa lu senyum terus?" tanya Roy.
"Diandra lucu," jawab Dean cuek lalu pergi.
"WOW!" Leri dan Roy kaget.
__ADS_1
...***...
Diandra kini di kelasnya. Ia mendadak tak bisa ikut pelajaran Pak Kasem (Guru Fisika). Harusnya ia di lab sekarang, tetapi, karena demam ia tak bisa ikut.
Diandra memejamkan matanya.
Dean masuk kedalam kelas, dan mendekati Diandra yang tertidur di kursi nya.
Dean tersenyum kecil. Lalu duduk di sebelah Diandra. Dan menarik kepala Diandra agar bersandar di bahu kanan nya.
Dean mengambil hp nya. Dan asik bermain hp.
...***...
Diandra membuka matanya. Dan melirik sekitar.
"Astaghfirullah," gumam Diandra.
Diandra mengangkat kepala nya. Dan menoleh.
Diandra melotot. "Dean, bangun."
Dean membuka matanya, "Kenapa?"
Diandra diam sejenak. "Ngapain lo disini?"
Dean mengangkat kedua bahu nya. "Temenin lo,"
Diandra rol eyes.
Dean bangkit dari duduknya. Lalu keluar kelas agak lari terburu-buru.
"Nggak jelas," gumam Diandra.
Diandra pun kembali memejamkan matanya lagi. Karena rasa pusing kembali menyerangnya. Diandra sesekali meringis.
Diandra membuka matanya. Kosong. Nggak ada apa-apa. Diandra kembali tertidur.
...***...
- Lab
Jessica menatap Lea. "Diandra mana dah? Daritadi kagak nongol?"
Lea menjawab. "Tuh bocah sakit. Jadi, tidur dah di kelas."
Lea meringis. "Bawel lo, Diandra nggak suka di paksa kan!"
Diva mendesis. "Terus, kenapa kudu di kelas woy?"
Jessica melerai. "Eh udah neng! Pak Pitak ntar marah."
Lea melotot. "Pak Pitak aja keluar lab!"
Jessica cengengesan. "Lah iya lupa gue,"
Diva geleng-geleng. "Punya sahabat tapi kok gila,"
Lea dan Jessica lantas langsung geplak tangan Diva. "Lah lu juga gila, Leni Diva!"
Diva cengengesan.
...***...
Jessica, Lea, dan Diva dengan rusuh langsung memasuki kelas.
"Diandra!!! Lo nggak papa kan!?" ucap ketiganya.
"Berisik woy," ucap Dean.
Jessica, Lea, dan Diva langsung rol eyes. "Minggir lu!"
Dean berdecak. Lalu pergi ke tempat duduknya daripada di catok sama sahabat nya Diandra yang galak itu.
Diandra membuka matanya, "Apa?"
Jessica bertanya. "Lo kok bisa sakit sih?"
"Kagak tau," jawab Diandra.
Lea memberikan bubur ke Diandra. "Nih makan! Kalo kagak, gue depak lo!"
Diandra menggeleng, "Dah makan,"
__ADS_1
Diva menoleh ke Dean, "Woy, Dean!!"
Dean yang terpanggil langsung mengangkat sebelah alisnya.
"Diandra emang udah makan?" tanya Diva.
Dean mengangguk.
Lea mencibir. "Ya Allah, parah banget emang si Dean ya!"
Diandra terkekeh kecil, "Yaudah sini,"
Diandra langsung mengambil bubur yang di berikan Lea tadi.
...***...
Diandra membuka pintu rumah nya. Dan melihat surat di meja ruang tamu.
*Hehe, maap ya Dek. Kakak balik dulu ya:) Soalnya udah mulai masuk kuliah lagi. Mau nunggu kamu pulang, kelamaan. Jadi kita pamit nya pake surat ya. Jangan lupa makan, minum, tidur yang cukup. Belajar, jangan keterusan nonton anime terus, wkwk.
Maap ya dek.
- Rasyad & Rasyid*.
Diandra menatap datar surat itu. Lalu meremas surat itu dan melemparkan nya ke sembarang arah. Dengan malas, ia pun berjalan ke kamar nya.
...**Manula (Manusia Pelupa) (4)...
^^^You**^^^
^^^P^^^
Jessica✨
yoi kenapa, Diandra?
Diva✨
Yoi kenapa?
wih tumbenan amat lo nge cha😂
canda gue
Lea✨
ahay😂
kenapa?
^^^You^^^
^^^Rmh gw^^^
...Jessica✨...
otw
jemput dua ceking dulu!
Lea✨
otw sayang ku🥴
Diva✨
jess jemput gw yakk
Jessica✨
otw.
√√Read at 14.20.
Tak lama, Jessica datang dengan Lea dan Diva di belakang dengan wajah tanpa berdosa nya.
Diandra tersenyum.
"Gila! Lo senyum, Diandra!?" seru ketiga nya.
Diandra cengengesan. "Iya, hehe."
Ketiga sahabat nya bersorak kegirangan.
__ADS_1
...***...
See you!