ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
EP. 3 - SIFAT


__ADS_3

Diandra menghempas kan tubuh nya di kasur. Ia sudah berganti baju lagi, dalam waktu lima detik, ia langsung terlelap.


05.00. WIB.


"DIANDRA VIONA CITRA!!" teriak Rasyid sambil membuka pintu kamar Diandra.


Diandra masih nyenyak tidur.


"ADEK! BANGUN HEH!" teriak Rasyid.


Diandra membuka matanya. "Apaan kak?" tanya Diandra.


"Bangun! udah siang! buruan! sekolah!" jawab Rasyid lalu keluar kamar Diandra.


Diandra mengecek jam. Lalu berteriak kesal.


"KAK RASYID RESE BANGET SIH!!! MASIH JAM LIMA TAU!!" teriak Diandra sambil keluar kamar nya.


Rasyid tertawa lepas. Karena sudah keluar kamar, Diandra terpaksa ke kamar mandi. Setelah selesai, ia berjalan ke ruang tamu.


Rasyid dan Rasyad tertawa saat Diandra duduk di tengah-tengah nya.


"Diem deh! masih jam lima tau kak!" gerutu Diandra.


"Wkwkwk, ngambek ih." ejek Rasyad dan Rasyid.


"Bodoamat! masih jam lima udah di bangunin! gimana enggak kesel?!" Diandra sedikit kesal.


"Wkwkwk, kakak minta maap deh." ujar Rasyid.


"Aku maapin, kalo di beliin cemilan yang banyak, kaset anime, kaset horor, sama buku novel yang banyak." jawab Diandra.


"Heh, berapa duit kakak? tekor dah." gerutu Rasyid.


"Mau di maafin enggak?" tanya Diandra.


"Iya iya, tapi, kakak bakal turutin. Kalo kamu mau nerima perjodohan itu." jawab Rasyid.


"WHAT?! ARE YOU KIDDING ME?!" tanya Diandra.


"Toak ih, adek!" gerutu Rasyid dan Rasyad.


"Hehe," Diandra terkekeh.


"Jadi kamu mau terima perjodohan itu?" tanya Rasyid dan Rasyad.


Diandra berpikir sejenak, menghela napasnya, lalu mengangguk.


"Hm," Diandra hanya menjawab dengan gumaman.


"Nikah nya bulan depan ya," ucap Rasyid dan Rasyad tiba-tiba.


"IH! nanti lah! bentar lagi juga mau naik kelas tiga! masa bulan depan kak? bulan depan UKK tau! nanti lah!" protes Diandra.


"Abis bagi raport adek," jawab Rasyid dan Rasyad lembut.


"Iya dah, aku siap siap sekolah dulu." kata Diandra sambil berdiri.


"Dih, lupa ya? kan libur seminggu oy!" tegur Rasyid.


Diandra menoleh kebelakang, "Terus kenapa tadi kak Rasyid bangunin aku? lagi asik mimpi juga!" gerutu Diandra.


"Sorry, mimpi apaan nih?" tanya Rasyid dan Rasyad menggoda sang adik.


"Jadi komikus," jawab Diandra.


"Yah, nggak asik." cibir Rasyid.


"Eh, dek. nanti kamu jalan ya sama Deandra." ucap Rasyad dan Rasyid tiba-tiba.


"Bentar, apa tadi?" tanya Diandra.


"Kamu, nanti jalan sama Deandra." jawab keduanya.


"HAH? Ck! jam?" tanya Diandra.


Tiba-tiba, ada suara pintu di ketuk. Membuat Diandra membuka pintu. Seketika ia membeku.


"Ngapain pagi pagi ke sini?" tanya Diandra.


"Tuh, di suruh dua abang lu. mau sewot lo?" balas Deandra.


"Nggak mau sewot, tapi pengen, takol kepala lo." ucap Diandra.


Deandra masuk kedalam. Lalu di suruh duduk di sofa.


"Uh, mules! ke kamar mandi bentar ya." pamit Rasyid.


"Aduh iya, mau nelpon pacar. ke kamar dulu ya." pamit Rasyad.


"IH! KAKAK!" gerutu Diandra.


"Bawel ah dek," jawab keduanya.


Diandra mendengus. Ia mengambil camilan yang ada di meja.


"Ambil aja kalo mau," ucap Diandra.


"Nggak, gue diet." jawab Deandra.


"Halah, kemaren juga lo makan beef!" balas Diandra.


"Elah lo," Deandra memutar kedua bola matanya malas.


Diandra membuka hp nya. Ia mengechat teman-teman nya.


...**Manula (Manusia Pelupa) (3)...


You


- P


- woy


- woy bangun!


- jangan bilang pada marathon drakor


- woy!


Lea babs


- apaan


- pagi pagi nge chat


- kurang kerjaan amat sih


- kenapa


Diva piggy


- apaan elah?


You


- mau cerita gw


- tapi jangan pada typing dulu ya


Lea babs


- okeh

__ADS_1


You


- kemaren pas malem gw di ajak ke resto sama kak Rasyid and kak Rasyad


- pas di ruangan VIP, ada deandra


- ternyata gue di jodohin


- dia sekarang di rmh gue, tapi sendirian


- dia di suruh kak Rasyid sama kak Rasyad ke rmh


Diva piggy


- wow wow wow


Lea babs


- jackpot guys!


You


- idih, jackpot dari mana?!


Lea babs


- wkwkwk


- yaudah deh


- bye!


- mau lanjut tidur


You


- ya yayayaya


- bye


√√ Read at 05.15


Diandra meletakkan hp nya. Mengacak-acak rambutnya.


"Kutuan lo?" tanya Deandra.


"Berisik," jawab Diandra.


"Idih," Deandra menatap sinis ke Diandra.


Diandra mengambil handphone nya lagi, setelah men silent hp nya. Ia mengambil headset yang ada di meja.


Diandra menyetel lagu anime lah. Tapi, volume nya sedikit ia kecilkan. Ia memejamkan matanya.


Deandra yang melihat itu langsung tersenyum kecil. Diam-diam ia memotret Diandra dengan pose seperti itu.


**********************************************


Kini, Diandra dan Deandra telah sampai di taman bermain. Rasyid dan Rasyad yang memilih nya.


Diandra dan Deandra mengantri di antrean masuk bianglala. Sebenarnya Diandra memiliki trauma saat bermain di taman bermain.


Diandra menahan tangisan nya. Membuat Deandra menoleh. Matanya langsung melotot.


"Lah? kenapa?" tanya Deandra.


"Nggak," jawab Diandra.


Deandra menggenggam tangan Diandra. Yang mampu membuat Diandra tersenyum kecil. Tanpa ia sadari, Deandra juga ikut tersenyum kecil.


**********************************************


Lea dan Diva berlari kearah tempat duduk Diandra. Tanpa berpikir panjang, mereka main ceplos aja.


"Gimana? lo kan di jo--" Diandra membekap mulut Lea dan Diva. Diandra melotot.


Diandra menarik tangannya dari mulut kedua sahabat nya.


"Lu date sama dia?" tanya Lea berbisik.


"Iya sih, ke Dufan. tapi, kan kalian tau, gue ada trauma. jadi nya gue belum bisa kasih tau ke dia." jawab Diandra berbisik.


"Wow," Lea dan Diva sedikit terkejut.


"Jangan kasih tau, kalo di bocorin, gue pergi dari sini." ancam Diandra.


"Okeh, kita nggak kasih tau lo kok kalo date sama dia!" jawab keduanya membuat seisi kelas menoleh.


"Diandra date sama siapa?"


"Lo dating sama siapa?"


Diandra menginjak kaki Lea dan Diva. Membuat kedua sahabat nya meringis. Seketika, Diandra langsung pergi dari kelas.


"Lah? Diandra!" panggil Lea dan Diva.


Kedua sahabat nya hendak mengejar Diandra. Tetapi, Deandra datang.


"Eh, tolong kejar si Diandra dong." mohon Lea sambil berbisik.


Deandra berbalik. Ia mengejar Diandra yang berlari kearah taman belakang sekolah. Tapi, langkah nya terhenti, saat melihat Diandra tumbang.


"Diandra!" teriak Deandra sambil menahan tubuh Diandra.


Darah keluar dari hidung Diandra. Dalam sekejap, Diandra kehilangan kesadarannya. Deandra membopong Diandra.


Saat melihat Leri dan Roy, ia berteriak.


"Leri! Roy!" panggil Deandra.


Kedua sahabat nya menoleh, "Kenapa?"


"Panggil Lea sama Diva!"


Leri dan Roy berlari ke kelas. Deandra berlari kearah UKS. Selama berlari di lorong sekolah, banyak yang histeris.


Sesekali, Deandra melihat wajah damai Diandra. Saat sampai di UKS, ia mencari petugas PMR.


Tanpa pikir cepat, Deandra mengambil kapas, lalu membersihkan darah yang terus mengalir dari hidung Diandra.


Setelah selesai, ia langsung mengacak-acak rambutnya.


...**Bang Rasyad...


You


- Bang Rasyad


Bang Rasyad


- Rasyad lagi tidur


- ini gue Rasyid


- kenapa btw


You


- ini, Diandra pingsan


- mimisan dia


Bang Rasyad

__ADS_1


- ohh


- kayaknya bawa dia ke rs deh


- ke rs kasih mulia ya


You


- knp emg?


Bang Rasyad


- kalo dia mimisan


- bawa ke rs


- sebelum leukimia nya nyebar


You


- okeh gw otw


√√ Read at 07.00**


Deandra memasukkan hp nya ke kantong celananya. Ia membopong Diandra lagi. Izin ke ruang guru.


"Assalamualaikum bu, saya sama Diandra izin ke rumah sakit ya. penyakit Diandra kambuh bu." ujar Deandra.


"Waalaikumsalam, boleh kok. hati-hati ya nak."


"Makasih, saya pamit."


**********************************************


Diandra membuka matanya. Melihat tangan kanan nya di infus, dan ia memakai masker oksigen juga.


Saat hendak duduk, sebuah tangan dan suara membuat nya menghentikan aksinya.


"Udah, tiduran aja." ucap Deandra.


Diandra menggeleng. Ia langsung duduk. Membuat Deandra menjitak kepala Diandra. Dan Diandra meringis.


"Sakit!" ringis Diandra.


"Batu lo!" ucap Deandra.


"Berisik," balas Diandra ketus.


Pintu terbuka, menampilkan Rasyid dan Rasyad yang panik. Rasyid dan Rasyad menjitak kepala Diandra.


"Sakit kak!" ringis Diandra.


"Kenapa bisa sampe kambuh sih?! bahaya tau! bisa bisa kita kena semprot nih!" ucap kedua kakaknya.


"Napas kak, napas. lari lari tadi, terus mimisan." jawab Diandra.


"Untung Deandra ngasih tau kakak! kalo enggak, udah kena semprot nanti!" ujar Rasyid.


"Deandra kasih tau kakak?" tanya Diandra sambil menatap Deandra.


"Iya lah, di hape nya Rasyad." jawab Rasyid.


Deandra membuang muka. Diandra menghela napas.


"Thanks," ucap Diandra.


"Ya," jawab Deandra.


"Oh iya, kakak sama Rasyid beli makan dulu ya. laper. bye. adek kakak yang rese nya minta ampun." pamit Rasyad.


"Rese dari mana?!" tanya Diandra.


Rasyad dan Rasyid langsung keluar dari ruang inap Diandra. Setelah itu, Diandra membuka masker oksigen nya.


"Jangan di buka," larang Deandra.


"Nggak bisa napas," jawab Diandra.


"Kepala batu," cibir Deandra.


"Bangor!" Diandra balas mencibir.


**********************************************


"Mangap," perintah Deandra sambil menyuapkan sesendok bubur ke mulut Diandra.


Diandra mengikuti perintah Deandra.


"Nggak enak, hambar rasanya." ujar Diandra.


"Mau sembuh nggak?" tanya Deandra.


"Tapi hambar," jawab Diandra.


"Ih, bener kata abang lu, sifatnya lu batu! udah buru makan!" ucap Deandra.


"Ih! Jangan maksa dong." Diandra menatap tajam ke Deandra.


"Buruan makan, Diandra!" tegur Deandra.


Diandra berdecak. Setelah habis buburnya. Dan teman-teman sekelasnya sudah menjenguk, kini sisa Diandra dan Deandra.


"Ganti baju sono," ujar Diandra.


"Nggak," jawab Deandra.


"Sakit nanti," ujar Diandra.


"Nggak papa," jawab Deandra.


"Ganti baju buru!" desak Diandra.


"Iya iya! gue bawa baju ganti kok! bentar ya." jawab Deandra.


Setelah ganti baju Deandra kembali ke ruang inap Diandra. Diandra tampak telah nyenyak tidur. Deandra tersenyum kecil.


Ia berjalan ke sofa, lalu memejamkan matanya. Dan masuk ke dalam alam mimpinya.


**********************************************


Kini, Rasyid, Rasyad, dan Deandra tengah berkumpul di kantin rumah sakit. Sedangkan Diandra bersama Lea dan Diva.


"Lo tau kebiasaan Diandra?" tanya Rasyid dan Rasyad.


"Kebiasaan? enggak. emang apa?" Deandra menatap Rasyid dan Rasyad.


"Dia pinter sembunyikan air matanya. Lo paksa tanya aja, sampe air matanya keluar. dia baru, mau cerita. itu kebiasaan yang sering banget si Diandra." jawab Rasyid dan Rasyad.


"Yang lain?" tanya Deandra.


"Trauma ke taman bermain. waktu itu, Diandra hampir ke culik. untung Rasyid nemuin Diandra.


"Sifat nya batu, cuek, dingin, sinis, tapi baik banget. Kalo udah sayang sama orang, pasti Diandra bakal bawel, terus cerewet.


"Kalo tidur jam dua pagi, bangun nya, jam empat subuh. Sering bergadang buat nonton anime.


"Nggak terlalu suka film horor, tapi, suka baca buku horor. Suka film komedi, phobia ketinggian, suka kucing, nggak suka pedes.


"Hati nya gampang hancur. Jadi, jangan sampe bikin hati nya hancur. Kalo Diandra marah sama orang, dia bakal marah terus.


"Tanggal lahir nya dua belas Desember."


Deandra melotot saat mendengar kalimat Rasyid dan Rasyad. Setelah bertanya-tanya tentang Diandra ia mengetahui semuanya.

__ADS_1


**********************************************


- Kamis, 17 September 2020


__ADS_2