ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
34 - JANGAN


__ADS_3

Leri menyenggol lengan Dean, sang sahabat yang tengah ingin membayar makanan langsung menginjak kaki Leri. Ia langsung meringis.


"Woy, sakit." bisik Leri.


Dean tak menggubris, setelah selesai membayar, baru ia langsung lari. Leri melotot, "Kambing," umpat Leri lalu menyusul Dean.


Saat langkah nya sejajar dengan Dean, Leri langsung naik ke punggung Dean. Saat sampai di depan pintu rawat Diandra. Dengan rusuh, pintu hampir ke dobrak karena tingkah mereka.


Lantas, Jessica langsung melemparkan sepatu nya Diva yang masih di pake Diva, Jessica melemparnya ke arah Dean dan Leri.


Saat tepat sasaran, Dean dan Leri meringis. "Aww!! Sakit!!"


"Ya lu berdua rusuh amat! Diandra lagi tidur!" ucap Jessica garang.


Diva memekik saat sadar sepatu nya di ambil, "Woy Jess!! Sepatu gua astaghfirullah!!!"


PS. Pintu nya udah ketutup say:"


Diva mengambil sepatu nya, sebelum kembali duduk, ia geplak punggung Dean dan Leri terlebih dahulu lalu duduk lagi.


Lea melotot, "Woy, Diva! Masa Leri juga di geplak sih!?" protes Lea.


"Heh oncom, mereka berisik tau!" balas Diva.


"Nih makan dulu," ucap Leri dan Dean sambil cengengesan.


"Cengengesan mulu lu berdua! kumaha sia!?" ucap Jessica, Lea, dan Diva galak.


...***...


"Halo, iya kenapa Jess?" tanya Rasyad.


"Bang,"


"Iya kenapa?"


"Lu di sana sibuk kagak?"


"Lumayan sibuk sih, emang kenapa?"


"Diandra,"


"Dia kenapa?"


"Masuk RS,"

__ADS_1


"Hah? Kok bisa?"


Di dalam telpon, akhirnya Jessica bercerita panjang lebar.


"Hah!?"


Jessica menghela napas di seberang sana.


"Gua kesana sekarang,"


"J-jangan!"


"Lah? Kenapa?"


"D-dia kayaknya masih harus terapi dulu,"


"Hah maksudnya?"


"Diandra depresi berat dari SD,"


Rasyad terdiam. "J-jess! Lu jangan nge lawak dah!"


"Gua ngga ngelawak,"


"J-jess,"


"Iya kenapa?"


"Lu mau tau alasan dia nggak mau cerita?"


"K-kenapa?"


"Dia.. n-nggak mau ngerepotin orang lain. Karena apa? dia lebih memilih menyendiri dan menutup diri nya, daripada cerita."


"Gua kesana sekarang sama Rasyid!"


"J-"


Tut..


Rasyid yang mendengarkan pembicaraan antara Jessica dan Rasyad terdiam karena mendengar semua nya.


Rasyad menoleh ke kanan, seketika Rasyid langsung bersembunyi lagi.


...***...

__ADS_1


Setelah mendapat kan informasi Diandra di rawat di mana. Mereka dapat bocoran dari Dean yang masih baik hati kasih tau.


Sesampainya di rumah sakit tempat Diandra di rawat, Rasyad dan Rasyid langsung menuju resepsionis, Dean nggak kasih tau karena sengaja.


Rasyid langsung bertanya, "Mbak, di sini ada yang dirawat yang namanya Diandra Viona Citra nggak?"


Mbak-mbak tsb mengangguk, "Ada,"


Rasyad langsung bertanya, sebelum Rasyid. "Di mana mbak?"


"Di ruangan VVIP 3 lantai empat nomer xxx,"


"Okeh makasih,"


Setelah itu, Rasyad dan Rasyid langsung menuju lantai empat, saat sampai di depan pintu rawat Diandra. Rasyad dan Rasyid langsung mengetuk pintu.


...***...


Diandra yang mendengar suara ketukan pintu langsung beranjak turun dari kasur nya, karena Jessica tertidur.


Diandra membuka pintu, seketika ia terdiam, beberapa detik kemudian, Diandra memegangi kepala nya, dan langsung berteriak.


"NGGAK JANGAN!! NGGAK! JANGAN BENTAK!!"


Rasyad dan Rasyid terbelalak. Dan mendekat ke Diandra. Diandra semakin mundur. Jessica yang mendengar teriakan Diandra langsung terbangun.


Jessica berlari ke Diandra, lalu memeluk Diandra. "Tenang, Yandra."


Jessica menatap Rasyad dan Rasyid dengan tajam, "Gua bilang kan jangan ke sini!!"


"Kita khawatir sama Diandra!" jawab Rasyad.


"Lu nggak ngertiin Diandra apa?!" ucap Jessica ngegas.


"Ada hak apaan lu nggak bolehin kita jenguk si Diandra?" tanya Rasyid.


"Ada hak kalian masih sama dengan kelakuan yang sebelum nya?" tanya Jessica.


"Jess,"


Diandra semakin histeris, "JANGAN, JANGAN BENTAK!!"


Jessica semakin mempererat pelukan nya ke Diandra, akhirnya, Diandra tumbang. Rasyad langsung menahan Diandra.


Jessica menepis tangan Rasyad, "Don't touch my friend!" ucap Jessica. (Jangan sentuh sahabat gua!)

__ADS_1


Rasyad terdiam.


...***...


__ADS_2