
"ADEK! ASTAGHFIRULLAH!" teriak Rasyid.
Diandra masih tidur, Raysad berteriak. "WOY ADEK!!"
Diandra seketika langsung bangun karena teriakan dari Rasyad yang cempreng.
"APAAN!?" jawab Diandra dari kamar.
Diandra keluar kamar nya. Dan berjalan ke bawah. "APAAN SIH ELAH?"
Rasyid mencibir. "Jangan ngegas dek,"
Rasyad menimpali. "Tau, ngegas mulu."
Diandra yang di hadapan Rasyad langsung geplak kepala Rasyad. "Yang teriak duluan siapa!?"
Rasyad nyengir. "Maapin kakak,"
Diandra komat kamit.
************************************
Lea dan Diva berteriak saat Diandra masuk ke kelas.
"WOY CEWEK DINGIN!"
Diandra langsung menoleh. Dan langsung mengangkat sebelah alis nya.
"Lu.. semalem gimana persiapan nya?" tanya Diva.
Diandra mengerutkan kening nya. "Maksud?"
Lea geplak kepala Diandra. "Persiapan nikah elu lah kampret," ucap Lea sambil berbisik.
Diandra mengangkat kedua bahu nya acuh. "Males,"
Lea dan Diva melongo. "What!?"
Diandra menaikkan sebelah alis nya. "Berisik!"
Lea dan Diva berdecak.
Lea berbisik. "Dia mah cuek banget astaghfirullah. Kek ice bear di we bear bear!"
Diva mengangguk setuju. "Iya dah! Cuek banget kayak Diandra. Bingung gua."
__ADS_1
Lea berbisik juga. "Parah sih ini. Tapi kenapa kita betah yakk?"
Diva menjawab. "Nggak tau juga gue, Lea."
Sontak, Lea langsung menempeleng kepala Diva. "**** lo!"
Diva meringis. "Ngajak berantem lu?!"
Lea mengangguk. "Ayok sini, gue bisa."
Diandra menatap kedua sahabat nya dengan datar. "Sehat?"
Lea dan Diva nyengir. "Sehat kok alhamdulillah,"
Lea langsung geplak kepala Diva. "Wait! Kenapa lu ikutan jawab dah!"
Diva menepuk jidat nya. "Lah iya, gue lupa kalo gue Kristen. astaghfirullah."
Diandra tersenyum tipis.
Lea geleng-geleng. "Masuk Islam aja yok! Gue ajarin!"
Diva rol eyes. "Nggak yakin gue tapi kalo di ajar lo!"
Lea bertanya. "Kenapa emang?"
Diandra geleng-geleng.
Lea bertanya. "Sejak kapan agama gue jadi Buddha?"
Diva terdiam. "Oh iya lupa gue kalo lu udah pindah agama ke Islam,"
Gantian, Lea langsung geplak kepala Diva. "Kan! Istighfar lu!"
Diva terkekeh. "Beda server boss!"
Diandra geleng-geleng. "Udah selesai bacot nya?"
"Belum, Diandra!"
Diandra komat-kamit.
BRAK!
"Astaghfirullah, ayam ayam!" Ucap Diandra, Lea, dan Diva.
__ADS_1
Lea menoleh ke Diva. "Woy! Lu kenapa ikutan jawab *****!!"
Diva mencibir. "Kan elu, sama Diandra kan agama nya Islam. Nah gue jadi nya ikutan istighfar!"
"Siapa tadi ***** yang gebrak meja!!" ucap Lea kesal.
"Gue," jawab seorang gadis. Bernama Grace Jessica.
"Oy, Grace Jessica!! Kebiasaan!" teriak Diva.
Diandra geplak kepala Diva. "Berisik!"
Diva meringis. "***** sakit, Diandra!!"
Jessica mendekat ke Diandra dkk.
"G-gue.." Jessica menggantung.
"Apa?" Diandra bertanya dengan cuek.
"G-gue b-boleh nggak gabung ke geng kalian? S-soalnya Jane sama Freya udah putus dari persahabatan."
Dengan cepat Diandra mengangguk, "Boleh,"
Lea dan Diva menatap Diandra. "What! What are you doing, Diandra Viona Citra!!?"
Diandra menoleh. "Bacot lo berdua,"
Jessica menunduk. "Gue ganggu ya?"
"Kagak kok hehe. Kalo bertiga kan sepi. Tambah elu mah tambah rame." jawab Lea dan Diva.
Jessica mendongak lalu tersenyum.
- Jam Kosong
"Tiada ku sangka, sejak detik itu.. kau membuka pintu.. kamar di hati ku.. cinta yang terhampar... suatu tika dulu.. bersinar kembali...!!"
"Pandai nya dikau mencuri hatiku... dengan kejujuran dan tingkah laku mu... memberikan aku satu keyakinan... mendung kan berlalu...!!!"
"Akan ku pertahanan kan cinta ini... demi kesetiaan ku pada mu... akan ku tempuh onak duri... demi untukmu pangeran..!!"
Jessica langsung terdiam. "Heh! Kok di ganti lirik nya?!"
Lea nyengir. "Tuh si Diva!"
__ADS_1
Diva mencibir. "Kan kita perempuan! Masa suka sama perempuan sih?"
Diandra beristighfar melihat kelakuan sahabat nya itu. Gila nya kebangetan semua.