ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
60 - KETULUSAN (S2)


__ADS_3

Kayla terdiam saat Caca berteriak. Dean juga sama, ia menoleh ke Kayla.


"Sorry atas sikap adek gua, dia emang gitu kalo ketemu sama orang yang dia nggak suka. Gua duluan." ucap Dean dingin lalu pergi duluan.


Kayla menundukkan kepalanya, dan langsung mengepalkan kedua tangan nya.


...***...


...Unknown...


Besok pagi dateng ke gedung xxx


Jangan bawa Dean atau pun siapapun!


Ketauan bawa orang, keluarga lu, gua bikin sakit.


Lu siapa?


^^^Ga kenal gua^^^


Halah


Udh buru besok dateng!


Kalo nggak dateng, siap-siap aja 😏


^^^Okeh gua dateng.^^^


Jam 05.00. heh!


^^^Oke^^^


√√ Read at 21.20.


Kayla mengerutkan keningnya, dan langsung meletakkan hp nya lalu tidur.


***


05.00.


Kayla telah sampai di tempat janjian, dan langsung menoleh ke kanan kiri.


"Gua udah sampe!"


"Okeh, bagus, Kayla Ramadhani."


Dari arah utara, munculah Caca dan Alsa. Arah barat muncul Lea. Arah timur muncul Diva. Dan selatan muncul Jessica dan Diandra.


"K-kalian n-ngapain?" ucap Kayla takut.


"Lu nanya kita ngapain, Kay? Seriusan lu?" tanya Caca.


Diandra terkekeh sinis, "Gini gini, ada yang mau gua omongin, Kayla."


"A-apa?" tanya Kayla.


"Diva, kasih rekaman nya." ucap Jessica sambil menoleh ke Diva.


Diva mengangguk. Dan langsung memutar rekamannya.


"*Halo, rencana kita berhasil. Tenang aja, si Diandra ketakutan kayak gitu."


"Hahahaha, jarang banget si Diandra ketakutan kayak gitu."


"Biasanya mah cuek bebek aja dia,"

__ADS_1


"Dasar lu,"


"Tapi, rencana kita nggak bakal ke bongkar kan?"


"Ya.. nggak tau sih gua,"


"Ya nggak bakal ke bongkar lah!"


"Mungkin suatu saat,"


"Heh, kok lu di doain sih! jangan lah, ketauan nggak seru! Kita di penjara!"


"Tenang aja, nggak bakal kok."


"Tapi firasat gua nggak enak,"


"Maksudnya?"


"Nggak papa sih, dah lah jan pikirin."


"Yaudah deh,"


Kayla terdiam, "D-dari mana lu semua tau?!"


"Oh? Lu lupa, Kay? Kalo, gua itu lagi dateng ke rumah elu!" jawab Diva santai.


"Diva!" Kayla maju kearah Diva dan langsung menjambak Diva.


Diandra geram, ia maju, dan langsung mendorong Kayla.


"Maksud lu apaan hah jambak Diva!?" bentak Diandra.


Kayla meringis. "G-gua benci kalian!"


"Yah dia marah," bisik Caca.


"Yaudah, sini ayo berantem!" Kayla menantang.


"Okeh," Diandra menerima tantangannya.


Kayla maju, dan langsung menarik jilbab Diandra. Membuat Diandra melotot, dan langsung pelintir tangan Kayla.


"ARGH!" Kayla meringis.


Diandra menatap Kayla dengan tajam sambil membenarkan jilbab nya. Diandra akhirnya memundurkan langkah nya.


"Gua ngalah deh, waktu dulu kan gua jambak, sekaligus gua siram pake jus tuh. Nah kalian aja terserah mau ngapain aja, asalkan jangan di pukul, kalo dia lewat bates, baru pukul." ucap Diandra.


Diandra akhirnya duduk diam.


"Kenapa gua jadi jahat ya?" batin Diandra. "Ya Allah. Maafin Diandra ya Allah. Diandra khilaf! Astaghfirullah al azim. Maafin Diandra ya Allah." batin Diandra.


Diandra memanggil sahabat nya, "Woy manula, manusia pelupa!"


"Yoi kenapa?" jawab kelima nya kompak.


"Dah lah, stop aja. Gua udah maafin Kayla. Tapi, gua nggak bisa maafin kakak nya." ucap Diandra.


"What the..?"


Kayla menunduk.


Diandra beralih menatap Kayla, "Gua tau, lu jadi jahat karena lu tuh di hasut kakak lu. Lebih baik, lu sama Dean pergi jauh-jauh dari Keyla, sebelum dia rebut Dean dari lu." ucap Diandra.


Kayla mendongak, "T-terus l-lu gimana?"

__ADS_1


Diandra bangkit, lalu tersenyum tulus, "Gua nggak papa kok, gua ikhlas kalo Dean itu bukan jodoh gua."


"Diandra senyum ke gua?" batin Kayla.


"K-kenapa lu mau maafin gua? Sedangkan kak Keyla nggak di maafin?" tanya Kayla.


"Pertama, gua maafin lu karena gua tau, elu itu cinta sama Dean. Kedua, gua nggak mau maafin Keyla, karena, mana ada seorang kakak menghasut adik nya sendiri, supaya lelaki itu jadi milik dia?" jawab Diandra.


Jessica dkk. terdiam. Dan langsung berlari memeluk Diandra.


"Yandra!!" pekik mereka.


Diandra langsung berlari kearah belakang Kayla, Kayla menoleh. "K-kenapa?" tanya Kayla.


"Kabur yok! Mereka dah kek monster gila!!" jawab Diandra sambil menarik Kayla lari.


"Heh oncom! Awas nabrak tembok lu!" tegur Caca sambil mengejar.


"Heh! Tungguin kita dong! Kambing lah emang lu!" pekik Alsa.


"Oy! Baka!" ejek Jessica.


"Yandra! Tunggu heh!" ucap Diva.


"Heh mau lari kemana lu, Yandra?!" pekik Lea.


"Astaghfirullah al azim! Ampun, Jess, kak Al, Diva, Lea, Caca!" ucap Diandra.


Kayla terkekeh.


...***...


Bandara, 10.00.


"Oy, gua pamit yak." ucap Diandra.


"Elah lu, cepet amat sih. Di sini." cibir Caca.


"Eh oncom. Nanti gua ke sini dah." jawab Diandra.


"Lu kesini aja lama dih," cibir Alsa ngambek.


Diandra tersenyum, "Dih, dah ada suami tapi masih ngambek. Jangan ngambek dong kak Al."


Alsa terkekeh.


Diandra memeluk Jessica dkk. Begitu pun sebaliknya.


Diandra beralih ke Dean dan Kayla. Diandra tersenyum ke Kayla, lalu memeluk Kayla.


"Gua nitip Dean ya. Kalo dia bandel, getok aja pake apaan kek gitu." ucap Diandra.


"Eh?" Kayla terkekeh.


Diandra mengurai pelukan, "Gua ke Jepang dulu yak,"


Diandra beralih ke Dean, dan langsung mengalihkan pandangan nya. Lalu berbalik, dan menarik koper nya.


Diandra memberhentikan langkah nya saat ingin masuk ke gerbang, ia berbalik, dan melambaikan tangannya.


Teman-teman nya balas melambaikan tangannya.


Diandra pun melanjutkan langkah nya. Sambil tersenyum miris, air matanya berjatuhan.


...***...

__ADS_1


__ADS_2