Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps 36


__ADS_3

Alula keluar dari lift ketika lift terbuka. Ia berjalan menelusuri lantai dasar untuk mencari suami nya karena saat terbangun ia sudah tidak melihat Nathan di samping nya padahal hari ini adalah hari minggu.


Ting tong.


Alula berhenti berjalan ketika mendengar suara bel di luar. Ia berjalan menuju pintu utama untuk membukakan pintu karena seperti nya para pelayan tidak mendengar nya.


Ketika membuka pintu ia tidak melihat siapa-siapa. Ia berjalan keluar dan celingukan mencari seseorang, namun tidak ada siapapun, para penjaga yang biasa berjaga di depan rumah pun tidak ada.


Saat akan kembali masuk, Ia Seperti menendang sesuatu. Alula menunduk dan menemukan sebuah kotak berwarna hitam yang terdapat pita berwarna merah darah di atas nya.


" Siapa yang meletakkan ini disini. " Ia mengambil nya dan memutar kotak tersebut yang terlihat elegan.


Alula berjalan masuk seraya membawa kotak tersebut yang isinya entah apa. Alula duduk di sofa ruang tamu dan meletakkan kotak tersebut di meja.


Karena merasa sangat penasaran. Ia mencoba membuka kotak tersebut dengan ragu.


...****...


" AAAAA!!. "


Teriakkan menggelegar tersebut membuat Nathan yang baru selesai menelfon dengan klien nya di taman belakang tersentak. Ia segera meletakkan ponsel nya di saku dan berlari ke dalam ketika mengenakan teriakan tersebut.


Tidak jauh dengan Nathan yang panik, Para pelayan beserta penjaga juga langsung berlari menuju asal suara.


Nathan terbelalak melihat wajah Alula yang berderai air mata dengan tangan yang di penuhi oleh darah. Dengan panik ia langsung menghampiri istri nya dan meraih tangan Alula.


" ini kenapa sayang?!. " Tanya nya khawatir. Para pelayan pun yang melihat itu tak kalah khawatir melihat nyonya mereka terluka.


" Sakit... " Lirih nya dengan mata yang tidak berhenti menangis. Nathan langsung merengkuh tubuh Alula dengan lembut, ia takut jika nanti menyentuh tangan Alula yang terluka.

__ADS_1


pandangan Nathan teralihkan pada kotak hitam yang sudah terbuka. Ia langsung mengambil kotak tersebut, seketika rahang nya mengeras melihat isi kotak tersebut yang berisi pisau silet kecil yang sudah terlumuri darah dan beberapa potongan-potongan kertas kecil-kecil. Seperti nya silet tersebut tadi nya tersembunyi di dalam kertas-kertas kecil itu sehingga membuat Alula tidak melihat nya dan mengobrak-abrik isi kotak.


Nathan menatap para penjaga dan pelayan yang sudah menundukkan kepala nya. " Kalian kemana saja dari tadi?. " Tanya nya dingin.


Mereka bungkam seketika bingung harus menjawab apa.


" KEMANA KALIAN DARI TADI! MENGAPA ISTRI SAYA TERLUKA KALIAN TIDAK ADA!. " Teriak nya emosi. Alula semakin merapatkan tubuh nya pada Nathan ketika mendengar teriakkan Nathan.


salah satu penjaga maju. " Maaf tuan kami lalai. tadi saat kami berjaga di depan, Ada sesuatu bunyi pecahan kaca di samping membuat kami langsung menghampiri nya dan ternyata kaca samping pecah akibat lemparan seseorang tuan. " Ujar nya mencoba tenang padahal hati nya sangat takut.


Nathan menghembuskan napas nya. Seperti nya ini memang sudah di rencanakan matang-matang. Nathan akan memperketat penjagaan rumah nya mulai saat ini. Ia tidak mau istri nya terluka lebih parah dari ini.


Tiba-tiba seorang pelayan berjalan ke hadapan Nathan dan memberikan kotak P3K kepada Nathan. " Sebaiknya nyonya di obati dulu tuan. " Ucap nya sopan.


Astaga bisa-bisanya ia tidak mengingat itu sangking khawatir nya. Ia mengambil kotak tersebut dan menyuruh para pelayan dan penjaga untuk kembali ke aktivitas nya.


" Masih sakit?. " Tanya nya saat melihat Alula hanya diam dengan pandangan menatap dirinya.


Alula mengangguk pelan. " Tapi dikit. " Jawab nya polos.


Nathan tersenyum lalu ia kembali membungkus luka nya dengan perban. Setelah selesai ia membereskan semua nya dan kembali merengkuh tubuh Alula.


" Kamu kok bisa dapetin kotak itu?. " Tanya nya pelan.


Alula mendongak menatap Nathan lalu menceritakan kejadian sesungguhnya dari awal hingga akhirnya tangan nya terluka seperti ini.


Nathan menahan emosi nya. Berani-beraninya ada yang mau mencelakai istri nya.


Nathan menghembuskan nafas nya mencoba meredam emosi nya lalu tangan nya mengelus lembut rambut Alula. " Kamu istirahat aja biar tangan nya gak terlalu sakit. " Alula hanya mengangguk dan semakin merapatkan tubuh nya pada Nathan mencari posisi ternyaman.

__ADS_1


Nathan menunduk menatap Alula, Ternyata istri nya sudah tertidur, terbukti dari nafas nya yang teratur. Nathan mengangkat tubuh Alula dengan perlahan dan berjalan menuju kamar mereka.


Setelah memastikan istri nya nyaman, Nathan beranjak pergi untuk mengecek sesuatu yang berkaitan dengan kejadian ini.


Ia berjalan memasuki sebuah ruangan privat yang hanya dia dan Danis saja yang boleh memasuki nya.


" Apa yang kau temukan?. " Tanya nya pada Danis yang sedang mengamati sebuah monitor di hadapan nya.


Danis menolehkan kepala nya dan mendapati Nathan di belakang nya dengan wajah datar. Ketika akan bangkit, Nathan mengangkat tangan nya agar Danis tetap duduk dan Danis menuruti nya.


" Mereka ada dua orang tuan. " Danis memberhentikan rekaman cctv saat ada dua orang yang mengintai di sisi jalan. Nathan mengamati nya dengan teliti, yah mereka memang dua orang tapi tidak di ketahui pria atau wanita karena mereka menutup kepala nya dengan Hoodie dan wajah nya memakai masker.


" Mereka mengintai rumah ini dari satu jam sebelum kejadian. salah satu sengaja melempar batu ke arah samping untuk mengalihkan perhatian para penjaga. " ucap nya menjelaskan kejadian dalam video. Nathan mengangguk, ia menyimak video rekaman cctv dengan seksama.


Terlihat di rekaman tersebut salah satu dari mereka melempar batu ke kaca samping membuat para penjaga langsung berlari ke arah sana dan salah satunya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menekan bel dan meletakkan kotak tersebut di depan pintu.


Setelah rencana mereka berhasil, mereka langsung pergi menggunakan mobil yang plat nya sudah di tutupi Sehingga mereka tidak bisa di lacak keberadaan nya oleh Nathan.


" ini memang sudah di rencanakan tuan. Lihat lah betapa pandai nya mereka bermain. " Ujar Danis setelah video rekaman itu berhenti.


Nathan mengangguk. Mereka memang pandai bermain dengan nya, namun sepandai nya mereka bermain apalagi dengan Nathan, Mereka akan tertangkap juga akhirnya karena Nathan lebih pandai dari mereka.


" Selidiki terus mereka dan perketat keamanan rumah ini. Tambahkan penjaga di setiap sudut. saya tidak mau kejadian ini terulang lagi, apalagi korban nya adalah istri saya!. " Perintah nya tegas yang langsung di balas anggukkan oleh Danis tak kalah tegas.


Setelah itu Nathan pergi dari sana meninggalkan Danis yang sibuk dengan urusan nya tentang permasalahan ini.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS....

__ADS_1


__ADS_2