
" Itu benar Aulia. " Riko terdiam sebentar. " kamu anak saya. " ucapan tersebut membuat Aulia meneteskan air mata nya.
" ga-gak mungkin.... " Aulia menggeleng ribut. " kata mama ayah aku Uda mati. " Aulia terus menggelengkan kepalanya dengan Isak tangis. ia melempar berkas tersebut ke sembarang arah lalu menatap tajam ke arah Riko.
" Anda bohong!. " Ucapnya tajam. Melihat reaksi anak nya yang di luar ekspektasi nya ia menghela nafas. ternyata Vita telah mengatakan kebohongan tentang dirinya kepada anak nya.
" Lia saya gak bohong kamu memang benar anak saya. " Ucapnya mencoba meyakinkan. " Berkas itu bukti nya. "
Aulia menggeleng kembali. ia tidak percaya itu semua jika benar di depan ini adalah ayah kandung nya yang kata ibu nya telah meninggal. kenapa baru sekarang menemui nya?.
" Anda bohong. jika anda memang ayah kandung saya kenapa baru sekarang anda menemui saya! " Teriak nya tidak terima.
Riko bangkit dari duduk nya menghampiri anak nya. ia berlutut di hadapan anak nya yang masih terisak. Ia tahu pasti anak nya masih tidak percaya akan ini semua.
Aulia membuang wajah nya ketika Riko berlutut di depan nya. ia menarik tangan nya ketika akan di genggam oleh orang yang kata nya adalah ayah nya. Bukannya ia tidak percaya, ia hanya masih syok akan kebenaran nya.
Riko tersenyum maklum melihat tingkah anak nya. " Bukan nya ayah gak mau ketemu kamu, tapi mama kamu yang selalu menutup akses saya untuk bertemu dengan kamu. Sudah berkali-kali saya mencoba menerobos akses untuk menemukan kamu tapi gak pernah berhasil dan sekarang ayah bisa bertemu kamu tanpa ada yang mencegah nya nak. " jelas nya seraya menatap lekat wajah anak nya dan tanpa sadar air mata nya pun menetes.
Mendengar penjelasan orang di depan nya ini dengan perlahan ia menoleh kan wajah nya untuk melihat sosok yang telah mengaku menjadi ayah nya itu.
__ADS_1
" Saya tahu saya bersalah selama ini karena pergi meninggalkan kalian tapi saya ada alasan nya. Setiap hari saya merindukan kamu, membayangkan wajah kamu yang hanya bisa saya lihat dari kejauhan, saya ingin mendekat tapi saya tidak bisa. Saya akui saya lemah, tapi saya juga gak ingin jadi lemah, namun keadaan yang membuat saya seperti ini nak. Maafkan saya. " Riko tidak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya, dada nya sesak. ia menunduk tepat di hadapan putri nya.
Aulia ikut terisak mendengar nya. ia menetralkan nafas nya. tangan nya mencoba memegang bahu yang kata nya ayahnya tersebut. " A-ayah. " ucapnya gugup yang langsung mendapat atensi dari Riko yang sedari tadi menunduk. ia menatap tidak percaya ke arah Aulia yang barusan memanggil nya dengan 'ayah'.
" A-ayah. " ucapnya sekali lagi yang langsung mendapat pelukan dari Riko.
Riko memeluk erat tubuh Aulia dengan tubuh yang bergetar menahan rasa haru yang membuncah dalam hati nya. Akhirnya kata yang selama ini ia nantikan terucap dari bibir anak kandung nya.
Aulia dengan ragu ikut membalas pelukan ayah nya yang diam-diam juga ia rindukan selama ini, walaupun kasih sayang dari Dimas sangat besar untuk nya, namun ia juga ingin menantikan kasih sayang ayah kandung nya selama ini.
Riko senang akhirnya kebahagiaan yang ia tunggu selama ini telah datang, ia sudah bertemu dengan anak kandung nya.
...****...
" kamu tahu sayang, anak kita tampan dan cantik seperti ayah dan ibu nya... " ia diam sejenak seperti memikirkan sesuatu. " seperti nya lebih cocok jika di panggil mommy dan Dady. oke kamu mommy dan aku Dady nya. " Nathan tersenyum cerah ketika menyebut dirinya Dady, seperti ada rasa senang sendiri dalam hati nya.
" Kamu setuju kan sayang?. " Tanya nya yang hanya di jawab oleh keheningan. Ia tersenyum miris menatap istrinya yang masih belum sadarkan diri. Ia mencoba kuat demi anak-anak nya. Ia yakin sebentar lagi istri nya pasti akan sadar.
Ceklek.
__ADS_1
Nathan mengalihkan atensi nya ke arah pintu yang terbuka dan ternyata Dimas pelaku nya. Dimas menghampiri menantu nya tersebut.
" Pihak kepolisian meminta keterangan lebih lanjut tentang kasus ini dan kamu sebagai suami Alula yang di suruh datang ke kantor polisi untuk di mintai keterangan lebih lanjut. " Ucap Dimas yang hanya di balas anggukan saja oleh Nathan tanpa mengalihkan perhatian nya terhadap Alula.
Dimas hanya menggeleng maklum melihat tanggapan dari menantunya yang super dingin tersebut. Beruntung Alula bisa mencairkan es batu seperti Nathan.
" kalau begitu ayah pamit. Masih banyak yang harus di selesaikan di luar sana. " Tanpa mau mendengar tanggapan dari menantunya yang pasti nya akan menguras kesabaran, Dimas melangkah pergi dari ruangan rawat anak nya karena masih banyak yang harus segera ia selesaikan saat ini terutama tentang masalah Vita. Entah apa nanti reaksi Aulia jika mendengar kabar bahwa ibu nya masuk ke dalam penjara. Tapi ia percaya jika saat ini Riko juga pasti sudah membongkar identitas dirinya yang ternyata adalah ayah kandung dari Aulia anak yang selama ini ia sayangi.
" Tuan ada beberapa kolega bisnis yang ingin menemui anda. " ucap Kevin yang sedari tadi memang menunggu Dimas di depan ruang rawat.
" Atur jadwal saya beberapa Minggu kedepan dan beritahu kolega yang lain jika saya belum bisa bertemu dengan mereka karena suatu musibah. " Ucap Dimas yang terus berjalan dengan Kevin yang berada di belakang nya.
" Baik tuan. " Ucapnya seraya membuka pintu mobil untuk tuan nya.
" Dan juga kamu gantikan saya di kantor untuk beberapa Minggu ini karena saya yakin kasus ini akan berjalan cukup lama. " Ucapnya nya sebelum memasuki mobil.
" Baik tuan. " Setelah menutup pintu untuk tuan nya, mobil pun melaju meninggalkan pelataran rumah sakit.
" Akhirnya keadilan ada di pihak mu nona. " Kevin tersenyum melihat kebahagiaan yang di nantikan Alula akhirnya bisa tergapai walaupun harus melewati masalah-masalah yang sangat menguras fisik dan mental nya.
__ADS_1
Dulu Kevin selalu merasa kasihan melihat Alula kecil selalu mendapatkan kekerasan fisik dari ayah nya , namun ia tidak bisa membela nya karena ia sadar ia hanya bawahan yang tidak boleh ikut campur urusan tuannya jika tidak ingin di pecat. Tetapi setelah nya ia selalu mengobati luka Alula tanpa sepengetahuan Dimas dan keluarga nya yang lain. Alula selalu berucap " om baik gini terus yah jangan berubah kaya orang-orang." kalimat itulah yang selalu di ucap Alula kecil jika ia mengobati luka luka nya. membuat hati Kevin teriris setiap mendengar nya.
BERSAMBUNG.....