
Dimas mengetuk kan jari nya di meja kerja nya beberapa kali. seperti nya pikiran nya kali ini cukup meresahkan dirinya.
Tok tok tok.
" Masuk. "
Sekretaris Dimas masuk ke dalam dengan berkas-berkas yang ada di tangan nya.
" Ini berkas-berkas yang harus anda tangani tuan. " Ucap nya sopan.
Dimas hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia mengamati berkas tersebut beberapa saat, sebelum ia teringat sesuatu.
" Kevin sudah kamu beritahu asisten tuan Nathan kalau saya ingin bertemu dengan tuan Nathan?. " Tanyanya pada Kevin yang akan beranjak pergi.
Kevin memutar tubuh nya dan menunduk sopan ke arah Dimas. " Saya sudah memberitahu asisten tuan Nathan. Dan jawaban nya adalah tuan Nathan sedang tidak bisa bertemu anda, dirinya sibuk tuan. " ujar nya memberitahu.
Dimas mengangguk lalu menyuruh Kevin kembali untuk mengerjakan pekerjaan nya.
Dimas menghela nafas nya dan memijit pelipisnya pelan. Kepala nya hampir pecah memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi setelah ini. Nathan mempunyai pengaruh yang besar di dunia bisnis, pasti nya ia tahu bagaimana keluarga nya memperlakukan Alula dengan tidak baik.
...****...
" gak ada yang ketinggalan kan?. " Tanya Alula pada Nathan yang sedang duduk di tepi kasur.
Nathan menggeleng. " Gak ada. Semua nya Uda siap. " Alula hanya mengangguk mendengar ucapan Nathan.
Hari ini Nathan akan berangkat ke Surabaya untuk memantau pembangunan hotel nya. Sebenarnya ia sangat berat meninggalkan istri nya apalagi teror yang terjadi semalam, membuat nya takut untuk meninggalkan Alula, namun atas bujuk rayu istri nya akhirnya ia dengan berat hati menyetujui pergi ke sana.
Keadaan Alula juga sudah baik. Baik fisik maupun mental nya. Yah, walaupun tangan nya masih harus di perban karena luka nya belum mengering.
Nathan menghampiri istri nya yang tengah mengemasi barang-barang milik nya. Ia memeluk Alula dari belakang dengan erat dan menghirup aroma tubuh Alula untuk menyimpan nya jika ia merindukan istri nya tersebut.
Alula tersenyum ia memutar kepala nya sedikit untuk melihat wajah Nathan. " Hati-hati di sana yah. Jangan telat makan juga. " nasehat nya seraya mengelus lembut rambut suami nya.
__ADS_1
Nathan hanya mengangguk karena ia masih sibuk mengendus tubuh istri nya.
Alula melepaskan pelukan suami nya dan memutar tubuh nya menghadap Nathan. " Uda ih ayo nanti mas ketinggalan pesawat. "
Nathan mengangguk dengan tak rela. Ia berjalan beriringan dengan Alula dengan tangan saling bertaut. Koper nya akan di angkat oleh Bodyguard nya.
Sampainya di halaman depan mereka berhenti melangkah. Alula tersenyum memandang Nathan lalu mengecup punggung tangan suami nya dan Nathan membalas nya dengan ciuman hangat di kening Alula.
" Aku pergi dulu, kamu jaga diri baik-baik. Jangan pergi tanpa pengawasan dari penjaga. " Perintah nya tegas.
Alula mengangguk semangat. " Siap mas. " Ucap nya seraya menirukan gaya hormat.
Nathan terkekeh geli lalu mengacak rambut Alula dengan gemas. Semakin hari tingkah istri nya ini sangat menggemaskan membuat nya gemas sendiri.
Nathan menunduk sedikit lalu mengecup pelan perut Alula. " Papa pergi sayang. jaga mama ya. " bisik nya pelan membuat Alula tidak mendengarkan nya.
Nathan kembali menegakkan tubuh nya dan tersenyum memandang wajah istri nya. " Yaudah aku pergi dulu daaa. " Nathan melambaikan tangan nya sebelum masuk ke dalam mobil.
Bumil tersebut menghela nafas nya setelah kepergian Nathan dan melangkah masuk ke dalam karena sebentar lagi ia akan memulai pelajaran bersama Jessica.
...****...
Sore ini Alula beraktivitas seperti biasa yaitu menyiram bunga-bunga milik nya. Ia bersenandung kecil dengan kepala ia angguk-anggukan. Para penjaga yang melihat hal tersebut langsung menarik kedua sudut bibir mereka, mereka sangat menyukai nyonya rumah ini karena Alula sangat ramah dan baik, apalagi tingkah nya yang sangat menggemaskan. Jika Nathan tidak posesif, mungkin mereka akan mencubit gemas pipi merah muda itu.
Alula mengerucutkan bibir nya ketika melihat salah satu bunga nya layu. Bunga tersebut merunduk dengan daun yang berwarna kecoklatan. Ia berjongkok dengan perlahan karena takut anak nya terjepit di dalam perut nya. Tangan nya menyentuh lembut bunga tersebut, ia kasihan dengan bunga ini, ia pasti layu karena Alula kurang menyiram bunga-bunga nya.
Karena fokus dengan kelopak bunga tersebut, Alula tidak menyadari jika ada hewan membahayakan di sana yang mulai merayap ke arah tangan Alula. Dan....
" AWSSS. " Alula berteriak kesakitan ketika tangan nya merasakan sakit karena Patukan ular yang sudah berada di hadapan nya tepat nya di atas pot tersebut.
Mendengar teriakkan sang nyonya membuat para penjaga di sana langsung menghampiri Alula dengan wajah panik.
" Nyonya ada ap.... Astaga ular!. " Pekik salah satu penjaga membuat penjaga lain nya langsung mencoba membuang ular berbisa tersebut. Mereka juga langsung membalut bagian yang tergigit ular dengan kuat agar bisa nya tidak cepat menyebar.
__ADS_1
Alula di bawa masuk oleh salah satu pelayan yang melintas dan mereka juga langsung menghubungi dokter pribadi keluarga Alexander, tidak ada dari mereka yang menghubungi Nathan karena mereka sangat panik saat ini.
Alula masih meringis karena gigitan tersebut sangat sakit, yang ia khawatir kan saat ini adalah kandungan nya, ia sangat takut jika bisa ular tersebut akan berdampak besar pada kandungan nya.
Beberapa menit kemudian seorang dokter wanita datang dengan terburu-buru karena mendengar kabar bahwa istri Nathan terkena gigitan ular.
" Astaga nyonya. " Dokter yang di ketahui bernama roseline tersebut langsung menghampiri Alula dan memberikan penawar pada bagian yang terkena gigitan ular itu. Terlambat sedikit saja bisa membahayakan kandungan nya bahkan nyawa nya juga.
Alula hanya bisa meringis tapi tidak ada air mata yang keluar dari mata nya karena ia masih bisa menahan nya.
Dokter tersebut bernafas lega karena akhirnya ia bisa menghentikan bisa tersebut dan menghilangkan nya jika tidak bisa habis ia dengan Nathan karena tidak bisa menyelamatkan istri nya.
" Alhamdulillah nyonya akhirnya bisa nya bisa keluar juga. " Ucap nya lega seraya tersenyum.
Alula mengangguk dan tersenyum manis. " Makasih dokter. " Ucap nya tulus.
Roseline mengangguk. " Sudah tugas saya nyonya. " Jawab nya sopan.
Alula kembali tersenyum karena hanya itu yang bisa ia lakukan, saat ini tubuh nya sangat lemah dan pucat karena efek tadi apalagi saat ini ia tengah mengandung membuat tubuh nya sangat-sangat lemah.
" Sebaiknya nyonya istirahat saja di kamar agar tubuh anda bisa pulih kembali. " Alula mengangguk sebagai jawaban, Ia berjalan menuju kamar nya di bantu oleh para pelayan karena ia tidak sanggup untuk menopang tubuh nya saja.
Saat akan menaiki lift ia menoleh sebentar ke arah rose. " Hmm dokter, sebaiknya hal ini jangan sampai Nathan tau yah. "
Rose menaikkan sebelah alisnya. " Kenapa nyonya?. " Tanya nya bingung, bukankah Nathan harus tau karena ia adalah suaminya.
Alula menggeleng dengan wajah memelas membuat rose mau tak mau menganggukkan kepala nya. " Baiklah. "
Alula tersenyum senang, Setelah itu ia kembali berjalan bersama pelayan.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE....
__ADS_1