
Nathan berjalan ke dalam rumah. Ia masuk dengan langkah tegas nya Tapi wajah nya menunjukkan betapa lelah dirinya hari ini karena banyak sekali permasalahan yang harus segera ia selesaikan secepatnya.
" Panggil kan Danis, suruh ke ruangan saya. " Ucap nya kepada pelayan yang tidak sengaja melintas.
" Baik tuan. " Ucap pelayan tersebut seraya membungkuk hormat dan pergi dari sana untuk menyampaikan pesan nya kepada Danis.
Nathan kembali berjalan menuju ruang kerja nya karena ia akan membahas masalah penting saat ini. Masalah teror yang beberapa bulan ini datang terus menerus.
Tidak sampai Lima menit, Danis datang dan membungkuk hormat kepada Nathan. Nathan hanya mengangguk sekilas lalu mereka duduk berhadapan dengan meja sebagai penghalang.
" Bagaimana dengan pencarian mu selama ini?. " Tanya Nathan dengan wajah datar khas nya.
Danis menghela nafas nya. " Tidak salah tuan. Mereka adalah musuh dalam selimut yang memang mengincar keluarga anda. " ya, Danis selama ini menghilang karena ia di tugaskan tuan nya untuk menyelidiki kasus teror beberapa bulan ini.
Nathan menaikkan sebelah alisnya. " Jadi bener perempuan sialan itu yang melakukan semua ini?. " Tanya Nathan dengan aura dingin yang melingkupi sekitar nya. Sudah di bilang bukan ia tidak suka penghianat.
Danis mengangguk. " Tuan tidak salah memperkirakan jika memang dia pelaku semua ini. "
Nathan menghela nafas nya, mata nya menyorot tajam. " Biarkan saja dulu apa yang akan mereka lakukan, Jika kita bertindak sekarang mereka akan mengetahui jika kita telah tau apa yang mereka rencanakan. Tapi tetap pantau terus mereka. Saya tidak mau Alula menjadi incaran mereka lagi. " Perintah nya tegas yang di jawab Danis dengan anggukan tak kalah tegas.
" Saya pastikan Nyonya Alula baik-baik saja tuan karena menjaga nyonya adalah tugas saya sebagai pengawal pribadi nya!. " Ucap tegas dan penuh janji.
Nathan mengangguk dan tersenyum puas. Ia puas melihat pekerjaan Danis yang sangat baik. Ia tidak salah mempekerjakan Danis sebagai salah satu orang kepercayaan nya.
" Bagus jika begitu. Terus awasi mereka. Lusa saya akan berangkat ke Bandung dan kamu siapkan beberapa penjaga profesional untuk mengawal saya dan istri saya. " Perintah nya seraya bangkit dari duduk nya.
Danis mengangguk dan ikut berdiri. Ia menunduk hormat ketika melihat Nathan keluar dari ruangan tersebut. Setelah itu ia ikut pergi dari sana.
...****...
Nathan memasuki kamar nya yang terletak di lantai dasar. Ia tersenyum ketika melihat punggung wanita kesayangan nya sedang berdiri di depan cermin apalagi ketika mendengar ucapan-ucapan istri nya yang bernada lirih, membuat nya tersenyum geli. Seperti nya pun Alula tidak sadar jika ia masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
" Ya Allah ini pipi apa bakpao kok bulet banget. " Ucap Alula seraya menangkup kedua pipi chubby nya seraya menariknya pelan.
" Badan aku juga besar banget yah. Gak kaya dulu kurus. " Alula setia memperhatikan lekuk tubuh nya yang memang membesar karena saat ini ia tengah hamil, apalagi yang ia kandung adalah anak kembar membuat dirinya terkadang tidak cukup hanya makan satu piring.
Karena asik berbicara sendiri, Alula tidak sadar jika Nathan sedang berjalan ke arah nya. Alula baru sadar ketika Nathan akan memeluk nya dari belakang karena ia bisa lihat dari cermin.
" Eh kamu Uda pulang?. " Tanya Alula dengan wajah menatap cermin yang memperlihatkan dirinya tengah di peluk dari belakang oleh Nathan.
Nathan menggeleng. " Belum. ini arwah nya aja. " Jawab nya membuat Alula terkekeh geli.
" Hehe basa-basi kali mas. "
Nathan hanya bergumam. Ia menelusupkan kepala nya di ceruk leher Alula sedangkan tangan nya aktif mengelus lembut perut Alula yang langsung mendapatkan respon dari anak nya berupa tendangan.
" Mas aku gendut ya?. " Pertanyaan tersebut meluncur begitu saja dari bibir Alula.
Dan tanpa di duga Nathan mengangguk dengan posisi yang masih sama membuat Alula membulatkan mata nya. Tidak tau kah Nathan jika Alula itu ingin jika Nathan menyangkal nya atau memuji nya begitu.
" Lah kan iya kamu gendut karena kamu hamil. " Ucap nya santai.
Alula mengerucutkan bibir nya. Ia memandang wajah Nathan di cermin dengan kesal. Nathan terkekeh melihat wajah kesal Alula. Ia mengecup pipi Alula.
" Bercanda sayang. Nama juga hamil yah memang gitu. " Ucap nya. Nathan memutar tubuh Alula menghadap dirinya. " Kalo kamu gendut itu berarti anak kita di dalam sini sehat. " Ia meletakkan tangan nya di atas perut Alula dan mengelus nya lembut.
Wajah yang tadi nya cemberut kini kembali berseri. Alula tersenyum lebar mendengar ucapan suami nya. " Berarti anak kita sehat. " Ucap nya ikut mengelus lembut perut nya.
Nathan mengangguk dan tersenyum. Ketika teringat sesuatu ia menghentikan gerakannya di atas perut Alula membuat Alula mendongak menatap Nathan bingung.
" Aku mau ngasih tau kamu. Kita lusa akan pergi ke Bandung. " Beritahu nya.
Alula mengerutkan kening nya. " Bandung? ngapain?. " Tanya nya.
__ADS_1
Nathan menyelipkan sejumput rambut Alula di belakang telinga. " Kita liburan sekaligus menyelesaikan masalah yang belum selesai di sana. "
Alula semakin mengerutkan kening nya. " Masalah? masalah kantor kamu?. " Tanya nya lagi.
Nathan menggeleng. " Nanti kamu tau kalo Uda di sana. "
Memilih tidak banyak bertanya, Alula hanya menganggukkan kepala nya. Bandung juga bukanlah hal buruk. Di sana udara nya segar.
" Yaudah aku mau mandi dulu. " Ucap nya seraya melepaskan pelukan nya. ketika akan beranjak ke kamar mandi, suara Alula menghentikan langkahnya.
" hmm mas. " Panggil Alula.
Nathan menatap Alula. " ya?. "
Alula menautkan kedua tangan nya. " Soal foto Bunda itu... gimana?. " Tanya nya ragu.
Nathan tersenyum. Ia mengusap lembut kepala Alula. " Kamu akan tau lusa. " Ucap nya yang terkesan misterius.
Alula menatap Nathan bingung. Kenapa hari ini Nathan banyak memberikan ucapan yang penuh tanda tanya di benak Alula.
" Lusa? Bandung maksud kamu?. "
Nathan mengangguk. Ketika akan mendapatkan pertanyaan lagi dari istri nya ia langsung menyela terlebih dahulu. " Aku mau mandi dulu yah. Badan aku lengket. " Setelah itu ia pergi ke kamar mandi tanpa mendengar ucapan istri nya.
Aneh. Batin Alula seraya memandang pintu kamar mandi yang sudah tertutup dengan pandangan penuh bingung.
Alula yakin pasti Nathan menyimpan suatu hal kepada nya yang sangat penting dan pasti nya berhubungan dengan nya. Alula menghela nafas nya. Biarlah semua itu terjawab ketika lusa nanti.
Nathan menghela nafas nya di balik pintu. Ia memang sengaja tidak memberitahukan apapun kepada Alula karena itu akan menambah pikiran Alula dan akan berdampak pada kandungan nya. Biarlah ia mengetahui semua nya lusa nanti.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS....