
Hari ini mereka semua, Nathan, Alula, Dimas, Riko dan Aulia memutuskan untuk kembali mengunjungi Vita di penjara. Bukan hanya Vita tetapi Alula dan Nathan juga akan mengunjungi Jessica yang berada di lapas yang sama.
" Ingat keputusan kamu itu harus dari hati kamu oke. " Ucap Nathan seraya menggenggam tangan Alula.
" Bener kata suami kamu. Yang penting itu hati kamu tenang. " Ucap Dimas membenarkan ucapan Nathan.
Alula tersenyum lalu mengangguk. Ia melanjutkan perjalanan dengan mendorong stroller anak nya. Ia sudah yakin dengan keputusan nya. Setelah pembicaraan nya kemarin dengan suami nya, ia sudah membuat keputusan. Ia tidak ingin larut dalam masa lalu selama nya karena saat ini ia sudah punya prioritas utama yaitu suami dan anak-anak nya.
Mereka semua berjalan masuk ke dalam lapas. Pertama mereka ingin menemui Vita terlebih dahulu untuk membicarakan hal penting antara Alula dan Vita.
Jujur Alula saat ini sangat gugup. Ia tidak biasa berbicara berdua dengan ibu tirinya tersebut. Yang lain pergi memberikan waktu untuk Alula dan Vita berbicara.
" Lula. " Panggilan bernada lirih tersebut membuat Alula menoleh melihat ke arah Vita yang baru saja di antar oleh salah satu polisi.
Mereka duduk berhadapan. Saling diam seakan tengah memikirkan topik pembicaraan yang pas untuk memecah keheningan.
" Lula./mama. " Mereka kompak saling pandang ketika serempak memanggil nama mereka.
" Hmm ma-mama aja dulu. " Ucap Lula yang langsung menundukkan kepalanya. Jujur saja ia masih takut berdekatan dengan Vita.
__ADS_1
Vita tersenyum miris melihat tingkah anak tirinya yang selama ini selalu ia siksa. Tangan nya mencoba menggapai tangan Alula. Seakan tahu apa yang akan di lakukan oleh wanita di depan nya, Alula langsung menarik tangan nya dan di letakan di atas pangkuan.
Vita menipiskan bibir nya melihat perilaku Alula yang terlihat menghindari kontak fisik dari nya.
" Ma-mama mama mau minta maaf sama kamu. Mama tau mama banyak salah sama kamu. mama juga Uda buat kamu kehilangan sosok ibu dalam hidup kamu. Mama minta maaf Lula hiks. " Mohon nya dengan kepala menunduk malu atas perbuatannya selama ini.
Alula sadar dirinya terlalu lemah. Alula sadar ia adalah wanita naif yang mudah goyah hati nya. Namun ia tidak bisa melihat tatapan melas dari seseorang apalagi orang yang pernah ia panggil mama walaupun itu bukan ibu kandungnya sendiri.
Dengan perlahan ia menggapai tangan Vita yang tengah menutupi seluruh wajahnya. " Ma-mama. " Panggil nya pelan.
Vita mengangkat wajah nya yang berderai air mata itu. Ia menatap wajah anak tirinya yang mencoba untuk tersenyum.
" Dan sekarang hati Lula Uda tenang dengan gak menaruh kebencian terhadap apa yang mama lakukan sama Lula. Lula Uda sepenuhnya maafin mama. " Lanjut nya dengan tatapan meyakinkan.
Vita tersenyum haru menatap anak tirinya yang mempunyai fikiran sedewasa itu. Tanpa ragu ia langsung memeluk tubuh Alula dengan erat dan menangis.
Alula pun ikut membalas pelukan Vita. Ia tersenyum lembut ketika melihat Nathan tersenyum kepada nya ujung ruangan.
Alula dengan perlahan melepaskan pelukannya ketika semua orang masuk ke dalam. Ia menghapus air mata nya yang tanpa ia sadari menetes.
__ADS_1
Alula bangkit dari duduknya dan menghampirinya suaminya. Nathan merangkul pinggang Alula dan mengecup sekilas kening istrinya tersebut.
" Kamu hebat. " Bisik nya kepada Alula.
Alula hanya membalas dengan senyuman manis. lalu menatap stroller yang berisi anaknya yang tengah tertidur pulas.
" Mereka gak rewel. " Ucap Lula yang di angguki oleh Nathan.
" Mereka tenang dari tadi. " Jawab Nathan seraya tersenyum menatap kedua anak nya.
Sedangkan di sisi lain. Dimas mulai mendekati Vita lalu menyerahkan amplop putih di tangan nya ke hadapan istri nya tersebut.
" Ini dari pengadilan. Saya memang sudah memaafkan kamu tapi saya tetap akan menceraikan kamu. Tolong tanda tangani biar semua nya cepat selesai. " Ucap Dimas dengan wajah datar.
Vita menatap amplop tersebut dengan Dimas secara bergantian. Ia menghela nafas lalu mulai menandatangani surat perceraian tersebut. Pria yang dulu bahkan sampai sekarang masih ia cintai harus ia lepas. Pria yang ia dapatkan dengan kelicikan nya di masa lalu harus ia relakan. Ini lah konsekuensi dari semua perbuatannya di masa lalu atau di masa sekarang. Vita ikhlas menerima ini semua.
" maafkan saya mawar ". Batin nya berkata.
Aulia yang berada di belakang mama nya mencoba menenangkan Vita dengan mengelus lembut bahu mama nya. Ia tahu ini berat buat Vita tapi inilah konsekuensi dari perbuatan mama nya selama ini.
__ADS_1
Bersambung.....