Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps 38


__ADS_3

Nathan sedari tadi tidak berhenti-henti nya mondar-mandir di depan ranjang hotel yang ia tempati. Entah mengapa perasaan nya tiba-tiba saja cemas. Padahal ia baru sampai beberapa jam yang lalu di Surabaya.


Alula juga tidak mengangkat telfon nya, membuat ke khawatiran nya bertambah. Nathan menghembuskan nafas nya perlahan, lalu ia mencoba duduk di tepi ranjang untuk menghilangkan kegelisahan nya. Ia ingin menelfon Danis, namun ia baru ingat jika Danis sedang menyelidiki teror yang terjadi semalam membuat nya semakin uring-uringan.


Ketika teringat sesuatu ia langsung menekan nomor telfon rumah. Astaga ia baru ingat kalau bukan hanya Alula yang memiliki ponsel di rumah itu sangking khawatir nya dirinya.


" Dari kediaman Prayoga ada..."


" Dimana nyonya Alula. " Potong nya cepat sebelum pelayan dirumah nya menyelesaikan ucapan nya.


" Maaf tuan saya tidak tau jika ini tuan. Nyonya Alula sedang istirahat di kamar nya tuan. Kata nyonya ia kelelahan karena menyiram tanaman bunga milik nya. " ujar pelayan tersebut yang tentu saja berbohong karena Alula sudah mengatakan kepada para pelayan dan penjaga untuk tutup mulut dengan kejadian tadi. Ia tak ingin Nathan malah banyak pikiran atau akan kembali saat itu juga.


Nathan menghembuskan napas nya lega. Ia lega karena istri baik-baik saja. " Baiklah jika begitu. Kamu terus pantau apa yang di kerjakan istri saya, jangan sampai ia mengerjakan pekerjaan yang berat. " perintah nya. Karena ia tidak mau Alula kelelahan karena dirinya sedang tidak berada di samping istri nya.


" Baik tuan. "


Tut.


Nathan tersenyum lega. Setelah mendapatkan kabar jika istri nya baik-baik saja, ia bisa beraktivitas dengan tenang. Karena baru sampai tadi ia harus ke tempat proyek, Nathan beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang lengket.


...****...


" Kamu baik-baik aja kan, gak ada gejala yang lain kah?. " Tanya Jessica khawatir.


Tadi saat ia akan menjemput buku nya yang ketinggalan di rumah Nathan, Ia tidak sengaja mendengar para pelayan membicarakan tentang Alula yang terkena gigitan ular membuat nya sangat khawatir dengan anak murid nya itu dan ia langsung saja menghampiri Alula di kamar nya.


Alula mengangguk lalu tersenyum. " Lula baik kok bu, cuma pusing aja sedikit. " Ucap nya yakin.


Jessica menghela nafas lega. " Syukur lah kalau kamu baik. Ibu takut nya kamu kenapa-kenapa sama adek bayi nya. " ucap nya seraya mengelus lembut perut Alula. Saat ini posisi mereka, Alula bersandar pada kepala ranjang dan Jessica duduk di tepi ranjang, di samping Alula.


Alula tersenyum melihat ketulusan Jessica. Jessica Seperti merangkap menjadi guru sekaligus kakak bagi nya, ia sangat senang jika mendapatkan perhatian seperti ini.


" Tuan Nathan Uda tau soal ini?. " Tanya Jessica menatap Alula.


Alula menggeleng. "Lula gak mau ngebebani pikiran mas Nathan Bu. Apalagi dia lagi di luar kota. "

__ADS_1


Jessica tersenyum lembut lalu tangan nya mengelus lembut rambut Alula. " Kamu boleh khawatir sama tuan Nathan tapi kamu juga harus tetap ngasih tau dia, mau bagaimana pun dia adalah suami kamu Lula. " Ucap nya mencoba memberi pengertian untuk Alula. Mau bagaimana pun Alula itu masih remaja dan pemikiran nya masih terbilang labil.


Alula menunduk mendengar ucapan guru nya. Ia hanya takut akan membuat Nathan khawatir dan malah membuat dirinya tidak fokus dalam bekerja.


" Inget pesan ibu. Mau bagaimana pun dan apapun masalah nya kamu harus tetap kasih tau suami kamu. Jangan sampai dia tau dari orang lain dan dia kecewa sama kamu karena kamu gak mau ngasih tau. " Lanjut nya kembali.


Alula menghembuskan napas nya pelan lalu mendongak menatap wajah Jessica. " iya nanti Alula coba telfon mas Nathan. " Ucap nya seraya tersenyum.


" Anak pinter. " Ucap Jesicca seraya menepuk pelan puncak kepala Alula Seperti ia memperlakukan anak kecil.


Alula menunjukkan senyum manis nya. " Iya dong. " Ucap nya seraya terkekeh yang diikuti oleh kekehan Jessica.


" Yaudah ibu mau pulang dulu. kamu baik-baik disini, kalo ada apa-apa bilang sama pelayan yah. " Setelah mendapat anggukan dari Alula, Jessica pergi meninggalkan Alula karena ada beberapa urusan yang ia akan urus.


Melihat Jessica sudah pergi, Alula menghela nafas nya. ia bingung harus menghubungi suami nya atau tidak, ia takut membuat Nathan terganggu.


Karena merasa sangat lelah hari ini, Alula membaringkan tubuh nya di atas kasur. Ia butuh istirahat yang cukup supaya ia dan anak nya tetap kuat.


...****...


" Sudah nona. " Jawab seorang pria yang berdiri di hadapan nya.


" Bagus. Aku suka kerja mu yang cepat. " Sahut nya dengan nada senang.


" Terimakasih nona. Saya juga turut senang jika nona senang. " Ucap nya seraya tersenyum miring.


Orang tersebut mengangguk beberapa kali lalu ia berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah jendela yang terdapat di ruangan tersebut.


" Aku tidak sabar membuat nya hancur, karena aku tidak mau dia bahagia begitu saja. Ia harus hancur bagaimana pun caranya. " Ucap nya penuh ambisi dan dendam yang terpendam dalam dirinya.


" Nona tenang saja. Dia itu lemah. "


Orang tersebut mengangguk mendengar ucapan orang kepercayaan nya. Setelah itu hanya hening yang tercipta karena pikiran mereka mulai berjalan untuk memikirkan rencana apa lagi yang akan mereka jalankan.


...****...

__ADS_1


" assalamualaikum. " Ucap Alula pertama kali saat telfon nya tersambung dengan Nathan.


" Walaikumsalam. Astaga Al kamu buat aku khawatir semalam. Aku telfon gak kamu angkat-angkat. Kamu buat aku khawatir tau gak. " Ucap nya khawatir.


Alula berdehem singkat. " Maaf mas aku lupa charger ponsel semalam. Ini aja aku baru buka handphone. "


Nathan menghela nafas di sebrang sana. " Yaudah gak papa. Tapi kamu baikkan? Dede bayinya gak minta aneh-aneh kan?. " Cerca nya dengan pertanyaan.


" Aku baik dan Dede bayi nya juga gak minta aneh-aneh selama kamu pergi. Dia pengertian sama aku. " Jawab nya seraya tersenyum walaupun Nathan tidak melihat senyuman nya.


" Syukurlah kalo kaya gitu. Aku jadi tenang disini. " ucap Nathan dengan helaan napas nya.


" Kamu Uda makan?. " Tanya Alula.


" Uda tadi. makan makanan yang di sediakan di hotel. "


" Bagus lah. Inget jangan pernah telat makan sesibuk apapun itu. " peringat nya. Nathan ini kalau tidak di peringatkan tidak akan di jalankan oleh nya.


" Iya sayang. "


Alula ingin membicarakan tentang hal semalam, namun ia sedikit takut karena yang akan terkena imbas nya pasti para penjaga dan pelayan yang tidak becus menjaga nya. Namun ketika mengingat ucapan Jessica tempo hari membuat dirinya ragu.


" Hmm mas aku mau ngomong. " Ucap nya ragu.


" Hmm ngomong apa sayang?. " Tanya Nathan yang sedang duduk di dekat balkon kamar hotel.


" A-aku semalam hmm kena gigit ular. " Beritahu nya dengan nada lirih di akhir kalimat.


" APA!. "Nathan langsung bangkit dari duduk nya mendengar ucapan Alula.


Alula meringis mendengar teriakkan Nathan, Seperti nya sehabis ini Nathan akan mengomeli nya karena tidak langsung memberitahu nya semalam.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS....

__ADS_1


__ADS_2