Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps 74


__ADS_3

Flashback on.


Saat kejadian lima tahun yang lalu terjadi korupsi oleh karyawan di sebuah perusahaan besar yang baru mendapatkan kabar duka karena pemilik nya baru saja meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat.


*Nathan yang baru saja terjun di dunia perusahaan selama hampir sebulan harus menerima kenyataan pahit jika salah satu kepala divisi keuangan telah menggelapkan dana sebanyak miliyaran rupiah. Ia frustasi saat itu karena penggelapan dana tersebut membuat perusahaan nya oleng.


Nathan langsung melaporkan karyawan tersebut, namun saat akan di tangkap ia melarikan diri dan mengakibatkan kecelakaan yang cukup parah.


Jessica yang saat itu sedang menunggu kakak nya di mobil depan kantor untuk pulang bersama melihat semua kejadian. Tubuh nya membeku, ia langsung menghampiri kakak nya yang sudah tergeletak dengan darah di sekujur tubuh nya. Ia menangis histeris melihat kondisi kakak nya yang cukup parah.


Saat ambulans datang ia ikut masuk ke dalam dan terus menggenggam tangan kakak nya yang tengah di tangani oleh beberapa petugas rumah sakit.


" Kakak. " Lirih nya sendu ketika melihat kakak nya membuka matanya dengan susah payah.


" Jessica. " Panggil kakak nya dengan parau.


" Jessica harus tetap hidup dengan baik tanpa kakak uhukk. " Johan berbicara dengan susah payah. Tubuh nya terasa sakit semua. Jessica yang melihat itu semua merasa tidak tega. Ia terisak hebat melihat nya.


" Jessica harus jadi anak baik yah. Kakak gak bisa nemenin kamu sampai lulus uhukk. " Setelah mengucapkan hal tersebut Johan menutup mata nya dan menghembuskan nafas terakhirnya.


" Kakak!! " Teriak nya histeris melihat kakak nya sudah tidak bernyawa lagi. Rasa nya jiwa Jessica terguncang melihat kakak nya yang sudah tidak bernyawa.


Setelah hari itu ia bertekad akan membalaskan dendam nya kepada Nathan yang membuat kakak nya celaka. Jika saat itu Nathan tidak mengejar kakak nya sampai ke tengah jalan mungkin kakak nya akan selamat sampai sekarang. Apalagi ketika melihat Nathan enggan meminjamkannya mobil nya untuk membawa kakak nya ke rumah sakit membuat kebencian nya semakin besar.

__ADS_1


Ia benci Nathan. sangat benci.


Flashback off


Namun sepertinya kebencian tersebut harus ia hapuskan setelah melihat bukti-bukti terkait penggelapan dana yang di lakukan kakak nya lima tahun yang lalu.


Beberapa jam setelah kepergian Nathan dan Alula. Seseorang yang mengaku sebagai orang suruhan Nathan membawa beberapa bukti berupa berkas-berkas yang berisikan dimana kakak nya menggelapkan dana sebanyak miliyaran rupiah. Dan juga kakak nya sempat kabur saat akan di tangkap polisi mengakibatkan dirinya tertabrak mobil yang sedang melaju kencang di jalanan.


Dan saat akan meminjam mobil Nathan, ternyata mobil tersebut terjadi kesalahan. Rem nya blong karena sabotase dari kakak nya yang menginginkan Nathan kecelakaan.


Jessica terisak mendengar fakta tersebut. Ia menangis di pojok penjara. Ia menyesal tidak mencari tahu terlebih dahulu apa yang terjadi sebenarnya.


" Maaf. " Bisik nya lirih.


...****...


" Besok kita kembali ke penjara. " Ucap Nathan yang semakin memperat rangkulan nya.


Alula menoleh menatap wajah Nathan dari samping. " Ada apa lagi? Bu Jesi Uda baca bukti nya yah?. " Tanya Alula.


Nathan mengangguk lalu tersenyum menatap istrinya. " Setelah ini masalah selesai. kita bisa hidup tenang dengan keluarga kecil kita. " Ucap Nathan.


Alula ikut tersenyum menatap wajah suaminya. Wajah mereka kian dekat. Mengikis jarak yang ada. Hampir saja bibir keduanya bersentuhan, namun harus gagal ketika mendengar suara tangisan bayi yang begitu kencang seakan sengaja mengganggu kegiatan yang hampir tercipta oleh pasutri tersebut.

__ADS_1


Alula langsung bangkit dari duduknya meninggalkan Nathan yang wajah nya sudah memelas. Ia gagal mendapatkan jatah pagi.


" Ganggu aja Dady nya mau manja sama mommy. " Gumam Nathan seraya menyoroti Istri nya yang sedang menenangkan anak nya.


Alula kembali duduk di samping Nathan dengan baby Lili di pangkuan nya. sedangkan baby Niki di letakan ke dalam gendongan Nathan oleh pelayan yang menjaga kedua anak mereka tadi.


Selepas kepergian pelayan tersebut, Nathan kembali menatap anak perempuan nya yang sedang menyusu dengan rakus nya seakan asi tersebut akan habis jika tidak ia minum.


" Jadi pengen. " Gumam nya lirih yang masih bisa di dengar oleh Alula yang memang berjarak dekat dengan nya.


" Pengen apa?. " Tanya Alula langsung.


" Ehh. " Nathan langsung gelagapan dan memalingkan wajahnya agar tidak ketahuan apa yang ia lihat sedari tadi.


" Gak ada. " Sahut nya cepat.


Alula membulatkan mulut nya dengan kepala mengangguk pelan. Ia kembali fokus melihat anak perempuan nya yang mulai memejamkan mata kembali.


Melihat Alula yang sedang merapikan pakaian nya. Nathan langsung mendekat dan berbisik pelan. " Nanti malam jatah yah. " Setelah berucap hal tersebut ia langsung berlari ke dalam rumah seraya tertawa mendengar teriakkan melengking istrinya serta tangisan anak perempuan nya.


" JATAH APAAN! BELUM KERING TAU!!. "


" oek oek!. "

__ADS_1


HAHAHAHAHHAHAHAH


Bersambung......


__ADS_2