Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps 39


__ADS_3

Mendengar ucapan Alula tadi pagi membuat Nathan langsung berangkat pulang dan melimpahkan pekerjaan nya kepada Bagas dan Novita. Saat ini ia sangat khawatir dengan keadaan Alula dan ingin sekali melampiaskan nya dengan para penjaga yang tidak becus menjaga istri nya.


Nathan sebenarnya cukup bingung, mengapa ular bisa masuk ke dalam kediaman nya? Jika di bilang rumah nya tidak pernah sekalipun kemasukan ular. Ini semua masih janggal menurut nya.


Setelah mobil nya berhenti di pelataran rumah, Nathan segera berlari masuk, tanpa bertanya apapun pada pelayan yang menyambut nya, ia langsung berlari menuju kamar nya berada karena ia yakin istri nya tengah berada di sana.


Ceklek.


Bersamaan dengan terbuka nya pintu kamar, pintu toilet juga terbuka, memperlihatkan Alula yang baru saja keluar dari sana. Ia terkejut melihat suami nya sudah pulang dari Surabaya, ia kira omongan Nathan semalam hanya omongan belaka saja. Tapi sekarang Suami nya sudah berdiri di dekat pintu dengan masih mengenakan setelan kerja.


Melihat Alula hanya berdiri mematung, Nathan segera menghampiri nya dan langsung memeluk erat tubuh tersebut. Tubuh yang membuat nya di liputi oleh rasa khawatir.


" Kamu beneran Uda gak papa kan?. " Tanya nya seraya melepaskan pelukan nya dan menatap intens wajah hingga tubuh Alula memastikan jika tidak ada luka apapun kecuali pergelangan tangan Alula yang masih di perban karena gigitan ular.


Alula menggeleng. " Beneran? terus ini uda gak sakit kan?. " Tanya nya kembali seraya memegang tangan Alula yang masih terdapat perban di sana.


Alula kembali menggeleng sebagai jawaban. Ia hanya menatap wajah Nathan dalam diam. Jujur ia masih sedikit terkejut, ingat hanya sedikit.


" Terus kenapa kamu diam aja dari tadi?. " Tanya nya seraya menaikkan sebelah alisnya.


Alula menggeleng. " Kaget aja kalo kamu beneran balik. " Jawab nya dengan mata masih memandang Nathan.


Nathan menghela nafas nya lalu menuntun tubuh Alula agar mereka duduk di tepi ranjang untuk memudahkan mereka berbicara.


" Kamu kenapa gak bilang dari awal?. " Tanya nya mengintrogasi Alula.

__ADS_1


Alula menunduk seraya tangan nya memilin ujung dress ibu hamil yang ia pakai. " Aku gak mau mas khawatir dan memutuskan untuk pulang hanya karena masalah ini. " Sahut nya pelan.


Nathan mendelik mendengar jawaban Alula. " Hanya? Kamu bilang hanya masalah ini! Kamu tau gak sih yang kamu bilang hanya itu bisa aja ngerenggut nyawa kamu Alula!!. " Ujar nya emosi.


Alula tersentak, mata nya mulai berkaca-kaca mendengar ucapan dengan nada sedikit membentak tersebut. " Ma-maaf. " Ucap nya seraya segugukan.


Nathan mengusap wajah nya kasar mendengar isakan yang keluar dari mulut Alula. Ia kelepasan membentak istri nya itu. Nathan langsung memeluk tubuh Alula seraya mengelus lembut rambut Alula.


" sstt Uda aku minta maaf. Aku kelepasan. " Bisik nya menenangkan.


beberapa menit setelah nya akhirnya tangisan Alula berhenti hanya tersisa jejak air mata di pipi yang memerah tersebut.


Nathan menunduk dan tersenyum menatap Alula yang ternyata juga menatap nya.nathan menangkup pipi Alula. " Inget pesan aku. Kalo ada apa-apa. walaupun hal sekecil apapun itu kamu harus kasih tau ke aku karena apa? karena kamu itu tanggung jawab aku sepenuh nya. Kalo kamu terluka sedikitpun itu sama saja nyakitin hati aku. Kamu inget itu. " Ujar nya.


Alula mengangguk. " Maaf sekali lagi karena gak ngasih tau mas. " Ucap nya parau. Benar kata guru nya itu. Masalah sekecil apapun harus kita bagi dengan suami kita karena Alula sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab seorang Nathan darendra Alexander.


Alula mengangguk saja. Ia membaringkan tubuh nya di atas ranjang. Setelah memberikan kecupan singkat di kening Alula, Nathan langsung pergi untuk mengurusnya urusan nya.


...****...


" dua kali! dua kali kalian gagal menjaga nyonya! APA SAJA YANG KALIAN LAKUKAN SIALAN!!. " Teriak Nathan emosi.


Para penjaga hanya menunduk takut. Saat ini mereka memang sengaja di kumpulkan di halaman belakang karena Nathan akan meluapkan emosi nya di sini.


" Ma-maaf tuan kami lalai tuan. " Ucap salah satu penjaga tergagap.

__ADS_1


Nathan mendengus kasar mendengar ucapan salah satu penjaga. " Dan kelalaian kalian membuat istri saya terluka. " Ucap nya dingin.


" Ini peringatan terakhir untuk kalian! Jika istri saya kembali terluka karena kelalaian kalian, Saya tidak segan-segan memberikan kalian pelajaran!. " Peringat nya dengan nada dingin. Mata nya menyorot tajam ke arah para penjaga.


" Baik tuan. " Jawab mereka serempak.


" Danis belum kembali?. " Tanya nya.


" Belum tuan. "


" Baiklah. Ingat pesan saya ini yang terakhir! Kalian kembali bekerja. "


" Baik tuan. "


Setelah itu mereka pergi meninggalkan Nathan yang kini tengah berjalan ke arah tanaman bunga milik Alula.


Ia memperhatikan dengan seksama tanaman-tanaman tersebut. Mereka masih tumbuh dengan kecil dan tidak terlalu semak. Di sana juga tidak terlalu lembab untuk ular tempati. Ini pasti bukan hanya kebetulan tapi ada yang mencoba untuk mencelakai Alula dengan sengaja. Dan pasti nya ada orang dalam di sini yang membantu penyusup tersebut karena rumah nya di jaga dengan ketat.


Kemudian ia pergi menuju ruangan privat untuk mengecek keamanan yang tersembunyi di rumah ini. keamanan yang hanya dirinya dan orang kepercayaan nya saja yang tahu. Sebelum nya ia sudah menuju dimana cctv yang bisa di akses oleh siapapun, namun rekaman hari itu sudah di sabotase oleh seseorang sehingga tidak memperlihatkan apapun di kejadian hari itu. Mereka pikir Nathan bodoh untuk tidak mengetahui itu semua. Mereka pikir keamanan di rumah besar Nathan sangat mudah di akses. Tapi sayang nya mereka lebih bodoh dari apa yang mereka pikirkan sendiri.


Ia duduk di hadapan monitor besar yang memperlihatkan aktivitas di seluruh rumah nya. Ia mulai mengotak-atik monitor tersebut dan terlihat lah aktivitas dimana hari Alula tergigit ular. Hari dimana juga ia pergi meninggalkan istri nya ke Surabaya.


Nathan tersenyum sinis melihat monitor tersebut. Baginya mereka terlalu bodoh bermain-main dengan dirinya. Mereka menjalankan rencana yang sangat mudah di ketahui oleh Nathan. Mereka tidak memikirkan resiko berkhianat dengan dirinya. Resiko nya jika tidak mati maka ia akan hidup dalam kesengsaraan.


" Jika sudah memasuki kandang singa jangan harap bisa keluar dengan keadaan masih bernyawa. " Ucap nya sinis seraya mengepalkan tangannya dengan erat. Berani melukai istri nya apalagi ia tengah mengandung, Maka harus berani menanggung resiko untuk menderita di tangan nya. Bagi nya penghianat tidak layak untuk hidup tenang, bagi nya penghianat harus menanggung resiko yang ia perbuat sendiri.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS....


__ADS_2