
Aulia masih terisak di samping brankar Alula. " Gue salah gue sa---. " Ucapan Aulia terputus ketika melihat tubuh Alula bergerak gelisah.
" LULA?!. "
Nathan yang sedang memejamkan mata nya sejenak langsung membuka mata nya lebar dan menghampiri Alula termasuk Riko yang langsung memencet tombol darurat yang berada di samping brankar.
" AL!. " Ia mencoba menenangkan tubuh Alula yang terus bergerak gelisah.
" Apa yang kamu lakukan?!!. " Bentak Nathan kepada Aulia seraya mencengkram tangan Aulia erat. Wajah nya memerah marah dengan rahang yang mengeras.
Aulia menggeleng ribut seraya mencoba melepaskan cengkraman Nathan dari tangan nya.
" Tenang Nathan. " Riko mencoba menenangkan Nathan.
" Sebaiknya yang lain keluar dulu supaya kami bisa menangani pasien. " Ucap dokter dan para suster yang baru datang.
sebelum keluar Nathan menepis kencang tangan Aulia membuat tubuh Aulia terhempas, untung saja Riko sigap menangkap nya. Ia dengan pelan membawa Aulia keluar dan pintu langsung di tutup oleh salah satu perawat.
Nathan duduk di kursi tunggu dengan gelisah ia takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan terhadap Alula.
" Lia gak lakuin apapun ayah. " Ucap Aulia terisak dengan tubuh yang berada di dekapan Riko.
" Iya ayah percaya. "
Nathan memandang tajam ke arah Aulia. " Jika terjadi sesuatu terhadap istri saya, Saya tidak akan segan membunuh kamu!!. " Ucapnya tajam dengan tangan mengepal.
Aulia semakin terisak mendengar ancaman Nathan sedangkan Riko hanya diam karena ia tahu saat ini Nathan sedang dalam kondisi marah. Apapun bisa di lakukan nya jika ia melawan.
Tidak lama kemudian suara tangisan bayi terdengar kencang dari dalam ruangan. satu orang suster keluar dengan menggendong bayi perempuan Nathan dan Alula.
Tanpa kata Nathan langsung mengambil alih bayi yang menangis tersebut ke dalam dekapan nya. Bayi kembarnya pasti merasakan apa yang terjadi pada ibu nya.
" Cup Cup anak Dady. " Ucapnya mencoba menenangkan.
Dari kejauhan tampak Dimas yang sedang berlari menuju ke arah mereka dengan tergesa-gesa. Ia diberitahu oleh salah satu bawahan bahwa terjadi sesuatu terhadap anak nya.
__ADS_1
" Nathan apa yang terjadi?. " Tanya Dimas panik apalagi ketika melihat Aulia menangis di dekapan Riko.
Belum sempat salah satu dari mereka menjawab, terlihat Dokter keluar dari ruangan Alula.
" Bagaimana keadaan anak saya dok?. " Tanya Dimas langsung. Sedangkan Nathan masih berusaha menenangkan anak nya dengan telinga ia pasang lebar.
Dokter tersebut tersenyum. " Alhamdulillah pasien bisa melewati masa kritis nya. Saat ini pasien sudah sadar, namun tubuh nya masih cukup lemah karena pasien mengalami koma sudah hampir sebulan. " ujar dokter tersebut.
Semuanya merasa lega, akhirnya Alula bisa melewati semua nya.
" Kalau begitu saya permisi dulu. "
Setelah dokter tersebut pergi, Dimas langsung mengambil alih bayi Nathan.
Nathan tersenyum singkat ke arah Dimas lalu masuk ke dalam ruangan. Ia berhenti sejenak ketika melihat istrinya sedang di bantu oleh suster agar bisa menggendong bayi laki-laki nya.
" Sayang. " Lirih nya yang masih bisa di dengar oleh Alula.
Alula menoleh. " Mas. " Ucapnya seraya tersenyum manis dengan bayi laki-laki di gendongan nya.
" Aku takut. Aku taku Al kamu pergi. " Racau nya dengan isakan yang ia tahan.
Alula tersenyum lembut mencoba tetap tenang. Tangan nya yang tidak menahan tubuh anak nya mengelus lembut kepala Nathan yang terbenam di perut nya.
" Aku masih di sini mas. " Ucapnya lembut.
Nathan mendongak menatap wajah istri nya dengan air mata yang masih mengalir di pipi nya. " Aku takut kamu pergi ninggalin aku sama anak-anak. " Ucapnya pelan.
Dengan pelan Alula menghapus air mata Nathan lalu mencium kening suaminya dengan lembut. " Lihat aku masih di sini. " Ucapnya menenangkan.
Nathan mengangguk lalu ikut mencium kening istrinya dengan lembut dan sedikit lama. " I love you. " Ucapnya setelah menjauhkan wajahnya dari wajah Alula.
Alula kembali tersenyum. " I love you to. " Jawab nya.
Dimas yang sedari tadi melihat drama anak dan menantunya tersebut ikut menghampiri anak nya.
__ADS_1
" Ayah. " Panggil Alula ketika Dimas mendekat. Nathan sedikit menyingkir agar Dimas bisa mendekat.
Cup.
" Anak ayah hebat. " Ucapnya setelah mencium kening Alula.
Alula tersenyum lalu mata nya jatuh pada bayi mungil di gendongan Dimas.
" Ini anak Lula satu lagi?. " Tanya nya yang di jawab anggukan kecil oleh Dimas.
Alula tersenyum senang lalu Dimas meletakkan dengan perlahan bayi mungil tersebut ke gendongan Alula.
Alula tersenyum haru melihat kedua bayi nya yang berada di gendongan nya. Ternyata ia masih di berikan kesempatan untuk dapat melihat dan merawat anak-anak nya oleh tuhan.
" Anak kita mas. " Ucapnya lirih seraya melirik ke arah Nathan. Anak nya sangat mirip dengan Nathan.
Nathan mengangguk pelan lalu mendekat ke arah istri nya.
Cup. cup.
Nathan mencium kening kedua anak nya. " Anak kita sehat dan kuat berkat ibu hebat nya. " Ujar nya manis.
Alula mengangguk dengan tangisan haru di wajah nya.
Dimas yang masih berdiri di sana tak kuasa menahan air mata nya yang akan jatuh. Akhirnya kebahagiaan menghampiri anak nya.
" Siapa nama nya?. " Tanya Alula.
Nathan tersenyum lebar mendapatkan pertanyaan tersebut. "Liliya Anastasya putri Alexander dan Niko Narendra putra Alexander. Nama tengah mereka aku ambil dari nama aku dan kamu sayang. "
Aluka tersenyum menatap anak nya. Ia mencium kening kedua anak nya walaupun agar sedikit susah. " Baby Nik dan Baby Lili. " Ucapnya dengan nama panggilan yang ia buat.
Akhirnya kebahagiaan keluarga kecil tersebut lengkap walaupun harus melewati beberapa ujian kehidupan.
"Alula. "
__ADS_1
Bersambung....