
Setelah pembahasan mereka di rumah sakit semalam di akhiri dengan Alula yang di perbolehkan ikut mereka ke penjara yang pastinya nya di awali oleh rengekan Alula kepada ayah nya yang kebetulan baru datang ke rumah sakit. Dan Nathan sebagai suami hanya bisa bersabar.
" Nanti kamu jangan terlalu banyak gerak. " Peringat Nathan yang sedang mendorong kursi roda Alula.
Saat ini mereka baru saja sampai di kantor polisi yang menahan Vita dan Jessica.
Alula mendengus mendengar ucapan Nathan. " Gimana aku bisa banyak gerak kalo aku aja belum bisa jalan bener- bener. " Balas Alula yang sedang menggendong baby Lili sedangkan baby Niki berada di gendongan Aulia. Yah, karena Alula mengalami koma hampir satu bulan, kaki nya masih terasa kaku jika digunakan untuk berjalan.
Nathan tersenyum gemas melihat Alula mengerucutkan bibirnya. " Gemes banget sihh. " Ucapnya gemas seraya menekan kedua pipi Alula.
Alula menepis pelan tangan Nathan. " Sakit tau. " Ucapnya seraya mengelus pipi nya yang pasti sudah memerah karena kulit nya yang putih.
Nathan terkekeh geli lalu mengecup singkat pipi istri nya. " Uda sembuh. " Balas nya yang membuat pipi Alula bertambah merah karena malu.
Aulia memandang datar pasangan di depan nya inj yang selalu berdebat dan mengumbar kemesraan. Kan ia jadi ingin menikah jika begini.
" Ayah kayak nya Aulia mau nikah deh. " Ujar Aulia tiba-tiba kepada Riko yang berada tepat di sebelah kanan nya.
__ADS_1
Riko dan Dimas langsung menatap Aulia. " Kamu mau nikah? sama siapa? Uda ada calon nya?. " Tanya Riko beruntun.
" Atau mau ayah jodohkan sama anak temen papa? Papa jamin ganteng-ganteng. " Balas Dimas.
Aulia memandang kesal ke arah kedua ayah nya ini. " Pokoknya Aulia mau nikah. Bosen liat mereka berdua terus. " Tunjuknya pada Alula dan Nathan.
Kedua pria paruh baya tersebut terkekeh pelan mendengar nya karena ia tau apa yang di rasakan anak nya karena terkadang ia juga iri melihat sepasang suami istri tersebut.
Kali ini mereka bisa tertawa tidak tau apa yang terjadi jika mereka telah sampai di dalam nanti.
...****...
Vita yang sedang merunduk di pojok penjara mengangkat kepalanya. Terlihat mata nya yang sayu dan sembab dengan lingkaran hitam di sekeliling mata. Ia terlihat kacau.
" Ada apa bu?. " Tanya nya bingung.
" Ada yang ingin menemui kamu. Ayok ikut saya. " Polisi wanita itu menarik tangan Vita dan memborgol nya. Mereka berjalan menuju ruang tunggu untuk tamu lapas.
__ADS_1
Sepanjang jalan ia sibuk berfikir siapa yang hendak menjenguk nya saat ini?.
Sedangkan Dimas dan lainnya sedang duduk di kursi tunggu untuk bertemu dengan Vita. Alula sedari tadi duduk dengan gelisah. rasa trauma itu masih ada karena kejadian hampir satu bulan yang lalu, yang hampir merenggut nyawa nya beserta anak-anaknya.
" Mama!. " Panggil Aulia membuat semua atensi mengarah pada Vita yang sedang di bawa oleh petugas polisi.
" Lia. " Bisik Vita lirih dengan mata berkaca-kaca.
Polisi wanita tersebut pergi setelah mengantar Vita pada keluarganya.
Mereka semua terdiam membisu dengan pandangan penuh arti. Ada rasa rindu kecewa, ingin marah dan lain-lainnya yang mereka rasakan.
Aulia maju terlebih dahulu lalu berdiri di hadapan mama nya. ia menangkup wajah Vita dengan lembut. " Mama. " Lirih nya setelah melihat kondisi mama nya. Wajah sembab dengan lingkaran hitam di bawah mata nya. Tubuh yang kurus dari biasanya. Baru satu bulan mama nya tinggal di penjara sudah seperti ini. Hati Aulia teriris melihat nya.
Vita menggenggam tangan anak nya dengan gemetar. " Lia sayang. " Bisik nya lirih.
Semua yang di sana hanya diam membiarkan kedua ibu dan anak tersebut mengungkapkan kerinduan masing-masing.
__ADS_1
Padahal baru sebulan Vita di sini, namun perasaan kesepian dan kerinduan itu terasa sangat lama. Ia jadi berfikir bagaimana selama ini yang di alami anak tirinya, Alula yang ia pisahkan dari ibu nya serta menjauhkan ia dengan ayah nya.
Bersambung....