
Nathan memandang dalam diam, namun pandangan nya sangat tajam saat ini. Tangan nya terkepal erat. Ingin sekali ia memukul keras wanita di hadapan nya ini. Wanita yang sudah dengan beraninya membuat celaka istri nya.
Sedangkan wanita di hadapan nya yang ternyata adalah kepala pelayan di rumah Nathan, Sedang menangis histeris dengan tubuh yang berlutut tepat di depan Nathan seraya memeluk erat kaki Nathan memohon ampun.
" Maafkan saya tuan. Saya hiks diancam tuan. " mohon nya seraya terisak hebat dengan tangan mengguncang kaki Nathan.
" Kalau kamu di ancam bicara siapa yang mengancam kamu sialan!!. " Ucap Nathan geram. " Jika kamu bicara urusan kita selesai!. " Ucap nya dengan nada tegas dan dingin.
Wanita yang di ketahui bernama Sintia tersebut menggelengkan kepala nya dengan cepat, ia tidak berani menjawab pertanyaan Nathan.
Nathan semakin geram melihat nya. Wanita di hadapan nya ini sangat keras kepala. Apa susah nya membuka mulut atas semua kejadian yang terjadi. Nathan juga berjanji setelah ia mengatakan semua nya ia akan menjamin perlindungan Sintia sedangkan keluarga nya? Sintia adalah anak yatim-piatu dan tidak memiliki sanak keluarga lagi. Jadi apa yang membuat nya takut untuk berbicara.
Nathan mencengkeram dagu Sintia dengan kuat membuat Sintia meringis kesakitan. " Kamu tau kan saya gak suka penghianat?!. " Ucap nya penuh penekanan. Sintia mengangguk kaku.
" KALAU TAU CEPAT BICARA!!. " Teriak nya seraya menghempaskan dagu Sintia membuat kepala Sintia tertoleh ke samping dengan kuat.
Sintia tetap menggelengkan kepala nya dengan kuat. Nathan semakin geram dengan tingkah Sintia. Ia menghela nafas nya kasar, Jika berlama-lama di sini ia bisa hilang kendali. Ia tidak ingin melukai wanita di hadapan nya yang sebenarnya adalah wanita rapuh yang bekerja untuk menghidupi hidup nya. Jika begini ia jadi teringat Alula dan ibu nya yang sama-sama wanita, walaupun wanita di hadapan nya berbeda dengan istri dan ibu nya.
" Urus dia sampai angkat bicara tapi ingat jangan sampai di terluka. Dia wanita. " Ujar nya dingin kepada para penjaga yang berada di sana. Setelah mendapat anggukan dari para penjaga, ia pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan jeritan Sintia yang tengah memanggil nama nya.
...****...
" Kamu ngapain disini?. "
Nathan yang baru saja keluar dari sebuah ruangan terkejut mendengar suara istri nya. Ia memutar tubuh nya mengarah ke arah Alula yang tengah berdiri di hadapan nya seraya memandang nya bingung.
" Itu ruangan apa?. " Tanya nya kembali dengan mata yang mencoba menatap ke pintu yang terbuka sedikit.
Nathan langsung menutup rapat pintu tersebut dan menghampiri istri nya. " Gak ada cuma gudang aja. " Jawab nya mencoba santai. Untung nya ruangan tempat Sintia di sekap terletak di bawah tanah jadi suara nya tidak terdengar sampai disini.
__ADS_1
Alula membulatkan mulut nya seraya mengangguk-anggukan kepala nya tanda mengerti. Lalu melangkah pergi bersama Nathan yang tengah memeluk pundak nya.
" Kamu ngapain di sana tadi?. " Tanya Nathan penasaran karena bisa-bisanya Alula berada di tempat yang seharusnya jarang orang ke sana kecuali para penjaga di rumah ini. Ruangan itu pun tepat berada di sudut belakang rumah.
Alula mengangkat kepala nya untuk melihat wajah Nathan. " Aku tadi nyariin mas sampai keliling rumah dan sampai deh aku ke situ dan kaget juga kamu nya keluar dari ruangan yang menurut aku dari pintu nya aja serem. " Ujar nya seraya bergidik ngeri.
Nathan tersenyum tipis lalu tangan nya mengacak lembut rambut Alula. " Lain kali jangan ke sana yah. Nanti kamu capek. " Nasehat nya.
Alula mengangguk. Mereka berjalan beriringan menuju ke halaman samping dimana letak kolam renang outdoor berada dengan tangan Alula yang menggoyangkan genggaman nya persis seperti anak kecil.
Sesampainya di sana mereka duduk bersebelahan di kursi santai yang tersedia di sana. Nathan memanggil salah satu pelayan untuk menyediakan mereka jus dan cemilan.
" Jadi kamu gak balik lagi ke Surabaya?. " Tanya Alula.
Nathan menggelengkan kepala nya. " Aku gak mau ninggalin kamu lagi. " Jawab nya seraya menggenggam tangan Alula yang terbebas dari perban.
Alula tersenyum mendengar ucapan dari suami nya. Suami nya ini mah romantis able. Lalu pandangan nya mengarah ke depan dimana terdapat kolam renang yang luas.
" Mas. " Panggil nya.
Nathan memutar kepala nya menghadap Alula seraya menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya ' kenapa? '.
Alula tersenyum lalu tangan nya menunjuk ke arah kolam berenang. " Aku mau berenang disitu eh enggak-enggak anak kamu yang mau. " Ralat nya.
Nathan tersenyum lembut lalu bangkit dan berdiri. Ia menjulurkan tangan nya ke arah Alula yang wajah nya penuh dengan semangat.
Dengan perasaan senang ia langsung memegang tangan Nathan dan berjalan ke arah tepi. Seketika ia langsung merubah raut wajah nya melihat ke dalaman kolam tersebut. Ia bergidik ngeri memandang kolam tersebut.
" Gak jadi deh. " Ucap nya berubah pikiran.
__ADS_1
Nathan menatap Alula bingung, perasaan tadi ia sangat antusias. " Kenapa gak jadi?. "
" Takut. " Cicit nya takut.
Nathan tersenyum tipis, ia melepaskan tangannya dan langsung masuk ke dalam kolam karena sebelum ia menemui Sintia, ia ganti baju dulu menggunakan kaos dan celana jeans selutut.
" Ayo masuk. " Ajak Nathan di pinggir kolam.
Alula menggeleng dan hanya duduk di tepi kolam dengan kaki ia juntai ke bawah.
Melihat Alula duduk di tepi kolam, Nathan langsung mengangkat tubuh Alula membuat Alula terlonjak kaget dan langsung memeluk leher Nathan dengan erat.
" Mas Nathan!. " Pekik nya dan langsung memukul bahu suami nya dengan mata terpejam.
Nathan terkekeh geli. " Coba buka mata nya. " Perintah nya yang di jawab gelengan kuat oleh Alula.
" Buka aja Lula nanti anak aku ileran gara-gara kamu gak turuti. " suruh nya kembali.
Dengan ragu Alula membuka mata nya dengan perlahan, tangan nya masih memeluk erat leher Nathan karena ia takut tenggelam.
" Masih aman kan?. " Tanya nya geli melihat wajah Alula kembali berbinar.
Alula mengangguk dengan antusias. Ia menggerakkan kaki nya di dalam air dengan perasaan senang. Seperti nya ini hormon ibu hamil nya membuat dirinya bertingkah seperti anak kecil.
Nathan tersenyum geli melihat tingkah istri nya yang sangat menggemaskan di mata nya. Ia sangat senang ketika Alula bergantung pada nya walaupun hal sekecil apapun karena dirinya merasa senang dan di butuhkan jika Alula meminta ini itu pada nya.
Nathan tersenyum jahil melihat Alula yang masih antusias memainkan kaki nya di air. Dengan jahil ia menenggelamkan wajah nya di air membuat Alula memekik kaget.
" NATHAN NANTI AKU TENGGELAM IHH!!. "
__ADS_1
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE......