
Dimas masuk ke dalam rumah nya setelah pertemuan nya dengan Nathan tadia. Ketika sampai di dalam rumah, Ia di sambut dengan celotehan istri dan anak nya yang tenang membicarakan tentang barang-barang keluaran terbaru.
Mendengar langkah kaki, Vita dan Aulia langsung menolehkan kepala nya ke arah Dimas.
" Mas Uda pulang?. " Tanya Vita seraya berdiri dari duduk nya dan menghampiri suami nya yang kelihatan banyak pikiran. Ia mencium punggung tangan Dimas dengan lembut.
" kok cepet banget pulang nya?. padahal ini masih siang loh. " Tanya nya seraya melepaskan jas yang melekat di tubuh Dimas.
" Aku hari ini lagi gak banyak kerjaan. " Jawab Dimas seraya duduk di single sofa, tepat di hadapan Aulia.
" Ayah tau gak sih yah, temen aku baru aja pulang dari Disneyland. Pengen deh aku ke sana yah. " Ucap Aulia antusias seraya berpindah ke samping ayah nya.
Dimas tersenyum mendengar ucapan putri nya. Ia tau keinginan anak nya ini. " Jadi kamu mau ke sana? Kuliah kamu juga masih lama kan masuk nya. "
Pertanyaan Dimas tersebut membuat Aulia melebarkan senyuman nya. Ayah nya selalu tahu apa yang ia inginkan.
" Aku mau kalo ayah ngizinin. " Ucap Aulia penuh semangat.
Vita hanya tersenyum melihat isteraksi kedua nya. Inilah yang ia inginkan, Senyum bahagia putri nya ketika bersama Putri nya. Semoga saja ini bertahan lebih lama.
" Izinin dong. Apasih yang enggak buat anak ayah ini. " Ucap Dimas seraya mengelus lembut rambut Aulia.
" yey sayang ayah. " Aulia bersorak riang seraya memeluk erat ayah nya dari samping.
Dimas hanya tersenyum dan ikut membalas pelukan putri nya, namun ketika ia memeluk Aulia, perasaan nya seperti berbeda, Seperti ada yang mengganjal dan ia tidak tahu itu apa.
Ada apa ini. Batin nya bertanya.
...****...
Maya sedari tadi duduk gelisah di atas sofa. Mata nya sesekali melirik seseorang yang sedang duduk di hadapan nya. Mereka hanya berdua di ruangan ini karena Maya ingin menyampaikan sesuatu.
" Lula. " Panggil nya ragu. Yah, di hadapan nya saya ini adalah Alula. Maya sengaja datang kemari untuk meminta maaf langsung dengan Alula atas permintaan Bagas karena menurut Bagas, Maya selama ini salah menilai Alula dengan wanita murahan.
Nathan dan Bagas saat ini sedang pergi ke kantor karena ingin mengurus sesuatu.
__ADS_1
Alula mengangkat kepala nya yang sedari tadi menunduk. Ia sebenarnya masih sedikit takut dengan Maya karena perlakuan nya dulu yang selalu merundung nya saat di sekolah bersama kakak tiri nya.
" Ya?. " Jawab Alula.
Maya menghela nafas nya mencoba untuk memberanikan diri untuk meminta maaf pada Alula. Sebenarnya ia tidak enak hati kepada Alula ketika mengingat betapa jahatnya dirinya dulu sering membully Alula yang notabenya adalah wanita baik-baik dan berhati lembut.
" Gu-gue mau minta maaf sama Lo. Ma-maaf Uda nyakitin Lo baik fisik maupun batin Lo. " Ucap Maya dengan kedua tangan saling bertaut yang menunjukkan betapa gugup diri nya saat ini.
Alula menarik kedua sudut bibir nya membentuk senyuman lembut. Ia berpindah duduk di samping Maya dan menggenggam tangan nya lembut membuat Maya mendongak terkejut.
" Aku Uda maafin kamu jauh sebelum kamu minta maaf. " Ungkap nya tulus karena Alula bukan seorang pendendam yang larut akan kesalahan orang lain.
Maya menatap wajah Alula dengan terharu. Astaga betapa baik dan lembut nya hati Alula yang dengan gampang nya memaafkan dirinya begitu saja padahal kesalahan nya cukup banyak.
Maya langsung memeluk tubuh Alula dengan erat seraya terisak. Ia menangis. Menangisi kebodohan nya selama ini yang mudah sekali terhasut oleh omong kosong Aulia. Tapi ia berjanji sekarang akan memperbaiki hubungan nya dengan Alula dan akan bersikap sebaik mungkin.
" Makasih hiks Lo Uda mau maafin gue yang jahat ini. "
Alula mengelus lembut punggung Maya yang bergetar. " Iya sama-sama. Uda ih jangan nangis. " Ucap Alula seraya melepaskan pelukan nya.
Alula tertawa kecil ketika melihat wajah sembab Maya yang terlihat lucu.
Maya menatap Alula yang tertawa. " Lo kenapa ketawa?. " Tanya nya.
Alula menggeleng. " Wajah kamu lucu kalo habis nangis. " Ucap nya terkikik geli.
Maya mendengus mendengar ucapan Alula. Alula sama saja seperti Bagas yang juga mengatai nya seperti itu.
" Sekarang kita teman. " Ajak Alula dengan senyuman seraya mengulurkan tangan nya di hadapan Maya.
Maya tertegun mendengar ucapan Alula. Ia menatap uluran tangan Alula sebentar setelah itu ia tersenyum dan menerima uluran tersebut.
" Teman. " Jawab nya.
Mereka melepaskan tautan tangan mereka dan tersenyum bersama.
__ADS_1
" Akhirnya gue lega juga bisa minta maaf sama Lo. " Ucap Maya seraya menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.
Alula ikut menyandar dengan tangan yang aktif mengelus lembut perut nya. " Aku juga. "
Maya menatap Alula bingung. " Juga apa?. "
Alula menatap Maya. " Lega aja gitu kalo kamu Uda gak salah paham sama penilaian kamu terhadap aku. "
Maya hanya mengangguk. Lalu setelah itu hening di ruangan tersebut.
" Aww. " Ringisan Alula membuat Maya terkejut dan langsung menegakkan tubuhnya.
" Lo kenapa?. " Tanya nya khawatir.
Alula tersenyum. " Gak papa. Aku kaget aja tiba-tiba anak aku nendang. " Ucap nya seraya mengelus perut nya.
Maya membulatkan mata nya. " Mana coba gue mau rasain. " Ucap nya antusias. Maya ini ada cewek yang sangat suka dengan bayi dan ia juga suka memegang perut ibu hamil hanya untuk merasakan tendangan yang ada di dalam sana.
Alula mengangguk. Ia meletakkan tangan Maya di atas perut nya.
" Woahhh. " Maya melebarkan mata nya ketika merasakan tendangan dari perut Alula. Wajah nya berbinar cerah ketika bukan hanya satu yang ia rasakan tapi beberapa tendangan karena di dalam perut Alula juga bukan hanya satu tetapi ada dua bayi kembar.
Karena merasa kurang puas meletakkan tangan nya di atas perut Alula, Maya kembali mencondongkan kepala nya di depan perut Alula.
" Hola ponakan Aunty. " Sapa nya tepat di depan perut Alula. Maya juga mengecup lembut permukaan perut Alula mencoba berinteraksi dengan bayi di dalam nya.
Alula terkekeh geli melihat tingkah Maya yang mengajak anak nya berinteraksi. Apalagi ketika mendengar ocehan demi ocehan yang terlontar di bibir Maya membuat Alula tidak kuasa menahan tawa nya.
" Kalian harus sehat-sehat biar bisa ngeliat wajah cantik aunty mu ini muachh. " Terakhir ia mengecup kembali perut Alula sebelum menegakkan tubuh nya.
Maya menatap wajah Alula yang juga tengah menatapnya bingung. " Kok gue juga pengen hamil yah. " Ucap nya lirih yang masih bisa di dengar oleh Alula membuat Alula tidak kuasa menahan tawa nya.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS....
__ADS_1