Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
Eps 54


__ADS_3

" Hiks hiks ke-kenapa hiks baru sekarang ayah tau hiks..Aku uda cukup lama menderita hiks... " Alula menangis di pelukan Nathan.


Selepas pulang tadi, Mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap. Dan di sini lah mereka, duduk di atas ranjang dengan Alula bersandar di dada bidang suami nya.


" Aku hiks.. gak mau ketemu ayah. "


Nathan menangkup pipi istri nya. " Kamu gak boleh ngomong kaya gitu. Mau gimanapun dia atau sifat nya dia tetap ayah kamu. Aku tahu kamu kecewa, tapi jangan terlalu berlarut-larut yahh. " Nasehat nya seraya mencium lembut kening Istri nya. Bukannya tenang ia malah semakin terisak mendengar ucapan Nathan.


" sstt uda jangan nangis terus. Kasian adek nya di dalam ikutan sedih. " Ucap Nathan dengan tangan yang mengelus lembut perut Alula.


Alula mencoba menahan tangis nya, namun tidak bisa karena otak nya masih memikirkan kejadian tadi.


Nathan menghela nafas nya. Ia memeluk erat tubuh istri nya. Alula pun juga semakin merapatkan tubuh nya pada suami nya.

__ADS_1


Lama-lama Alula terbuai dengan usapan suami nya di kepala nya membuat mata nya dengan perlahan tertutup dan hembusan nafas nya yang teratur.


Nathan menunduk. Ia tersenyum ketika melihat wajah damai istri nya yang sudah terlelap. Ia mengelus lembut pipi istri nya yang masih ada sisa jejak air mata. Ia membenarkan posisi Alula lalu ikut berbaring di samping Alula seraya menarik selimut untuk membungkus tubuh mereka berdua.


Baru saja menutup mata nya. Suara bel membuat mata nya kembali terbuka. Ia menarik nafas nya lalu bangkit dari tidurnya seraya membenarkan selimut yang sedikit melorot.


Saat membuka pintu. Wajah Dimas langsung terlihat jelas. Nathan menyorot tajam ke arah mertua nya tersebut. " Ngapain anda kemari?! " Tanya nya tidak suka.


Dimas tersenyum tipis melihat tanggapan dari menantu nya itu. " Saya hanya ingin bertemu dengan putri saya. " Ucap nya sendu.


Dimas menghela nafas nya. Kepala nya menunduk. " Saya tahu saya salah. Saya ke sini mau minta maaf sama putri yang sudah saya sakiti selama ini. Putri yang bahkan kehadiran nya tidak saya anggap sama sekali. " Ucap nya dengan mata berkaca-kaca. Ia sadar ia kesalahan cukup fatal. Tapi apa tidak bisa untuk ia meminta maaf kepada putri yang bahkan tumbuh kembang nya ia tidak tahu sama sekali.


Nathan membuang wajah nya ke samping. " istri saya sedang istirahat. Ia kelelahan hari ini. Jika ingin meminta maaf datang lah esok. " Ucap nya dengan nada datar.

__ADS_1


Dimas cukup kecewa mendengar ucapan Nathan, Namun ia hanya mengangguk lalu memutar tubuh nya untuk kembali ke dalam kamar nya. Namun panggilan seseorang yang cukup familiar membuat dirinya segera menghentikan langkahnya.


" Ayah. "


Dimas memutar tubuh nya dengan perasaan membuncah. Dapat ia lihat sosok Alula berdiri tepat di samping Nathan dengan tangan yang memegang perut nya. Wajah nya terlihat sembab dan pancaran mata nya juga terlihat sendu memandang nya.


Hati nya seperti tercubit melihat sosok anak nya sekarang, sosok yang ia abaikan ternyata sudah tumbuh menjadi wanita hebat dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu dari anak yang di kandung nya sekarang. Dimana letak hati nya selama ini sudah mengabaikan sosok wanita hebat seperti anak nya.


" Ayah mau pergi gitu aja gak mau liat anak ayah yang Uda beberapa tahun ayah abaikan ini. " Ucap nya sedih membuat Dimas langsung berlari dan memeluk erat tubuh anak nya tersebut.


Alula ikut membalas pelukan sang ayah yang sudah sangat lama ia rindukan selama ini pelukan nya selama hampir 18 tahun lama nya. Setelah lama berpikir di kamar tadi ketika mendengar suara Dimas akhirnya Alula memutuskan untuk keluar, benar kata Nathan mau bagaimana pun sikap ayah nya di masa lalu. Dimas tetap lah ayah nya itulah yang ia pikirkan dan rasakan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS...


__ADS_2