Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps 55


__ADS_3

Setelah adegan haru ayah dan anak di depan pintu tadi. Saat ini mereka sedang duduk di sofa yang tersedia di kamar hotel tersebut dengan Alula yang duduk di samping ayah nya sedangkan Nathan, ia duduk di hadapan ayah dan anak itu.


Berkali-kali Nathan menghela nafas nya melihat Alula terus menempel pada ayah nya. Ia tahu jika inilah yang Alula tunggu selama ini, namun di sini ia merasa terabaikan. Ia tidak suka ketika Alula mengabaikan nya.


" Aku seneng bisa kaya gini sama ayah. " Ucap nya senang seraya memeluk lengan Dimas.


Dimas tersenyum. Ia mengelus lembut rambut Alula. " Ayah juga sama sayang. " Ucap nya seraya mengecup kening Alula dengan lembut. Ia sudah berjanji tidak akan membuat anak nya terluka lagi oleh nya. Mulai sekarang ia akan mencoba membahagiakan putri nya dengan sepenuh hati. Cukup 17 tahun ini Alula menderita.


Alula semakin tersenyum lebar. Ia sangat senang hari ini, akhirnya dirinya bisa sedekat ini dengan ayah nya. Impian nya yang dulu kini sudah di capai nya. Tidak ada yang bisa mendiskripsikan kebahagiaan nya sekarang.


" Gimana kandungan kamu?. " Ucap nya seraya mengelus lembut perut putri nya yang membuncit tersebut.


Alula menunduk melihat perut nya lalu kembali memandang ayah nya. " Mereka sehat. " Ucap nya.


Dimas mengerutkan kening nya. " Mereka?. " Tanya nya bingung. " Maksudnya bayi kamu kembar?. "Tanya nya lagi.


Alula mengangguk membuat Dimas merekah kan senyum nya. " Cucu opa sehat-sehat di sana sayang. " Ucap nya dengan tangan yang masih mengelus perut Alula.


Duk.


Dimas dan Alula tersentak. Mereka saling pandang satu sama lain, lalu terdengar tawa bahagia dari mereka berdua. Seperti nya bayi Alula sangat senang di sapa oleh opa nya.


Nathan yang sudah tidak tahan langsung menarik tangan Alula sehingga membuat Alula tersentak dan duduk di atas pangkuan Nathan.


" Kamu ihh ngagetin. " Ucap nya kesal seraya memukul pelan bahu Nathan. Ia malu, disini masih ada ayah nya dan dengan tidak tahu malu nya Nathan mendudukkan dirinya di pangkuan nya.


Nathan hanya mengedikkan bahu nya lalu tangan nya memeluk erat pinggang Alula agar tidak terjatuh. Dimas menggelengkan kepala nya melihat kelakuan menantu nya yang tidak tahu malu mengumbar kemesraan di depan dirinya. Saat teringat sesuatu, ia memandang wajah Alula dan Nathan.

__ADS_1


" Nanti sore kita ke makam bunda kamu yah. " Ucap nya yang langsung mengalihkan atensi kedua pasutri yang sedang adu kemesraan tersebut.


" Makam bunda di sini?. " Tanya Alula dengan mata berbinar.


Dimas mengangguk membuat Alula tersenyum cerah. Akhirnya ia bisa mengunjungi makam ibu nya yang selalu ia impikan.


...****...


" Ayah belum pulang ya ma?. " Tanya Aulia seraya duduk di samping mama nya yang sedang meminum teh.


Vita menoleh ke arah Aulia. " Belum. Ayah kamu juga gak ada hubungin mama. Biasanya kalo lagi di luar kota gini ayah kamu pasti hubungi mama walau sibuk sekalipun. " Ucap Vita sedikit sedih karena suami nya itu tidak ada menghubungi dirinya sama sekali.


" Mungkin ayah terlampau sibuk Sampe gak bisa hubungi mama. " Sahut nya mencoba membuat mama nya tenang.


Vita menganggukkan kepala nya. " Mungkin. "


" Mungkin beberapa hari lagi ayah bakalan pulang dan bakal bawa oleh-oleh untuk kamu. " Beritahu nya membuat mata Aulia langsung berbinar cerah ketika mendengar oleh-oleh karena jika Dimas memberikan oleh-oleh pasti akan yang mahal-mahal.


" Teror kamu Uda berhasil?. " Tanya Vita kepada anak nya yang sedang menyenderkan kepalanya di sandaran sofa.


Aulia mengangkat bahu nya tidak tahu. " Aku berhenti karena dia sama suami nya lagi pergi gitu kata nya. " Ucap nya acuh.


" Kamu jangan terlalu acuh begitu Aulia. Kita gak tahu apa akibatnya jika sampai kedepannya semua nya akan terbongkar. Mama tahu pasti Nathan akan bertindak. " Ucap nya seraya menghela nafas nya gusar.


Aulia menegakkan tubuh nya ketika mendengar ucapan sang mama. " Aku bingung deh liat mama. Mama selalu bilang semua nya akan terbongkar. Apa nya yang terbongkar si mah? Aku bingung lama-lama liat mama. "


Vita menghela nafas nya kembali. " Kamu gak perlu tau Lia. Yang perlu kamu tau jika semua nya terbongkar, Kita yang akan hancur. " Ucap Vita lalu pergi meninggalkan anak nya itu.

__ADS_1


Aulia mengerutkan keningnya melihat tingkah sang mama. " Apasih yang di sembunyikan mama. Kaya nya fatal banget. " gumam nya seraya memainkan ponsel nya.


" Ini juga si Maya. Gua telfonin gak pernah di angkat di chat juga jawabnya singkat banget. " Gerutu nya kesal karena sahabat nya itu sangat susah sekali di hubungi. Bahkan Maya selalu menghindar jika bertemu dirinya di suatu tempat. Padahal ia hanya ingin mengajak sahabat nya itu untuk mendaftar di kampus yang sama dengan dirinya.


...****...


" Dia sudah tidur?. " Tanya Dimas ketika melihat Nathan baru saja keluar dari kamar nya. Setelah menghadiri makam mawar dan berakhir dengan Alula yang menangis dengan histeris, mereka saat ini sedang berada di rumah lama Dimas yang memang sudah di bersihkan karena akan mereka tempati sementara selama mereka di Bandung.


Nathan mengangguk menjawab pertanyaan dari mertua nya tersebut. Cukup lama membuat Alula berhenti menangis dan sekarang istri nya itu sudah terlelap tidur karena lelah menangis.


Dimas menghela nafas nya. Ia berjalan menuju sofa lalu duduk di ikuti oleh Nathan yang juga duduk di hadapan nya.


" Jadi bagaimana rencana anda tentang istri anda tersebut?. " Tanya Nathan yang masih menggunakan bahasa formal nya tersebut. Ia ingin Vita di hukum dengan berat untuk masalah ini.


Dimas menghela nafas nya. Jujur ini cukup berat menurut nya, mau bagaimana pun Vita sudah belasan tahun hidup bersama nya. " Saya tidak tahu. Ini cukup sulit untuk saya. Tapi Vita memang harus di hukum. Anda ada saran?. " Tanya nya pada Nathan.


Nathan tersenyum miring. " Saya ingin istri anda di hukum dengan berat. kasus ini termasuk kedalam kasus pembunuhan berencana. " Ucap nya datar.


Dimas mengangguk. Nathan benar. Vita harus di hukum berat karena sudah membuat mendiang Istri nya meninggal dan membuat putri nya harus kehilangan ibu nya berserta kasih sayang nya.


" Sebelum itu semua terjadi. Saya ada sebuah rencana untuk membuat nya hancur. " Ucap Nathan penuh misteri.


Dimas hanya diam. Dia sudah pasti tahu jika Nathan yang mengurus nya maka jangan harap hukuman itu akan ringan di buat nya karena Nathan dan kuasa nya tidak akan bisa di kalahkan.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS....

__ADS_1


__ADS_2