Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps 42


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu semenjak Aulia memutuskan untuk menghancurkan kehidupan Alula, Namun sampai sekarang ia tidak pernah mendapatkan kabar apapun dari orang suruhan nya. Aulia pusing memikirkan itu semua. Mengapa rencana nya tidak berjalan lancar sedikitpun apalagi ketika mendengar ternyata Nathan menambah penjagaan terhadap Alula membuat dirinya emosi.


" Ada perkembangan?. " Tanya Vita kepada Aulia yang tengah berbaring seraya meletakkan nampan berisi cemilan dan susu di atas nakas.


Aulia menggeleng. Ia bangkit dan duduk menghadap mama nya yang sudah duduk di tepi ranjang.


" Susah ma. Akses untuk ketemu dia aja di tutup. " Ucap nya kesal.


Vita menghela nafas nya. " Kita harus mengganti rencana. Kalo enggak kita bakalan tamat nak. " Beritahu nya.


Aulia mengerutkan kening nya mendengar ucapan sang mama. " Tamat? maksud nya? Mana mungkin Alula bisa bikin kita tamat. Mama ini ada-ada aja. " Ucap nya seraya tertawa renyah.


Vita tidak menanggapi tawa anak nya. Ia bangkit dari duduk nya dan mengelus singkat puncak kepala anak nya. " Ingat pesan mama kamu harus gerak cepat jika tidak kita yang akan terkena bahaya nya. " Setelah mengucapkan hal tersebut ia meninggalkan kamar anak nya dengan Aulia yang memandang nya bingung.


" Apasih maksud mama. Heran deh liatnya. " Aulia menggelengkan kepala nya tidak percaya dengan ucapan sang mama karena bagi nya Alula tidak sehebat itu bisa menghancurkan dirinya dan mama nya. Alula itu lemah bukan orang hebat seperti suami nya yang bisa menamatkan dirinya dan mama nya.


Sedangkan di tempat yang sama namun di ruangan yang lain, Vita menghampiri sang suami yang sedang berkutat dengan dokumen di ruangan kerja nya. Ia masuk seraya membawakan kopi susu kesukaan suami nya.


" Ini mas minum dulu. " Ucap nya seraya meletakkan minuman tersebut di meja kerja suami nya.


Dimas mendongak menatap istri nya seraya tersenyum. " Makasih. " Ucap nya.

__ADS_1


Vita mengangguk dengan senyuman di wajah nya. Dimas mulai meminum kopi nya dengan tatapan tidak lepas dari istri nya.


" Kamu gak ke butik?. " Tanya nya karena biasanya Vita akan menghabiskan waktu nya di butik milik nya.


Vita menghampiri suami nya dan berdiri di samping. " Aku hari ini mau nemenin mas aja. " Jawab nya.


Dimas tersenyum kecil. Istri nya ini memang sangat pengertian. " Yaudah kalo gitu kita bikin adik aja untuk Aulia. " Dimas langsung mengangkat tubuh Vita dan di bawa nya menuju kamar.


Vita tersenyum miring di pelukan suami nya. Lihat saja ia akan terus membuat Dimas mencintai nya dan melupakan mantan istri nya tersebut sampai ia tidak ingat dengan nama mantan istri nya tersebut.


...****...


Alula menghela nafas nya ketika sudah selesai menceritakan semua nya, Ia sebenarnya tidak ingin menceritakan kisah kelam dirinya, dada nya sesak ketika kembali menceritakan hal tersebut dan tak terasa air mata nya pun ikut turun membasahi pipi nya.


Nathan semakin erat merangkul pinggang istri nya Ketika mendengar cerita Alula, ternyata begitu kelam kehidupan istri nya itu. Selama ini ia memang sengaja tidak bercerita karena tidak ingin membuat Alula sedih karena membongkar luka lama yang mungkin sampai saat ini belum mengering dengan sempurna.


Tidak jauh beda dengan Nathan, Bagas juga merasa terkejut mendengar fakta tersebut, bukan fakta tentang Alula yang selalu di siksa, namun fakta tentang Maya yang ternyata adalah sahabat Aulia dan orang yang sering menyakiti istri bos nya yang hati nya begitu lembut Apalagi Alula sudah ia anggap seperti adik nya sendiri. Padahal pandangan awal ia memandang Maya, Maya adalah sosok perhatian dan baik walaupun mulut nya sangat bar-bar.


Bagas berdiri dari duduk nya. Semua nya langsung memandang ke arah Bagas yang kini tengah menatap datar ke arah Maya. Maya ikut berdiri karena melihat tatapan Bagas, Selama menjalin hubungan, Bagas tidak pernah memandang nya seperti itu. Biasanya ia hanya memandang dengan wajah jenaka dan wajah penuh kasih nya.


" Ka-kak... Eh. " Maya terkesiap ketika tangan nya langsung di tepis dengan kasar oleh Bagas.

__ADS_1


Alula ikut berdiri melihat nya. " Kak Bagas jangan kasar. " Peringat nya.


Bagas tidak menggubris itu, ia tetap memandang tajam ke arah Maya. " Gue pikir Lo baik! Rupanya Lo wanita berhati jahat. " Tunjuk nya tepat di wajah Maya.


Maya tersentak mendengar bentakan Bagas yang baru ia dengar pertama kali. " ka-kak aku bisa jelasin. " Ucap nya tergagap. Mata nya berkaca-kaca.


Disini bukan sepenuh nya ia salah, Yah walaupun tindakan bullying tersebut sangat jahat, namun ia terpengaruh oleh omongan Aulia yang mengatakan Alula adalah wanita simpanan om-om dan ia sangat membenci wanita seperti itu karena papa nya pernah berselingkuh dengan wanita seperti itu dan membuat mama nya sempat depresi. Keluarga nya menjadi berantakan membuat hidup nya menjadi anak broken home. Papa dan mama nya akhirnya memutuskan untuk berpisah. Setelah nya mereka sibuk dengan urusan masing-masing dan tidak memperdulikan dirinya. Membuat dirinya akhirnya membenci wanita seperti itu.


Nathan menghela nafas nya melihat pertengkaran dua sejoli tersebut. " Selesaikan masalah kalian sendiri dan jangan membuat keributan di sini. " Ia menarik tangan Alula untuk pergi, Alula sempat menolak karena takut Maya akan di sakiti oleh Bagas karena wajah Bagas cukup mengerikan saat ini, namun Nathan tidak perduli, ketimbang melihat pertengkaran tersebut, lebih baik diri nya bermanja-manja dengan sang istri. Hadeh Nathan mah kalau Uda bucin jadi gini.


Bagas tidak memperdulikan kepergian sepasang suami istri tersebut. Ia masih setia menatap tajam ke arah Maya, sedangkan yang di tatap juga tengah menatap wajah Bagas seakan memberitahu bahwa ia memiliki alasan atas itu semua.


" Gue gak pernah suka orang jahat kaya Lo! Lebih baik kita udahan aja. Anggap kita gak saling kenal!. " Putus Bagas dan pergi meninggalkan Maya yang menatap nya tidak percaya. Ia tidak suka seorang pembully. Adik nya pernah mengalami hal itu. Adik nya pernah mengalami bullying sampai masuk rumah sakit dan koma beberapa hari. Itu membuat nya tidak suka tindakan bullying baik itu secara fisik maupun mental nya.


" kak Bagas! Kak! " Teriak nya seraya mengejar Bagas yang sudah keluar dari rumah Nathan.


Bagas tidak memperdulikan teriakan Maya. Ia terus berjalan memasuki mobil.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS.....

__ADS_1


__ADS_2