Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps 44


__ADS_3

Nathan mengelus lembut rambut Alula yang tengah tertidur di pangkuan nya. Sudah satu jam berlalu setelah mereka menemukan foto tadi.


Nathan masih bingung, sebenarnya siapa yang mengirimkan foto tersebut di dalam kotak. Ketika ia cek cctv, hanya orang berpakaian hitam yang bisa ia lihat sedang melempar kotak tersebut ke dalam rumah nya dan wajah nya sama sekali tidak kelihatan.


Wajah dalam foto tersebut mirip sekali dengan Alula. Ia yakin itu pasti ibu Alula dan orang yang mengirim foto tersebut berniat baik untuk memberitahu wajah yang selama ini Alula rindukan.


" Aku janji akan bongkar ini semua sayang. "


Ia menunduk menatap wajah Alula yang ternyata sudah tertidur pulas di pangkuan nya. Ia membenarkan posisi tidur Alula agar nyaman, sebelum beranjak dari sana ia sempat mengecup lembut perut istri nya dan mengelus nya pelan.


Ketika akan pergi dari kamar nya, ia tidak sengaja menginjak sesuatu di lantai. Ia menunduk dan mengambil selembar kertas yang ia injak tadi. Di sana ada tulisan yang cukup panjang.Dan tertera di situ jika surat tersebut di tujukan untuk istri nya, Seperti nya ini surat dalam kotak tadi yang sempat terjatuh saat ia meraih figura tadi.


" Saya ingin kamu membaca surat dari saya *Alula. Saya sengaja mengirimkan kotak berisi foto ibu kamu. Kamu baru tau kan dia ternyata adalah ibu mu. Saya tau kamu tidak pernah di beritahu wajah ibu mu, jadi saya mengirimkan foto tersebut ke kamu. Dia mirip bukan dengan mu? Kamu tau? kamu itu seperti duplikat dari ibu mu. Sayang nya saat ini ia sudah berbeda dunia dengan kita. Dan saya juga tau alasan Ayah mu membenci dirimu sampai sekarang. Tapi saya tidak mau memberitahu nya sekarang karena kesalahpahaman ini belum terungkap.


Saya tidak menyangka kamu sudah menikah dan akan memiliki anak. Tapi saya juga ikut senang akan itu, ibu mu juga pasti senang di atas sana. Anak nya tumbuh dengan baik dan berpikiran dewasa walaupun tidak mendapatkan kasih sayang dari keluarga.


Ah iya saya harap dirimu bahagia selalu bersama suami dan calon anak mu.


Ingat lah hal ini jika ibu mu bahagia melihat mu bahagia nak. "


Selesai membaca isi kertas tersebut, Nathan menghela nafas nya lalu menatap Alula yang masih terlelap. Seperti nya banyak sekali teka-teki tentang masa lalu Alula. Untung nya orang kepercayaan Nathan sudah mengetahui separuh tentang masa lalu keluarga Alula.


Di mulai dari kisah ternyata dulu nya Vita adalah orang yang pernah di tolong oleh ibu Alula. Ibu Alula yang juga sedang hamil muda iba melihat Vita yang tengah hamil tua saat itu sedang berjalan luntang-lantung di pinggir jalan. Awalnya Dimas yang kala itu masih menjadi suami dari mawar, ibu Alula tidak setuju tapi atas bujuk rayu istri nya ia terpaksa mengiyakan.

__ADS_1


Mereka menjalankan kehidupan dengan baik saat itu, Apalagi ketika Alula lahir di dunia ini, tapi tiba-tiba saja para tetangga mendapat kabar jika Ibu Alula mengalami kecelakaan saat Alula masih berumur satu bulan.


Nathan hanya tau itu saja dari orang kepercayaan nya, selebihnya masih di selidiki lebih lanjut. Ia tidak menyangka jika Vita setidak tau diri itu dalam menyakiti Alula, padahal ibu Alula lah yang menolong nya tapi dengan tega nya ia menyakiti Alula.


Tidak mau berpikir kepanjangan, Nathan beranjak pergi dari kamar untuk mengurus pekerjaan nya dan tidak lupa kertas tadi ia selipkan di laci nakas.


...****...


Alula menggeliat dalam tidur nya. Ia mengerjabkan mata nya, Dia diam masih mengumpulkan kesadaran nya. Ia baru sadar jika posisi nya sudah berbeda dari sebelum ia tidur tadi.


Alula bangkit dan duduk dengan penampilan, rambut berantakan, Wajah sembab karena baru bangun tidur. Ketika teringat sesuatu, ia langsung membuka laci nakas dan mengambil foto hasil USG anak nya. Inilah aktivitas nya setiap ia bangun tidur, memandangi USG yang menampilkan bayi kembar di sana yang membuat hati nya tenang dan senang.


Ia kembali mengembalikan foto ke dalam laci nakas, Saat akan menutup laci tersebut, ia melihat sebuah kertas yang di gulung, karena penasaran Alula mengambil nya dan mengamati nya dalam-dalam. Sepertinya ia tidak pernah melihat kertas ini di dalam laci.


Dengan perasaan kepo nya, Alula membuka gulungan kertas tersebut dan terlihat lah tulisan di dalam nya. Karena melihat sekilas ada nama nya tertera di sana ia langsung membaca nya.


Alula terisak ketika membaca kalimat terakhir dari surat tersebut. Ia tidak menyangka jika ia bisa melihat wajah ibu nya walaupun hanya di foto tapi ia sudah merasa bahagia di hidup nya. Alula mengambil figura yang ia letakkan di atas meja nakas. Ia memeluk erat figura tersebut.


" Bunda Lula bahagia bisa liat wajah bunda. " Lirih nya menyayat hati.


Nathan yang baru masuk ke dalam kamar terkejut melihat istri nya menangis di atas kasur seraya memeluk erat figura foto ibu nya.


" Sayang kamu kenapa?! " Ia langsung menghampiri Alula dan dapat ia lihat ada kertas yang ia baca tadi. Pasti Alula sudah membaca surat tersebut.

__ADS_1


Nathan menaiki ranjang dan langsung memeluk tubuh Alula. " Uda jangan nangis. "


" Bunda mas hiks. " Beritahu nya seraya menunjukkan figura ibu nya.


Nathan mengangguk. " iya dia ibu kamu. Sekarang tenang yah. " Ucap nya seraya mengelus lembut rambut Alula agar istri nya tersebut tenang.


" Akhirnya Aku bisa liat wajah bunda hiks. Aku seneng. " Ucap nya lagi.


" Iya aku juga senang kalo kamu senang. "


Alula masih menangis. Ia senang dan kecewa. Senang karena ia bisa melihat wajah ibu nya dan kecewa karena baru mengetahui wajah ibu nya setelah umur nya akan menginjak usia 19 tahun.


" Awsss. " Ia meringis ketika merasakan keram di perut nya dan sedikit tendangan di sana.


" Kenapa?!. " Tanya Nathan panik. Ia langsung melepas pelukannya dan menatap Alula yang memegang perut nya.


Nathan menghembuskan nafas nya. " Sayang jangan nakal. Mama kesakitan tu. " Ucap nya seraya mengelus lembut perut Alula. Seperti nya anak nya juga ikut merasakan kesedihan ibu nya di dalam sana.


" Uda kamu istirahat dan jangan banyak pikiran. kandungan kamu gak baik kalo kamu kaya gini. "


Alula mengangguk mendengar ucapan Nathan. Ia mencoba membaringkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak. Padahal ia baru saja bangun.


Nathan masih mengelus lembut perut Alula untuk menenangkan anak nya di dalam sana.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS....


__ADS_2