Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps61


__ADS_3

"Nona mereka hampir sampai. "


Jessica yang sedari tadi menyaksikan siksaan Alula dari mama tirinya melalui jendela menoleh ke arah bodyguard nya. Ia tersenyum sinis.


" Cepat juga pergerakan mereka. "


" Apa yang harus kita lakukan nona?. " Tanya bodyguard tersebut.


Jessica kembali menatap 'permainan' di depan nya lalu berujar. " Lakukan sesuai rencana. Siapkan mobil dan bakar langsung gedung ini. Jangan sampai meninggalkan jejak sedikitpun. Bila perlu biarkan Wanita tua itu ikut terbakar karena dia sudah tidak berguna lagi. " Jessica sengaja mengajak bekerja sama dengan Vita agar Nathan dan yang lainnya terkecoh dan berfikir otak di balik ini semua adalah Vita yang mempunyai dendam dengan Alula. Ia juga tau masa lalu mereka.


Setelah mendapat anggukan dari bodyguard nya, Dirinya berjalan meninggalkan tempat tersebut menuju mobil yang telah di siapkan untuk mereka pergi dari sini sebelum Nathan dan yang lainnya menuju kemari.


Bodyguard nya tadi langsung menyiram bensin di sekeliling bangunan dan melemparkan pemantik api ke gedung tersebut. Api langsung menyambar ke sekeliling gedung dan ia langsung pergi begitu saja.


Nathan yang baru sampai langsung panik ketika melihat gedung tersebut terbakar. Tanpa berpikir panjang ia langsung menerobos begitu saja membuat pekikan keluar dari mulut Dimas.


" Nathan!!. " Teriak Dimas panik. Ia bingung harus apa karena di sekitar sini hanya ada pepohonan tanpa ada air atau apapun yang bisa memadamkan api tersebut.


Di sela rasa panik nya, ia bisa melihat tubuh seseorang yang sedang berlari menjauh. Ia merasa tidak asing dengan poster tubuh wanita tersebut. Merasa bahwa itu memang orang yang di kenal nya ia langsung berlari mengejar orang tersebut yang berkemungkinan termasuk pelaku dari penculikan Alula.


"VITA JANGAN LARI KAMU!. "


Deg.


Tubuh Vita menegang mendengar suara yang familiar di telinga nya. Dia mempercepat lari nya, namun naas ia malah tersandung akar pohon membuat tubuh nya tersungkur ke depan.


" Akhhh. "


Di saat ingin bangkit, Tubuh Dimas sudah menjulang tinggi di hadapannya. "Mas Di-mas. " Ucapnya gemetar.


Wajah Dimas merah padam. Rahang nya mengeras. Ia marah ternyata istri nya lah dalang di balik ini semua. " Ikut saya!!. " Dimas menarik kencang tangan Vita dan menyeretnya menuju mobil.


Vita memberontak. Tangannya terasa remuk " SAKIT MAS!! " Vita mencoba melepaskan cengkraman tangan Dimas, namun tenaga Dimas jauh lebih besar dari pada diri nya.


Dimas terus menyeret Vita tanpa mau mendengarkan ucapan istri nya tersebut karena api kemarahan telah menyelimuti hati nya. Bagaimana bisa Vita memperlakukan anak nya seperti ini.

__ADS_1


Hmm seperti nya ia lupa jika dulu ia sering menyiksa anak nya -_-.


****


Nathan menerobos masuk ke dalam gedung yang sudah di lahap api tersebut. Ia menyusuri ruangan dengan mata mencoba fokus karena asap mengganggu penglihatan nya. Ketika akan berjalan ke ruang paling sudut tidak sengaja ia kejatuhan kayu yang membuat lengan terluka.


Akhhh.


Namun ia tetap berjalan dan menendang pintu tersebut. Mata nya terbelalak ketika melihat kondisi istri nya terbaring lemah di tengah ruangan dengan api yang mengelilingi nya.


" ALULA. "


Nathan berlari menuju tempat istri nya berada. Tubuh bergetar ketika melihat ada darah yang mengalir di paha istri nya. Tanpa berfikir panjang ia langsung menggendong istri nya tanpa memperdulikan luka bakar yang ia alami. Ia berlari keluar dengan wajah menyiratkan akan kemarahan yang mendalam.


Sampai di luar ia langsung di sambut para penjaga nya yang sudah menunggu dengan panik di luar.


" Cepat menuju mobil dan kita pergi kerumah sakit terdekat!! " Teriaknya lantang dan segera berlari ke arah mobil. Sangking paniknya ia tidak menyadari jika Dimas sedari tadi mencoba memanggil nya dari belakang.


" Apa yang terjadi?!. " Tanya nya ikut panik ketika melihat mobil yang membawa Nathan dan anak nya pergi.


Wajah Dimas terlihat khawatir bercampur marah. Ia langsung menatap nyalang ke arah Vita yang sudah bergetar ketakutan. Vita sudah menangis terisak kondisi nya cukup acak-acakan karena mencoba memberontak sedari tadi.


"Kamu harus menanggung semua akibat perbuatan mu!!. " Ucapnya penuh penekanan lalu menarik Vita ke dalam mobil di ikuti oleh nya dan penjaga yang lain.


Mereka melaju menyusul mobil Nathan yang sudah cukup jauh.


****


Sesampainya di rumah sakit Nathan langsung menggendong tubuh istrinya dan berlari ke dalam dengan meneriaki suster. Ketika mereka sampai Nathan langsung meletakkan istri nya di atas brankar dan ikut mendorong menuju ruang UGD.


" Bapak tunggu di luar biar kami yang menangani pasien. " Setelah nya pintu di tutup.


Nathan langsung merosotkan tubuh nya di depan pintu dengan pikiran kalut. Ia sungguh merasa bersalah karena dirinya tidak bisa menjaga istri dan calon anak nya dengan baik. Dalam diam nya ia menangis ketika teringat kondisi Alula tadi. Tubuh nya penuh dengan goresan dan luka yang cukup dalam belum lagi ketika melihat darah di paha Alula. Sungguh ia tidak sanggup membayangkan bagaimana Alula merasakan sakit yang teramat.


Di sela tangisannya ia bisa mendengar derap langkah seseorang dan suara tangisan yang mendekat ke arah nya.

__ADS_1


Ia menghapus air mata nya dan mendongak melihat Dimas yang sedang menyeret tubuh istrinya.


Seketika amarah langsung menguasai tubuh Nathan. Ia berdiri tegap dan langsung menarik Vita ke tembok membuat tubuh nya seakan remuk. Vita menunduk takut ketika merasakan aura kemarahan yang memguar pada tubuh Nathan.


" Anda salah berurusan dengan saya!. " Desis nya tajam. Lalu ia langsung mencekik leher Vita tanpa perduli jika wanita di depan nya lebih tua dari nya.


" Akhh Na-nathan le-lepas. " Nafas Vita mulai tersendat.


Dimas yang melihat menantu nya sudah di lingkupi oleh kemarahan langsung mencoba melepaskan cekikan pada leher Vita.


" Lepas Nathan! Dia bisa mati! Biar hukum saja yang bertindak!. " Dimas mencoba melepaskan nya, namun sulit cengkraman Nathan cukup kuat. Setelah mencoba dengan kuat akhirnya cekikan tersebut lepas membuat tubuh Vita merosot ke bawah. Ia langsung menghirup udara dengan sebanyak-banyaknya.


Nathan menetralkan nafas nya yang memburu sungguh amarah masih menguasai nya ketika akan melangkah kembali menuju ke tubuh Vita, Dokter yang menangani Alula keluar dari ruangan UGD.


" Dengan keluarga pasien?. " Tanya dokter tersebut.


Nathan langsung mengangguk dan menghampiri dokter tersebut. " Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok? Mereka baik-baik saja kan?. " Tanya nya bertubi-tubi.


" Pasien mengalami pendarahan hebat, akibat nya pasien harus segera di lakukan operasi Caesar. " Jelas dokter wanita itu.


" Lakuka yang terbaik untuk anak dan istri saya agar mereka selamat dok. " Ucapnya.


Dokter wanita tersebut tersenyum tipis. Ia tahu jika pria di hadapannya nya sangat mengkhawatirkan kondisi istri dan calon anak nya.


" Pasti kita lakukan yang tersedia. Silahkan tanda tangan surat persetujuan dan lakukan pembayaran langsung di admistrasi pak. " Setelah nya Nathan langsung menandatangani surat persetujuan dan menugaskan salah satu bawahan nya untuk mengurus administrasi.


Setelah dokter kembali masuk Nathan melirik Vita yang masik meringkuk takut di tempat nya tadi.


" Jembloskan wanita ular itu dan cari wanita bernama Jessica dan jebloskan juga ia ke penjara tentang kasus pembunuhan berencana. " Perintah nya dingin yang langsung di laksanakan oleh orang suruhan nya.


Vita memberontak dan memanggil nama Nathan untuk jangan Menjebloskan ia di penjara, namun Nathan menulikan pendengaran nya.


Bagaimana bisa ia tahu Jessica? Selama ini Nathan sudah menyelidiki kasus teror yang ada di rumah nya dan pelaku nya adalah orang yang terikat dengan masa lalu nya dan menyebabkan dendam. Dan puncaknya sekarang ia menculik Alula dan membuat Alula celaka agar ia merasakan apa yang di rasakan Jessica di masa lalu. Ia tahu itu semua karena Danis ia percayakan untuk menyelidiki ini semua. Dan juga ia baru tahu beberapa hari yang lalu jika Jessica yang di maksud oleh Danis ternyata ada mantan guru home schooling Alula yang sering di ceritakan kebaikan nya oleh Alula sendiri. itulah kita tidak boleh terlalu percaya oleh orang baru yang kita anggap baik luar nya.


Dimas memandang punggung Vita yang semakin menjauh. Perasaan kecewa,marah, dan sedih menjadi satu dalam dirinya. Bagaimanapun Vita pernah menjadi bagian dari hidupnya selama istri nya pergi. Tapi kejahatan Vita sudah tidak bisa di tolerir lagi.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2