Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps 62


__ADS_3

Dimas dan Nathan masih setia menunggu di depan pintu operasi. Hati mereka di lingkupi oleh rasa cemas. Sudah dua jam lebih namun lampu ruang operasi tidak berubah sedari tadi. Perasaan mereka sangat cemas.


Nathan sangat takut terjadi apa-apa terhadap istri dan anak nya apalagi mengingat kondisi Alula saat ia menemukan nya tadi. Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut.


Nathan dan Dimas segera bangkit. " Bagaimana keadaan istri saya dok?. " Tanya Nathan dengan raut cemas.


" anak dan istri anda selamat, dan anak anda kembar dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan,namun istri anda harus mengalami koma karena luka luka yang ada di sekujur tubuh nya serta benturan yang terdapat di kepala nya. Dan juga anak anda harus menjalani perawatan sementara karena kelahiran nya yang belum mencukupi usia kandungan yang seharusnya, takut terjadi kelainan pada organ dalam nya." Jelas dokter tersebut.


Tubuh Nathan lemas seketika. Ia tidak tahu harus mengekspresikan wajah nya seperti apa, di satu sisi ia senang akhirnya anak yang selama ini ia nantikan kehadiran nya telah lahir di dunia walaupun harus menjalani perawatan sementara, dan di sisi lainnya juga ia sedih mendengar kabar istri nya mengalami koma.


Melihat tubuh tidak berdaya menantunya Dimas menjawab " Terimakasih dokter tetap lakukan yang terbaik untuk anak dan cucu saya. " Ucap Dimas.


Dokter tersebut mengangguk dan kembali masuk ke dalam ruangan.


Dimas menepuk bahu Nathan. " Berdoalah yang terbaik untuk istri dan anak mu. " Ucapnya menenangkan.


Nathan menjawab dengan anggukan pelan.


****


Nathan menempelkan jari nya di kaca inkubator yang terdapat kedua anak nya yang baru lahir di dalam. Air mata nya menetes melihat tubuh kecil yang terbaring dengan pulas nya di dalam kaca tersebut.


" Anak-anak ayah Uda lahir. " Jari menyusuri wajah manis putra nya di balik kaca seakan ia bisa menyentuh kedua wajah tersebut. " Anak ayah hebat bisa bertahan. " Air mata nya semakin deras.


Setelah puas melihat kondisi anak nya akhirnya ia melangkah pergi menuju ruangan istri nya yang sudah di pindahkan ke ruang rawat.


Dengan pelan ia membuka pintu rawat istri nya. Ia bisa lihat Dimas yang tertidur di sofa yang terdapat di ruangan tersebut. Ia melangkah pelan menghampiri brankar.


Cup.

__ADS_1


Ia mencium kening istrinya cukup lama dan air mata nya kembali menetes. Keningnya ia tempelkan di kening istrinya. " Terimakasih wanita hebat ku. Kamu berhasil bertahan sampai di sini. " Ujar nya dengan suara serak karena menangis. Nathan bersyukur bertemu dengan wanita hebat seperti Alula. Wanita yang selalu sabar.


" Aku mohon sama kamu cepat bangun yah sayang. Kamu harus lihat anak-anak kita. "


Dimas terdiam membisu melihat adegan di depan nya. Sungguh tulus kasih sayang menantu nya terhadap anak nya walaupun mereka di pertemukan dengan kesalahan. Ia menyesal telah membuat anak nya dulu menderita karena kesalahpahaman. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan anak nya dulu karena sering ia abaikan dan tak jarang juga ia bermain fisik terhadap Alula.


" Maafkan saya mawar." Dimas menyesal sudah salah paham dengan istri nya dan menelantarkan anak nya dulu.


****


Mendengar kabar bahwa Vita sudah tertangkap oleh polisi atas tindakan penculikan Alula, Riko langsung mendatangi rumah Dimas untuk menemui Aulia anak nya. Ia tidak mau berlama-lama untuk memberitahu indentitas asli Aulia yang ternyata adalah anak kandung nya sendiri.


Sesampainya ia di depan rumah bernuansa minimalis tersebut ia langsung mengetuk pintu tersebut.


Tok tok.


" Iya sebentar. " Riko berhenti mengetuk ketika mendengar suara dari arah dalam yang ia pastikan adalah Aulia.


Aulia keluar dengan hanya menggunakan baju kaos dan hotpants. Keningnya berkerut melihat sosok asing di hadapannya ini " bapak cari siapa yah?. " Tanya nya.


Riko tertegun melihat wajah anak nya, wajah yang selama ini selalu ia rindukan setiap saat nya. Wajah yang selalu menghantui nya setiap malam membuat hati nya merasakan penyesalan akan masa lalu.


" Halo pak. " Aulia melambaikan tangan nya di depan wajah Riko membuat Riko tersadar dari lamunannya.


" Ehemm. " Riko berdehem untuk menetralisir rasa rindu yang membuncah dalam hati nya. " Perkenalkan nama saya Riko. Saya ada keperluan dengan kamu. Boleh saya masuk?. " Tanya Riko.


Aulia memandang ragu ke arah pria paruh baya di hadapannya ini. Ada perlu apa pria ini dengan diri nya?. Ia hanya takut soalnya diri nya hanya sendiri di rumah saat ini.


Riko tersenyum tipis. " Saya tidak akan berbuat macam-macam saya hanya ingin memberitahukan sesuatu kepada kamu. Saya berniat baik ke sini. " Ucapnya meyakinkan.

__ADS_1


Aulia memandang sekali lagi ke arah Riko sebelum membuka pintu dengan lebar. " Silahkan. "


Riko masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu tepat di hadapan Aulia.Tiba-tiba suasana menjadi canggung, tidak ada dari mereka berdua yang memulai pembicaraan.


" Jadi apa yang mau anda bicarakan dengan saya?. " Tanya Aulia memecah keheningan.


Riko menatap lekat ke arah Aulia. " Tunggu sebentar asisten saya sedang dalam perjalanan kemari. " Ucapnya seraya menyandarkan tubuhnya di sofa.


Aulia mengangguk. " Anda ingin minum apa?. "


" Teh hangat saja. " Jawab nya yang di jawab anggukan oleh Aulia. Ia berjalan meninggalkan Riko untuk membuatkan minuman untuk tamu nya.


Riko menatap sekeliling ruangan dan dinding-dinding yang terdapat bermacam foto-foto, namun tidak ada ia lihat sosok Alula yang terlihat di foto tersebut. Ternyata memang benar jika Alula tidak baik-baik saja selama ini bersama keluarga nya. Bersyukur sekarang semuanya sudah terbongkar.


Tidak lama kemudian asisten nya datang dengan berkas-berkas di tangan nya. Ia menghampiri Riko yang tengah duduk santai. " Ini tuan berkas-berkas yang anda minta. ", Asisten Riko itu menyerahkan semua berkas yang ada di tangan nya ke Riko.


Riko mengangguk sambil menerima nya. Dan tidak lama Aulia muncul dengan nampan di tangan nya.


" Kalau begitu saya permisi tuan. " Asisten Riko tersebut pergi membuat kernyitan di dahi Aulia. Siapa dia?.


Aulia hanya mengangkat bahu nya acuh lalu meletakkan nampan tersebut di atas meja. " Silahkan di minum. " Riko hanya mengangguk sebagai jawaban.


Setelah melihat Aulia kembali duduk, Riko segera memberikan beberapa berkas di tangan nya kepada Aulia membuat Aulia bingung. " Ini apa?. " Tanyanya.


" Coba kamu baca semua nya dulu nanti saya jelaskan kepada kamu. " Jelas Riko.


Aulia memandang berkas tersebut dan membuka nya dengan perlahan saat ia membaca apa isi nya, mata nya terbuka lebar. Ia terkejut apa yang ada di kertas tersebut. Ia langsung mendongak melihat ke arah Riko yang sedang menatap nya lekat.


" Itu benar Aulia. " Riko terdiam sebentar. " kamu anak saya. " ucapan tersebut membuat Aulia meneteskan air mata nya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2