
" Lula juga sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan dewasa. " Ucap nya kembali membuat Alula mengerutkan keningnya bingung. Apa pria ini mengenal dirinya.
Riko tersenyum lembut melihat raut bingung dari Alula. " Kamu bingung yah?. " Tanya Riko membuat Alula langsung menganggukkan kepala nya.
Dimas mendengus tidak suka melihat raut wajah Riko. " To the point bisa kan?! Sebenarnya kenapa kita bisa disini dan Lo?!. " Tunjuk nya pada Riko. " Gue pikir Lo Uda di akhirat eh tau nya masih hidup. " Ucap nya ketus membuat Nathan langsung menatapnya dengan datar.
Riko tetap tersenyum mendengar ucapan Dimas, sahabat nya dulu. " Mau dengerin cerita gue dulu gak? Di jamin perasaan menyesal langsung datang di diri Lo. "
Dimas Langsung membuang wajah nya ketika melihat wajah Riko yang penuh kekecewaan yang tidak bisa ia artikan maksud nya apa? seharusnya dirinya kan yang harus kecewa akibat penghianatan beberapa tahun silam.
" Kamu tau gak bapak itu siapa?. " Bisik Alula tepat di telinga sang suami.
Nathan menoleh ke arah Alula dan ikut berbisik. " Tanya aja sendiri. "
Alula mengerucutkan bibir nya mendengar bisikan Nathan. Ia membuang wajah nya dari sang suami.
Riko yang melihat hal tersebut merasa ikut bahagia. Ia bahagia karena akhirnya anak Sabahat nya tersebut dapat ikut bahagia walaupun telah melewati rintangan yang berat.
" Beberapa tahun yang lalu aku masih ingat kejadian itu. " Ucap Riko tiba-tiba membuat atensi semua yang ada di situ mengarah pada nya.
Riko ikut menatap mereka juga. Ia mulai menceritakan sebuah kisah yang memang harus ia ceritakan dan tuntaskan agar kesalah pahaman itu tidak berlanjut terus menerus.
" Kamu ingat wanita yang dulu pernah kamu tolong bersama dengan istri kamu atau lebih tepatnya ibu Alula, Dania?. " Tanya Riko dan Dimas hanya diam, ia ingat sangat ingat. Dia adalah Vita yang sekarang sudah menjadi istri nya, pengganti dari istri pertama nya, namun mengapa itu harus di ungkit kembali.
" Kamu tau wanita itu siapa Dimas? Wanita itu adalah wanita ****** yang aku sewa di club dan tidak sengaja menghamili nya. "
deg.
__ADS_1
Ucapan Riko bagaikan bom bagi Dimas. Dimas mematung mendengar nya. " Ka-kamu jangan asal berbicara!!. " Sentak nya dengan tidak percaya.
Riko tetap tersenyum. " Kamu tidak percaya? itu wajar karena otak kamu sudah di cuci oleh wanita ular itu sehingga istri kamu pun tidak kamu percayai sama sekali. Padahal istri kamu lah yang menolong Vita waktu itu. "
Tubuh Dimas menegang mendengar nya, Ia ingat kejadian tersebut. Kejadian dimana istri nya rela hujan-hujanan demi menyelamatkan seorang wanita hamil yang berkeliaran di malam hari dan di deras nya hujan pada saat itu.
15 tahun yang lalu. Di bawah deras nya hujan terdapat pasangan suami istri yang sedang berada di dalam mobil yang di penuhi oleh canda dan tawa mereka berdua.
" Mas aku gak sabar pengen ketemu sama anak aku. " Ucap wanita yang berada di dalam mobil itu dengan tangan yang mengelus perut nya yang masih menonjol sedikit.
Pria bernama Dimas Prayoga yang sedang mengemudi tersebut tersenyum menatap istri nya. " Aku juga. Jadi kita harus rawat dia sampai lahir. " Wanita bernama mawar putri dania prayoga tersebut menganggukkan kepala nya dengan wajah penuh binar
Dania menatap keluar jendela yang sepi dan gelap karena hujan cukup deras malam ini. Mereka keluar tadi karena ia sedang ngidam beberapa makanan di luar. Mata nya memicing ketika melihat seorang wanita sedang berjalan seraya menunduk.
" Mas berhenti mas. " Ucap Dania spontan membuat Dimas langsung mengerem mobil nya mendadak, untung saja jalanan lagi sepi.
" Kam.... Dania!!. " Ucapan terpotong ketika Dania langsung keluar dari mobil. Ia berteriak dan ikut menyusul istri nya yang sudah berlari di bawah deras nya hujan dan tidak lupa membawa payung yang selalu ia sediakan di mobil.
Wanita yang ternyata sedang hamil besar tersebut mendongak menatap wajah Dania yang samar-samar di mata nya karena air hujan yang menghalangi.
" A-aku. " Tunjuk nya ragu-ragu pada diri nya sendiri.
Dania mengangguk. " Kamu kenapa bisa hujan-hujanan gini. Dingin tau Apalagi kamu hamil. " Ucap Dania mencoba mendekati wanita tersebut, namun langsung berhenti ketika mendengar namanya terpanggil.
" Dania. "
Nathan berlari seraya memegang payung dan memayungi istri nya yang sudah basah tersebut.
__ADS_1
" Kamu ngapain keluar gitu aja!. " Ucap nya dengan nada marah.
Dania mengerucutkan bibir nya melihat suaminya marah-marah. " kamu ih marah Mulu. Liat mba ini kasian hujan-hujanan mana lagi hamil besar. " Tunjuk nya pada wanita yang masih setia menundukkan kepala nya.
Dimas melihat wanita tersebut dengan datar, ia tidak terlalu perduli dengan wanita itu, yang ia pedulikan adalah istri nya saja.
" Ayo pulang. " Ajak nya seraya menarik tangan istrinya, namun Dania tetap diam di tempat, tidak mau beranjak sedikit pun.
Dania melepaskan tangan nya dari Dimas. " Mba pulang sama aku yuk. Kasian tau sama dedek nya di ajak hujan-hujanan. " Ucap nya seraya menggenggam tangan wanita tersebut. Wanita itu mendongak menatap Dania yang tersenyum lembut ke arah nya.
Dimas menatap tajam punggung istri nya yang sedikit bergetar karena udara yang dingin. " Dania ayo pulang. Dan jangan mengajak orang asing!. " Sentak nya marah dan Dania mengabaikan nya.
" Kamu gak boleh gitu. Mba ini kasian. Ayo mba ikut aja ke mobil kami, kita pulang ke rumah aku dulu. " Dania menuntun wanita itu ke arah mobil nya dan wanita itu hanya diam karena ia kedinginan dan tidak sanggup untuk berbicara apapun.
Dimas menghela nafas nya. Hati istri nya ini terlalu lembut dan tidak bisa melihat seseorang dalam kesusahan dan pasti akan membantu nya walaupun orang asing sekalipun.
Ia ikut masuk ke dalam mobil. " Kamu gak mau pindah ke depan?. " Tanya Dimas kepada istri nya yang tengah duduk di belakang bersama wanita tadi.
Dania menggelengkan kepala nya membuat Dimas lagi-lagi menghela nafas nya. Mobil pun melaju menuju rumah mereka.
" Mba kenapa jalan malam-malam gini?. " Tanya Dania.
Wanita itu menatap Dania dengan sendu. " Sa-saya di
usir dari kontrakan karena gak bayar uang kontrakan, sa-saya juga gak tau mau kemana tadi hiks. " Ucap nya seraya terisak.
wajah Dania ikut sedih, Ia mencoba menenangkan wanita yang tidak ia ketahui nama tersebut dengan lembut. Mungkin sampai di rumah saja ia akan menanyakan semua nya karena ia kasihan melihat seorang wanita yang tengah hamil besar sedang hujan-hujanan di dingin nya malam.
__ADS_1
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS...