Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps 46


__ADS_3

Nathan berjalan dengan langkah tegas nya. Ia menyusuri beberapa tangga untuk sampai di tujuan nya. Ketika sampai di depan sebuah pintu besi, ia mulai menempelkan ibu jari nya di pegangan pintu tersebut dan klik, pintu tersebut terbuka lebar.


Ia masuk ke dalam ruangan yang di dominasi dengan warna hitam. Ruangan tertutup untuk membicarakan hal penting tanpa ada orang yang tahu. " Apa yang kau dapatkan selama di sana. " Tanya Nathan kepada seorang pria di hadapannya.


Pria tersebut memutar tubuh nya dan langsung membungkuk hormat di hadapan Nathan setelah itu kembali berdiri tegas. " Saya menemukan banyak bukti di sana tuan dan yang terutama bukti yang paling penting. Saya menemukan seseorang yang sangat tahu kejadian belasan tahun silam. Dan orang tersebut sangat ingin bertemu langsung dengan tuan dan nyonya Alula terutama tuan Dimas. " Jelas nya panjang lebar.


Nathan masih setia dengan wajah datar nya. " Lalu kenapa tidak langsung kau bawa kemari?. " Tanya nya bingung.


Orang kepercayaan nya yang bernama Dion tersebut menghela nafas nya. " Saya sudah membujuk orang tersebut, namun ia tetap tidak mau tuan. Ia hanya ingin tuan dan nyonya yang langsung menemui nya di Bandung karena letak masalah berasal dari sana. ", Ujar nya kembali.


Nathan ikut menghela nafas nya. " Kami akan ke sana. " Ucap nya.


" Secepatnya jika anda bisa tuan. " Kata Dion cepat. melihat tatapan bingung dari tuan nya, Dion kembali berbicara. " Orang tersebut ingin segera menyelesaikan ini semua tuan. "


Nathan hanya mengangguk lalu keluar dari sana meninggalkan Dion dengan perasaan lega. Akhirnya beberapa bulan menghabiskan waktu untuk mencari kebenaran dan kebenaran tersebut akan terungkap secepatnya.


Ia harus segera menyelesaikan segala urusan nya dan pergi langsung mengunjungi Bandung bersama Alula dan Dimas untuk menyelesaikan masalah istri tersebut. Ia tidak mau istri nya terus menerus merasakan kesedihan karena kesalah pahaman masa lalu keluarga nya.


Seperti nya sebelum itu semua, ia harus bertemu dengan Dimas terlebih dahulu untuk membicarakan persoalan ini.


Nathan langsung menghubungi Bagas untuk menjadwalkan pertemuan nya dengan Dimas secepatnya.


" Tuan Nathan. " Panggil seseorang membuat Nathan memutar tubuh nya.

__ADS_1


Dapat ia lihat seseorang yang sudah lama tidak ia temui karena mengurus sesuatu. " Danis. " Ucap nya. Ya, pria itu ada Danis, orang kepercayaan nya yang pergi beberapa bulan ini untuk menyelidiki sesuatu.


" Ya tuan. "


" Kapan kau kembali?. " Tanya nya.


" Beberapa menit yang lalu dan saya langsung menemui tuan disini. " Sahut nya.


Nathan mengangguk. " Jika ingin membicarakan masalah itu nanti saja. Saya masih ada urusan yang harus saja kerjakan. " Beritahu nya yang langsung di jawab anggukan oleh Danis.


Sebelum Nathan melangkah pergi, ia berhenti dan memutar tubuh nya setengah ke arah Danis. " Temui saya nanti malam karena saya tahu kamu menghilang lama selama ini karena mendapatkan informasi penting. " Perintah nya. Setelah itu barulah ia pergi dari sana meninggalkan Danis yang juga ikut melangkah ke dalam rumah untuk mengistirahatkan tubuh nya.


...****...


" Akhirnya kita bisa bertemu dan berbincang seperti ini setelah sekian lama saya mengajak anda untuk bertemu. " Ucap Danis yang terselip nada senang di kalimat nya.


"Saya ingin sekali bertemu dengan anda bukan untuk bisinis, namun untuk bertanya tentang bagaimana bisa anda dan Alula menikah. Dan kalian menikah juga tidak ada berbicara dengan saya. Bagaimana pun Alula masih anak saya. " Ucap Dimas seraya menghela nafas nya.


Nathan melirik Dimas dan terkekeh sinis. " Anak? Sejak kapan anda mengakui istri saya sebagai anak. " Ucap nya remeh seraya menekankan kata istri.


Dimas hanya diam karena yang di ucapkan oleh Nathan benar adanya. Sejak kapan ia menganggap Alula sebagai anak. Berbicara dengan Alula saja bisa di hitung dengan jari. Bahkan ketika Alula di sakiti fisik maupun batin oleh istri dan anak tirinya ia hanya diam karena ia memang sangat membenci anak nya itu.


Nathan menghela nafas nya melihat keterdiaman Dimas. " Sebenarnya saya menemui anda hanya ingin menyampaikan satu hal kepada anda. " Ucap nya yang menimbulkan kerutan di dahi Dimas.

__ADS_1


" hal apa? Tentang Alula?. " Tanya nya karena di hadapan nya ini adalah suami dari anak nya, pasti nya persoalan ini tidak jauh-jauh dari Alula.


Nathan mengangguk lalu menggeleng. " Iya dan tidak. Yang penting Lusa saya mau anda ikut bersama saya dan istri saya menuju Bandung. ada suatu hal yang belum terselesaikan di sana. " Ucap nya penuh dengan rahasia.


Dahi Dimas semakin terlipat dalam. " Bandung? Kenapa kita harus ke sana? Dan suatu hal yang belum terselesaikan? Hal apa?. " Tanya Dimas beruntun.


Nathan menghembuskan nafas nya. " Saya tidak bisa memberitahu anda. Yang anda perlu ingat adalah jangan sampai ada yang tahu tentang ini semua termasuk anak dan istri anda karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika mereka tahu. " Beritahu nya.


Sebenarnya Dimas masih merasa bingung dengan omongan Nathan. Banyak hal yang ia inginkan tanyakan, namun jika ia bertanya lebih banyak lagi pasti Nathan akan marah karena Nathan adalah pria yang tidak suka seseorang banyak bertanya kepada nya. Dan soal Bandung, Ia sudah lama tidak menginjakkan kaki nya di sana karena di sana terlalu banyak kenangan yang mampu membuat nya kembali terluka.


" Baiklah saya usahakan lusa saya pergi dengan anda. " Jawab nya. Sebenarnya ia tidak ingin pergi jika ada Alula di sana nanti, namun apa boleh buat jika Nathan yang mengajak dirinya, jika ia menolak bisa-bisa perusahaan nya jatuh bangkrut.


Nathan mengangguk. Ia kembali menyesap kopi nya, setelah itu ia beranjak dari tempat duduk nya. " Kalau begitu saya permisi. " Setelah mendapat anggukan dari Dimas, Nathan pergi bersama Bagas yang sedari tadi di luar ruangan bersama sekretaris Dimas.


Dimas menatap kepergian Nathan dengan diam. Pikiran nya sekarang terpenuhi oleh ucapan Nathan. Masalah apa yang belum ia selesaikan Sampai sekarang dan Kenapa harus Bandung, tempat dimana dirinya dulu penuh kebahagiaan bersama mendiang Istri nya.


Dimas menghela nafas nya. Ia bangkit dari duduk nya dan keluar dari ruangan tersebut. Kevin yang melihat tuan nya keluar langsung berdiri dan menghampiri nya.


" Tuan. " Ucap nya yang di jawab anggukan oleh Dimas.


Mereka berjalan bersama keluar dari cafe dengan Kevin berada di belakang nya. Kevin sedikit bingung melihat wajah Dimas yang penuh dengan tanda tanya, Seperti nya mereka membahas hal penting tadi di dalam.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE.....


⚠️Ikuti saja alur nya, semua itu bertahap⚠️


__ADS_2