Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps 56


__ADS_3

Hari ini mereka akan berangkat kembali ke Jakarta bersama-sama. Setelah seminggu mereka di Bandung mereka memutuskan untuk kembali ke kota asal karena ada beberapa urusan yang harus mereka selesaikan terutama tentang kasus ibu Alula yang meninggal dunia akibat dari kejahatan Vita.


Awalnya Riko ingin ikut, namun karena ada beberapa pekerjaan nya yang tidak bisa di tinggalkan akhirnya ia hanya berkata akan menyusul jika pekerjaan nya sudah selesai. Ia ke Jakarta hanya ingin bertemu dengan anak nya, darah daging nya yaitu Aulia. Mau bagaimana pun Aulia adalah darah daging nya dengan Vita dan juga akan menjadi saksi atas kesalahan-kesalahan yang telah di perbuat oleh Vita.


Mereka tiba di Jakarta tepat pukul sembilan pagi karena perjalanan Bandung menuju Jakarta memakan waktu berjam-jam. Dimas langsung pulang kerumahnya setelah berpamitan dengan sang anak. Sebenarnya ia ingin ikut bersama anak dan menantu nya, namun ia masih harus menyelesaikan beberapa masalah di rumah nya terutama tentang Vita. Sedangkan Alula dan Nathan juga turut pulang ke rumah mereka karena Alula sudah sangat merasa lelah apalagi kondisi nya yang sedang hamil.


Sesampainya di rumah mereka berdua langsung di sambut oleh Bagas dan Maya yang memang sudah di beritahu jika Mereka akan pulang.


" Lula gue kangen banget sama Lo seminggu ini gak ketemu. " Ucap nya seraya berhambur ke pelukan Alula yang sekarang sudah resmi menjadi sahabat nya.


Alula tersenyum dan ikut membalas pelukan dari Maya. " Aku juga. tapi dikit. " Balas nya seraya tersenyum kecil.


Maya melepaskan pelukan nya dengan bibir mengerucut. " Lo mah gak asik. " Ucap nya kesal yang di balas kekehan oleh Alula. Setelah nya mereka masuk ke dalam rumah meninggalkan kedua pria yang masih asik berdebat. Ralat bukan berdua seperti nya hanya Bagas yang ingin berdebat.


" Lo itu gimana sih jadi temen gak minta bantuan sama sekali sama gue!. " Ucap Bagas kesal seraya menunjuk-nunjuk dada Nathan yang hanya diam melihat tingkah sahabatnya dengan raut datar.


" Seharusnya Lo it--. " Ucapan nya terpotong begitu saja ketika Nathan dengan santai nya masuk ke dalam rumah.


" WOY! GUE BELUM SELESAI NGOMONG INI!. punya temen kok gak ada akhlak nya banget. " Ucap nya kesal seraya melangkah masuk mengikuti Nathan.


Mereka duduk di sofa yang berada di ruang tamu. Bagas masih memasang raut wajah kesal. Ia kesal dengan sahabat nya karena dirinya merasa jika tidak berguna sebagai sahabat karena Nathan tidak ada meminta bantuan untuk membantu masalah nya. Apalagi setelah mendengar cerita dari orang orang Nathan jika Alula selalu di teror di rumah ini.


" Kamu kenapa sih kak?. " Tanya Maya heran ketika melihat wajah tidak bersahabat Bagas.


" Gak papa. " jawab Bagas singkat.


" ihh kak Bagas kaya cewek aja jawab nya gak papa. " Celetuk Alula yang saat ini sedang berada di dekapan sang suami.

__ADS_1


Bagas mendengus mendengar ucapan Alula. " Gue kesel sama suami laknat Lo itu. "


Nathan hanya diam. Ia masih asik menghirup aroma sang istri yang membuat nya nyaman. Alula hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah suami nya yang dengan tidak tau malu nya memeluk nya seperti ini.


" Uda ihh sok sok ngambek kaya cewek aja. " Tegur Maya.


Bagas mencebikan bibir nya mendengar ucapan sang kekasih. Bukan nya di bela malah ikut memarahi.


Alula tersenyum geli melihat raut wajah Bagas yang begitu melas ketika di marahi oleh Maya. Padahal jika Nathan memarahi Bagas, Bagas selalu melawan. Gitu kali ya kalo laki-laki Uda nemu pawang nya.


" gak usah gitu muka nya. " Ucap Maya ketus kepada Bagas lalu beralih menatap Alula.


" Yuk makan. Gue Uda Masakin tadi buat Lo. Gue tau Lo belum makan kan?. " Tanya nya yang langsung di balas anggukkan oleh Alula. Akhirnya mereka makan bersama di selingi oleh candaan Bagas yang tidak berfaedah.


...****...


" Jalan pak. " Perintah nya kepada supir.


Supir tersebut mengangguk lalu perlahan masuk ke dalam halaman luas tersebut.


Mendengar suara deru mobil. Vita dan Aulia yang baru duduk di sofa selepas berbelanja langsung bangkit dan saling pandang.


" Siapa ya ma?. " Vita menggelengkan kepala nya menjawab pertanyaan anak nya.


mereka beranjak dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang ke rumah mereka karena rumah ini jarang sekali kedatangan tamu.


" Ayah!. " Pekik Aulia ketika melihat ayah nya keluar dari mobil. Ia langsung berlari menuju ayah nya dan memeluk Dimas dengan erat.

__ADS_1


Dimas hanya diam tanpa suara bahkan ia tidak membalas pelukan Aulia sama sekali. Wajah nya datar tanpa ekspresi sama sekali.


Vita ikut menghampiri sang suami. Awal nya ia sedikit bingung melihat wajah Dimas yang bisa di bilang tidak mengenakan, namun ia menghempaskan pikiran buruk tersebut, mungkin suami nya lelah sehabis pulang dari bisnis nya di luar kota.


" Kok kamu gak ngabarin sih mau pulang. " Ucap Vita seraya memeluk suami nya setelah Aulia melepaskan pelukan nya.


" gak papa. " Ucap Dimas singkat dengan wajah datar.


Vita mengerutkan kening nya mendengar Jawaban Dimas. Ia melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Dimas yang masih datar.


" Kamu pasti capek yah? ayo istirahat. " Ajak nya.


" Saya bisa sendiri. " Setelah mengucapkan hal tersebut Dimas langsung memasuki rumah nya dan berjalan menaiki tangga untuk sampai ke kamar nya. Namun saat melewati sebuah ruangan ia berhenti sejenak dan menatap pintu tersebut dengan pandangan sendu.


" Dania akhirnya aku bisa tahu semuanya. " lirih nya dengan wajah sendu. Setelah itu ia berjalan ke arah kamar nya untuk membersihkan diri.


Sedangkan Vita masih mematung di teras rumah nya. Nafas nya tercekat mendengar ucapan sang suami yang menurut nya asing tersebut. Biasanya walaupun Dimas kecapean atau pusing tentang pekerjaan ia tidak pernah bersikap acuh seperti ini dengan nya dan Aulia kecuali terhadap Alula.


" mama ayah kenapa yah?. " Tanya Aulia yang langsung membuyarkan lamunan Vita.


Vita menoleh ke arah anak nya. " Mungkin ayah kecapekan jadi kaya gitu. " Setelah itu ia pergi masuk ke dalam rumah untuk menghampiri suami nya.


Aulia memandang ibu nya dengan bingung. " tapi biasanya ayah gak kaya gitu. " Ucap nya pelan. Tanpa mau berfikir lagi akhirnya ia ikut masuk.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS....

__ADS_1


HAI READERS MAAF YA LAMA BANGET UP NYA. SEBENARNYA TAKUT JUGA NGECEWAIN READERS, TAPI MAU GIMANA HANDPHONE AKU SEMALAM ITU RUSAK DAN DATA ADA DI HANDPHONE YANG RUSAK. INI BARU BISA DI BUKA. SEKARANG AKU USAHAIN UNTUK RAJIN UP.


__ADS_2