
" Aku selalu mantau kalian, Aku cukup kecewa dengan mu karena telah mengabaikan anak mu karena kesalahpahaman tersebut. " Ucap Riko sekaligus mengakhiri cerita nya.
Dimas diam mematung mendengar cerita Riko, tubuhnya ikut melemas menerima fakta yang tidak begitu di sangka nya. Jadi selama ini dirinya salah paham dan itu semua karena istrinya sekarang. Apakah itu memang benar?.
Sedangkan Alula menangis di pelukan Nathan dari pertengahan cerita yang menceritakan tentang masa lalu ibu nya yang di fitnah begitu kejam nya oleh ibu tiri nya, yang dulu sering sekali menyiksa Alula. Ia terisak kuat, tangan nya mencengkeram erat kemeja yang di pakai Nathan hingga kusut. Nathan hanya diam serata mengelus punggung istri nya tetapi mata nya memancarkan kilatan tajam yang siap menghunus siapa saja.
Alula tidak habis pikir dengan ibu tiri nya yang dengan tega nya memfitnah sosok yang sangat berarti dalam hidup nya, Sosok yang sudah rela mempertaruhkan nyawa nya demi anak nya bisa lahir di dunia ini. Dan sosok yang selama ini selalu di nantikan kehadiran nya walaupun itu adalah hal yang sangat mustahil.
Selesai menceritakan itu semua, Mata Riko berkaca-kaca. Akhirnya. Akhirnya ia bisa menceritakan semua ini dan tidak akan ada lagi kesalah pahaman di hidup mereka. Mulai hari ini ia bisa tenang dan sahabat nya juga akan tenang di alam sana.
Dimas menolehkan kepala nya ke arah Alula. Mata nya berkaca-kaca melihat putri nya yang selama ini selalu ia abaikan. " Lu-lula. " Ucap nya seraya tangan nya mencoba meraih tubuh Alula, Namun Alula langsung merapatkan tubuh nya dalam dekapan Nathan. Ia tidak mau melihat ayah nya saat ini karena rasa kecewa di dalam hatinya begitu besar.
Dimas menatap tangan nya yang kosong dan gemetar. Begini kah sakit nya di tolak ketika kita ingin memeluk atau menggapai seseorang. Ia jadi teringat sejak kecil Alula selalu mencoba ingin dekat dengan dirinya, namun Dimas selalu membatasi nya dan lebih memilih memanjakan Aulia yang bukan darah dagingnya.
Saat itu Alula kecil sedang menangis di balik pintu kamar nya karena habis di marahi oleh ibu tiri nya. Ia menekuk lutut nya seraya terisak. Padahal ia hanya ingin meminjam mainan kakak nya, Aulia tapi ibu nya langsung memukul tangan nya dengan sapu begitu kuat membuat tangan nya memar.
Mendengar suara deru mobil, Alula langsung bangkit dan membuka pintu sedikit untuk memastikan siapa yang datang.
" Ayah. " Ucap nya dengan mata berbinar cerah karena melihat ayah nya pulang.
Ia keluar dan berlari ke arah sang ayah yang sedang duduk di sofa dengan Aulia di pangkuan Dimas.
" Ayah. " Panggil nya riang, namun Dimas hanya melirik singkat. Tapi Alula tetap tersenyum di perlakukan seperti itu.
" Ayah itu apa?. " Tanya Aulia seraya menunjuk paper bag di meja.
Dimas tersenyum menatap Aulia lalu kecupan singkat tersemat di pipi nya. Alula masih berdiri di hadapan Dimas dan menyaksikan aksi ayah dan anak tersebut. Dimas mengambil paper bag tersebut dan mengeluarkan isi nya yang ternyata adalah mainan barbie.
__ADS_1
" Ini untuk anak ayah yang cantik. " Ucap nya seraya memberikan mainan tersebut kepada Aulia membuat mata anak tersebut berbinar cerah.
" Maacih ayah. " Ucap nya senang.
" Mainan aku mana ayah. " Tagih Alula dengan tangan yang ia sodorkan. Mata nya pun berbinar lucu karena mengharapkan mainan yang akan di berikan oleh Ayah nya.
Dimas menatap datar putri pertama nya tersebut. " Gak ada. " Ucap nya singkat membuat senyum Alula luntur seketika.
" Tapi Napa ayah? Kak Lia di kasih. Lula enggak. " Ucap nya sedih.
Aulia turun dari pangkuan ayah nya. " Karena kamu jelek. " Ucap Aulia seraya mendorong tubuh Alula membuat Alula tersungkur.
Setelah nya Dimas pergi dengan Aulia di gendongan nya tanpa memperdulikan kondisi Alula yang menangis.
saat itu ia tidak tahu apa-apa mengapa ayah nya sangat tidak suka dengan nya. Tapi sekarang ia tahu alasan ayah nya setelah mendengar fakta tersebut.
" Ayah itu jahat Uda buat Bunda meninggal!!. Aku benci ayah! " Teriak nya kembali dengan isakan yang masih tersisa.
Dimas membeku. Ia tidak menyangka Alula akan mengatakan benci terhadap dirinya. Ia ingin menggenggam tangan anak nya, namun dengan cepat Alula menghindar " Lu-lula, Ayah, ayah..... "
" Lula gak mau ketemu Ayah!!. " Setelah nya ia berlari keluar membuat Nathan panik seketika.
" Alula!. " Teriak Nathan panik karena Alula saat ini tengah mengandung dan itu sangat berbahaya.
Dimas ingin ikut mengejar, namun tangan seseorang menarik nya pelan. Ia menolehkan kepala nya, ternyata Riko lah yang memegang lengan nya.
" Gak usah. Dia sudah ada suami nya. " Ucap nya seraya melepaskan tangan nya.
__ADS_1
Dimas menghela nafas nya dengan gusar. Ia menunduk. " Maafin gue Rik. " Ucap nya pelan. " Maafin gue uda salah paham sama Lo dan istri gue. Maafin gue juga uda gak percaya sama Lo. " Mata Dimas berkaca-kaca mengucapkan hal tersebut.
" Gue bodoh Uda percaya gitu aja sama perempuan kaya Vita. Secara gak langsung gue Uda buat istri gue meninggal hiks. Dan gue juga nikahin penghianat yang Uda buat istri gue ninggalin gue dan buat anak gue tersiksa. " Dimas tak kuasa menahan tangisannya. Ia terisak di depan Riko yang menyoroti nya dengan wajah sendu.
Brukk.
Dimas jatuh berlutut membuat Riko terkejut. " Gue minta maaf Riko. Gue tau gue gak bisa ngubah semua nya. "
Riko menghela nafas nya. Sebenarnya ia cukup kecewa dengan sikap Dimas. Namun Dimas juga korban Disini. Korban dari perbuatan Vita yang seraka.
Riko memegang pundak Dimas agar Dimas berdiri. " Gue Uda maafin Lo jauh sebelum ini. Karena kita disini juga korban. "
Mendengar ucapan Riko, Dimas langsung memeluk sahabatnya itu dengan erat. Betapa baik nya hati seorang Riko hingga bisa memaafkan kesalahannya.
" Tapi Lula Rik, Dia gak mau maafin gue. Gue Uda jahat sama dia. " Racau nya di pelukan sang sahabat.
Riko mengelus pelan punggung Dimas. " Dia butuh waktu dim. 17 tahun dia hidup menderita. Jadi dia butuh waktu untuk menerima Lo lagi. " Nasehat nya.
Dimas hanya diam dan menumpahkan tangisan nya di pundak Riko.
Riko masih asik mengelus punggung sahabat nya dengan pandangan mengarah ke depan. Di depan sana ia seperti melihat wujud sahabat nya yang tengah tersenyum lembut ke arah nya seolah mengatakan ' Kamu berhasil '. Riko ikut tersenyum lembut sampai sosok tersebut menghilang dan hanya tersisa dirinya dan Dimas.
" Semoga kamu bahagia di sana Mawar putri dania Prayoga. "
BERSAMBUNG.....
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS....
__ADS_1