
Hari sudah berganti, hari ini adalah dimana Nathan dan Alula akan berangkat menuju Bandung. Ibu hamil tersebut masih bersiap-siap di depan cermin. Ia memoleskan sedikit bedak bayi di wajah nya. Sedangkan Nathan, ia sudah bersiap-siap sedari tadi dan sedang menunggu dirinya di ruang tamu.
Selesai akan semua nya, Alula meraih Sling bag nya dan melangkah keluar. " Ayo aku Uda siap. " Ajak Alula setelah sampai di hadapan Nathan.
Nathan yang tadi nya sibuk dengan ponsel mengalihkan pandangannya ke arah istri nya yang sudah cantik dengan dress pink selutut. Selama hamil, Alula memang sengaja ia suruh mengenakan dress agar merasa nyaman.
Nathan bangkit dari duduk nya lalu menjulurkan tangan nya agar di genggam oleh istri nya. Setelah itu mereka melanjutkan langkah mereka menuju dimana mobil mereka berada.
Nathan dan Alula duduk di kursi penumpang. Mereka akan di antarkan supir dan para pengawal yang akan ikut mengawal mereka sampai Bandung karena ia tidak tahu musuh akan mencelakai mereka kapan saja dan dimana saja. Apalagi jarak Bandung dengan Jakarta cukup jauh dan memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan jika tidak ada kendala apapun di jalan.
Alula menyandarkan kepalanya di kaca mobil seraya memandang jalanan yang cukup padat pagi ini. Sesekali tangan nya terangkat dan menggambar pola abstrak di kaca yang terkena embun pagi.
Nathan hanya tersenyum melihat kelakuan istri nya. Ia belum memberitahu istri nya jika, Dimas, Ayah Alula ikut bersama mereka menuju Bandung. Ia sengaja tidak memberitahukan nya karena takut Alula menjadi tidak nyaman dan menambah beban pikiran nya selama perjalanan, biarlah saat sampai di sana ia mengetahui nya.
" Kalo kamu cape bilang aku. " Ucap Nathan yang di balas anggukkan oleh Alula tanpa mengalihkan pandangan nya dari luar.
Setelah itu hanya hening di dalam mobil, hanya suara deru mobil yang terdengar selama perjalanan. Biasanya Alula akan bertanya jika hening, ini tidak, mungkin Alula sedang tidak mood.
...****...
Setelah hampir lima jam perjalanan, Akhirnya mereka sampai di Bandung. Mereka berhenti di lobby hotel milik nya yang akan mereka huni beberapa hari ini.
Nathan tersenyum melihat Alula yang sedang tidur di dekapan nya dengan tangan nya melingkari pinggang istri nya.
Ia memperbaiki posisi istri nya ketika salah satu bodyguard membuka pintu untuk nya. Ia mengangkat Alula dengan perlahan agar tidak membangunkan sang empu nya.
Setelah keluar dari mobil, Dimas langsung menghampiri mereka. Dimas memang berangkat bersama dengan mereka, namun tidak satu mobil, Dimas menaiki mobil yang tepat berada di belakang mereka.
" Apa kita akan menginap disini?. " Tanya Dimas yang sesekali mata nya mencuri pandang ke arah Alula yang tertidur di gendongan Nathan.
Nathan mengangguk dengan wajah datar. Ia mengeratkan gendongan nya ketika merasakan pergerakan Alula. " ssstt tidur lagi. " Bisik nya menenangkan di telinga Alula.
__ADS_1
Tanpa sadar Dimas tersenyum tipis melihat tingkah Nathan kepada Putrinya. putri nya? memang benarkan Alula ada putri nya.
" Hari ini kita menginap saja dulu disini. besok kita akan pergi. " Setelah mengucapkan hal tersebut, Nathan melangkah pergi diikuti oleh Dimas dan para penjaga di belakang nya. sebelum pergi, Nathan sudah menyuruh orang kepercayaan nya menyewa tiga kamar di hotel ini, satu kamar untuk nya, satu nya lagi untuk Dimas, dan yang satu nya lagi untuk para penjaga yang ingin istirahat.
" kamar anda ada di sebelah. " Beritahu nya pada Dimas ketika mereka telah sampai di depan pintu salah satu kamar hotel.
Dimas hanya mengangguk dan ia masuk ke dalam kamar yang ditunjuk oleh Nathan, begitu pun dengan Nathan yang juga masuk ke dalam dengan Alula yang masih setia di gendongan suami nya tanpa terganggu sedikit pun.
Nathan membaringkan tubuh istri nya ke atas ranjang. Tepat saat tubuh nya menyentuh lembut nya kasur, Alula langsung mengerjabkan mata nya.
Nathan tersenyum melihat mata istri terbuka, ia mengelus lembut rambut Alula. " Kenapa bangun?. " Tanya Nathan lembut yang saat ini ikut berbaring di samping istri nya.
Alula hanya diam, tubuh nya menyamping dan langsung memeluk tubuh Suami nya dengan erat walaupun terhalang oleh perut nya dan menyembunyikan wajah nya di dada Nathan.
Nathan tersenyum, tangan nya masih setia mengelus lembut rambut Alula. " Masih ngantuk?. "
Alula mengangguk di dalam pelukan Nathan. " Tapi kamu harus makan dulu baru tidur. " Ucap Nathan.
Nathan menghela nafas nya. " Kamu harus makan Al. Anak kita juga butuh nutrisi. " Ucap nya seraya mengelus lembut perut Alula.
Alula mengerucutkan bibir nya. Ia melepaskan pelukan nya dan mendongak menatap Nathan. " Bentar lagi yah. " Bujuk nya dengan wajah memelas.
Nathan menggeleng tegas. " Gak! kamu harus makan!. "
Alula menjauhkan tubuh nya dari Nathan. " Kamu mah gitu. " Ucap nya kesal seraya memunggungi suami nya.
" Makan Alula baru tidur lagi!. " Ucap nya tegas.
" gak!. "
" Alula!. " Geram nya seraya mendekat ke arah istri nya.
__ADS_1
" Apa?!. " Kesal nya seraya membalikkan tubuh nya dan langsung bertatapan dengan sorot dingin dari suami nya.
wajah kesal Alula langsung berubah menjadi cemberut. " Iya iya ini mau makan. " Alula duduk di atas kasur dengan dengan wajah masih sama.
Nathan tersenyum tipis. Ia ikut duduk di atas ranjang berhadapan dengan Alula. " mau makan di luar atau disini?. " Tanya Nathan.
" Di sini. " Ucap nya singkat karena ia sedang tidak mood yang baik untuk berjalan keluar karena suami nya mengganggu acara tidur nya.
Nathan mengangguk dan langsung menghubungi salah satu penjaga untuk membelikan dirinya dan istri nya makanan.
Alula menatap sekeliling. Ia baru sadar jika mereka sudah berada di kamar hotel, berarti mereka juga sudah sampai di daerah Bandung jika begitu. Padahal ia sudah merasakan ranjang empuk itu sedari tadi tapi pikiran nya entah kemana karena ulah suami nya yang memaksa dirinya makan.
" Kita Uda Sampe?. " Tanya Alula menatap Nathan yang sedari tadi ternyata sedang memandangi dirinya.
" Belum. ini kita lagi di mobil. " Jawab Nathan asal yang mengundang kekesalan dalam diri Alula.
" Mas ihh. " Alula mencubit lengan suami nya dengan perasaan kesal.
Nathan tertawa kecil ketika tangan mungil tersebut mencubit nya, bukannya sakit yang ia rasakan,namun rasa geli yang ia rasakan. " Yah kamu aneh. Uda liat tapi masih nanya. "
Alula mengerucutkan bibirnya. Ia kan hanya basa-basi tapi Suami nya tidak bisa di ajak basa-basi sedikit aja membuat nya kesal saja.
Nathan tersenyum lalu ia mendekat dan mendekap tubuh Alula dengan lembut, Mambawa kepala istri nya untuk bersandar di dada nya.
Alula hanya diam menurut karena ia juga nyaman dengan pelukan suami nya.
Tidak lama setelah itu makanan mereka datang dan mereka makan dengan hikmat dengan sesekali melempar candaan.
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS..
__ADS_1
MAAF YAH AGAK TELAT UP NYA, SOAL NYA SAKIT DUA HARI INI...