Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps 50


__ADS_3

Pagi hari nya mereka mulai bersiap-siap untuk pergi ke tempat yang Alula tidak tahu sama sekali. Alula hanya menurut saja saat di suruh Suami nya untuk bersiap-siap karena ia malas bertanya.


Setelah selesai, Mereka keluar dari kamar bertepatan dengan keluar nya Dimas yang sudah siap dengan pakaian nya.


Alula menahan nafas nya ketika pandangan nya bertemu langsung dengan Dimas yang juga tengah menatapnya. Mengapa Dimas bisa berada di kota dan hotel yang sama dengan nya? Apakah mereka memiliki pekerjaan yang sama dengan Nathan?


Alula langsung mendongak menatap Nathan yang tengah menatap Dimas dengan wajah datar dan kembali menatap Dimas yang juga tengah menatap Nathan dengan senyuman tipis.


" Anda sudah siap?. " Tanya Nathan datar membuat Alula kembali menatap nya.


" Ka-kamu ngomong sama siapa?. " Tanya Alula ragu.


Nathan menunduk dan tersenyum kepada istri nya yang kelihatan bingung dan takut. " Saya sudah siap. Bisa kita berangkat sekarang?. " jawab Dimas membuat Alula mengerutkan kening nya.


" Ki-kita berangkat bareng?. " Tanya Alula sekali lagi.


Nathan memeluk pinggang istri nya. " Ada urusan yang harus kita urus bersama sayang. " Ucap nya seraya menuntun Alula untuk berjalan.


Dimas hanya diam seraya ikut berjalan di belakang Nathan. Sedangkan Alula ia sesekali melirik ke belakang tepat dimana ayah nya berada. Ia Masih tidak percaya jika ia bisa bertemu dengan ayah nya disini.


Dimas juga sesekali menatap ke arah Alula dan perut nya, ternyata sudah hampir empat bulan Alula pergi meninggalkan rumah, ralat bukan pergi namun di usir dengan paksa oleh diri nya sendiri karena kejadian tersebut ia jadi mengingat penghianatan belasan tahun silam.


Mereka menaiki mobil yang sama dengan Alula yang di apit oleh kedua pria di kursi penumpang, Dimas dan Nathan. Alula hanya terdiam kikuk karena keadaan mobil sangat hening saat ini. Kedua pria tersebut sibuk dengan tab ditangan masing-masing membuat Alula bingung harus berbuat apa.


Alula mendengus Ketika dirinya merasa terabaikan di sini. Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi dan mulai memejamkan mata nya dengan tangan yang tidak berhenti mengusap perut nya.


Hap.

__ADS_1


Kepala Alula terjatuh di pundak Dimas ketika mobil melaju di tikungan membuat Dimas tersentak. Ia menolehkan kepala nya ke arah Alula yang masih nyaman dengan alam mimpi nya. tiba-tiba tubuh nya meremang ketika merasakan sentuhan kepala Alula di bahu nya.


Nathan juga sempat terkejut dan langsung menolehkan kepala nya ke arah istri nya yang masih nyaman di bahu Dimas.


"Maaf tuan tadi ada tikungan tajam. " Ucap sang sopir.


Nathan tidak menghiraukan ucapan sopir nya. Ia bergerak untuk mengambil kepala sang istri agar bersandar di dirinya namun Dimas langsung menghalangi nya.


" Biarkan saja. " Ucap nya seraya membenarkan duduk nya agar Alula lebih nyaman dan tidak terganggu.


Nathan hanya diam dan menghela nafas nya. Ia kembali sibuk dengan tab nya dan membiarkan Istri nya tidur di pundak sang ayah. Mungkin inilah cara Alula bisa mewujudkan keinginan nya untuk lebih dekat dengan Dimas.


Sekitar setengah jam mereka telah sampai ke tujuan yaitu sebuah restoran yang menjual makanan khas Bandung. Dimas melirik Alula yang masih tertidur. Ia bingung bagaimana cara membangun nya karena selama ini ia jarang bahkan hampir tidak pernah beraktivitas dengan Alula jadi ia sedikit canggung.


Nathan yang melihat hal tersebut bergerak membangunkan istri nya. " Sayang bangun kita uda Sampe. " Ucap nya seraya menepuk pelan lengan istri nya.


" Ma-maaf. " Ucap nya tergagap.


Nathan menghela nafas nya melihat itu semua lalu memeluk pinggang ia nya. " Ayo keluar kita Uda sampai. " Ia keluar setelah di bukakan pintu oleh sopir nya bersama dengan istri nya


Sedangkan Dimas ia hanya bisa memandang Alula dalam diam. Ia tidak menyangka jika Alula setakut itu kepada nya. Mendengar pintu di buka, Dimas langsung tersadar dari keterdiamananya dan keluar dari mobil.


" Kenapa kita ke sini?. " Tanya Dimas setelah berada di samping Nathan.


" Di sini lah kita menyelesaikan semua nya " Jawab nya santai membuat Alula dan Dimas menatap Nathan bingung karena tidak mengerti arti ucapan Nathan.


sampai nya di depan pintu restoran, Mereka langsung di sambut oleh Dion, orang kepercayaan Nathan yang akan mempertemukan mereka dengan orang yang di maksud oleh Dion tempo hari.

__ADS_1


Mereka berjalan dengan Dion sebagai arahan mereka. Sampai nya di ruangan yang di tunjuk oleh Dion, Mereka semua mengerutkan kening nya kecuali Nathan dan Dion tentu nya. Mereka bingung ketika melihat seorang pria paruh baya sedang duduk menghadap ke arah luar kaca.


" Tuan mereka sudah sampai. "


Ucapan Dion membuat pria tersebut mengalihkan pandangannya. Dimas langsung membulatkan kedua mata nya ketika mengenali sosok di hadapan nya yang sudah lama sekali tidak bertemu dengan nya. Sosok yang selama ini ia anggap sudah tiada di dunia ini. Dan sosok itu pula yang memicu kebencian nya akan masalah di masa lalu.


" Riko!. "


Pria bernama Riko tersebut tengah duduk seraya memandang nya dengan pandangan teduh dan tak lupa senyuman yang menunjukkan rasa rindu dan kecewa terpatri di sana.


...****...


Hanya hening lah keadaan yang menggambarkan keadaan meja tersebut. Mereka semua diam dengan ekspresi yang berbeda-beda.


Setelah Dimas mengucapkan nama pria tadi mereka langsung di bimbing oleh Dion untuk duduk terlebih dahulu Dan mereka semua pergi menyisakan Nathan, Alula, Riko dan Dimas. Awal nya Dimas tidak mau, namun atas paksaan dari Nathan akhirnya ia duduk dengan pandangan menatap tajam ke arah mantan sahabat nya itu.


Alula yang tidak tahu apa-apa hanya diam seraya memandang kedua pria paruh baya yang saling melemparkan tatapan berbeda. Dan sesekali Riko juga melemparkan senyum yang tidak di mengerti oleh Alula apa arti senyum tersebut.


" Sudah lama yah?. " Tanya Riko dengan sendu membuyarkan keheningan yang ada.


Dimas memalingkan wajah ke samping, enggan melihat mantan sahabat yang telah mengkhianati nya itu. Ketika melihat wajah nya entah mengapa kilasan masa lalu itu muncul kembali dalam ingatan nya membuat dirinya kembali terluka.


" Lula juga sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan dewasa. " Ucap nya kembali membuat Alula mengerutkan keningnya bingung. Apa pria ini mengenal dirinya.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE READERS...

__ADS_1


CERITA MASA LALU NYA BAKALAN PANJANG INI...


__ADS_2