Istri Kecil Presdir

Istri Kecil Presdir
eps 64


__ADS_3

Ruangan rawat Alula terlihat ramai oleh ocehan-ocehan tidak jelas yang terlontar dari mulut Bagas dan Maya. Masih ingat mereka bukan?. sahabat Nathan yang terkadang ngeselin. Sesampainya mereka di ruang rawat, Maya sempat menangis melihat kondisi Alula yang akhir-akhir ini dekat dengan dirinya. Oleh sebab itu mata Maya sekarang sembab, namun ia yakin Alula akan segera sadar.


" Menurut kamu dia mirip aku apa bapak nya?. " Tanya Bagas seraya melihat wajah kedua anak Nathan dan Alula yang sedang terlelap tersebut. yah, kedua bayi kembar tersebut sudah di pindahkan ke ruangan inap Alula setelah menjalani perawatan.


Maya menatap sinis ke arah Bagas. " Yah mirip bapak nya lah bego! " Ucapnya Maya seraya memukul pundak Bagas dengan kencang.


Bagas meringis merasakan pukulan dari kekasihnya tersebut. " Cuma nanya sayang. " Nathan yang sedang duduk di kursi sebelah brankar hanya bisa menghela nafas karena sikap mereka berdua. lihat saja jika anak nya terganggu, bisa Nathan usir mereka berdua dari ruangan ini.


" Siapa nama nya bro?. " Tanya Bagas tanpa mengalihkan atensi nya pada Bayi kembar di depan nya.


Nathan menoleh sekilas lalu menjawab. " Rahasia. "


Bagas mendengus. " Ada yah nama pake di rahasiain. " Nathan hanya diam mengabaikan perkataan Bagas.


Setelah puas melihat bayi kembar, Maya dan Bagas duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. " Gimana Nat ada perkembangan?. " Tanya Bagas.


Nathan melirik ke arah Bagas sebentar lalu kembali melihat Alula. " Semua nya hanya karena dendam. " Ucapnya datar dengan tangan yang tidak berhenti mengelus punggung tangan Alula.


Bagas mengerutkan keningnya bingung dan Maya hanya menyimak karena tidak mengerti apapun. " dendam?. " Tanya nya bingung.


Nathan mengangguk. " Masih ingat dengan Johan?. " Tanyanya kembali.


" Johan?. " Gumam nya sambil berfikir. Mengingat sebuah nama yang tidak asing di telinga nya.


" OHH JOHAN SI PENGHIANAT ITU?!. " Pekik Bagas yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Nathan dan pelototan dari Maya.


" Lo bisa ganggu anak gue!. " Ucapnya tajam.

__ADS_1


" Peace. " Bagas nyengir seraya mengangkat kedua jarinya.


" Biasa aja. " Ucap Maya seraya tangan nya mencubit pinggang Bagas membuat Bagas meringis dengan bibir cemberut.


" Oke oke back to topik. Jadi apa hubungannya sama tu anak dan masalah penculikan ini?. " Tanya nya penasaran.


Nathan menghela nafas sebelum menjelaskan karena ia jarang berbicara panjang jadi sedikit kaku saat berbicara panjang lebar.


" Jessica guru home schooling Alula ternyata adalah adik dari Johan, Manager utama divisi keuangan gue dulu, yang menggelapkan dana sampai miliaran rupiah. Jessica berfikir kematian Johan karena gue Uda bunuh dia karena kesalahpahaman padahal Johan tertabrak mobil karena di kejar oleh polisi yang mau nangkap dia. " Jelas Nathan panjang lebar.


Bagas terdiam sebentar. " Tunggu Tunggu---- Bukannya setelah kematian Johan Lo tetep tanggung jawab dengan membiayai kebutuhan adik nya karena Johan tulang punggung keluarga setelah orang tua nya meninggal. " ujar Bagas seraya mengelus rambut Maya yang bersandar pada nya.


Nathan mengangguk. " Gue memang suruh orang untuk mengatur itu semua tapi gue gak pernah tau wajah adik nya Johan karena menurut gue itu gak penting. Makanya gue gak tau kalo Jessica yang gue anggap orang baik ternyata yang selama ini ngincar Alula dengan teror-teror itu. " Ucapnya lagi dengan tangan yang tidak berhenti mengelus punggung tangan Alula.


Maya yang sedari tadi diam akhirnya berbicara. " Gue juga gak nyangka sih Jessica kaya gitu karena gue liat dia kayak sayang gitu sama Alula. "


Nathan memutar bola matanya melihat kelakuan mereka berdua sepertinya Bagas balas dendam dengan nya karena ia selalu memamerkan kemesraan dengan istrinya.


...****...


Hari sudah berganti malam, Matahari sudah berganti dengan bulan. Di ruangan Alula terasa hening karena Bagas dan Maya telah pergi beberapa jam yang lalu. Nathan pun baru saja tidur setelah menjaga anak nya yang cukup rewel, walaupun ada suster yang membantu tapi tetap saja ia juga harus turun tangan.


Tentang nama, Nathan sengaja belum memberitahukan orang-orang tentang nama anak nya karena ia ingin Alula yang pertama kali mendengar nama yang akan di berikan oleh anak mereka.


Oek oek.


Nathan tersentak dari tidurnya mendengar tangisan anak nya. Ia berdiri lalu menghampiri keranjang anak nya. Ia menggendong bayi perempuan nya yang menangis dengan kencang. Ia heran kenapa bayi perempuan nya lebih sering menangis ketimbang bayi laki-laki nya yang jarang menangis apalagi terganggu oleh tangisan adik nya.

__ADS_1


" Cup cup anak Dady. " Nathan menimang-nimang anak nya dalam gendongan agar berhenti menangis, namun tangisan nya tidak kunjung berhenti padahal ia sudah memberikan susu yang memang di sediakan untuk anak nya.


Tiba-tiba saja air mata nya menetes karena teringat akan kondisi Alula yang masih dalam keadaan koma, jika saja Alula sadar saat ini, ia dan Alula pasti akan menjaga anak mereka bersama-sama.


" Cup cup anak Dady. kenapa sayang? pengen Deket mommy yah?. " Nathan menghampiri brankar istri nya dan meletakkan bayi nya di atas dada Alula. Ajaib nya tangisan anak nya langsung berhenti. Seperti nya anak nya itu merindukan ibu nya.


" Lihat sayang. Anak kita kangen sama mommy nya. " Nathan menyeka air mata nya yang jatuh ke pipi. Tangan nya mengelus lembut kepala anak nya yang mulai tenang itu.


Cup.


" Cepat sadar sayang aku sama anak-anak nungguin kamu. " Setelah nya ia kembali meletakkan anak nya di keranjang bayi dan mencoba kembali terlelap.


...****...


" Ayah besok kita langsung kerumah sakit yah. " Ucap Aulia yang sedang berbaring di kasur.


Riko yang sedang duduk di samping kasur tersenyum lembut. " Iya sayang. " Setelah mendengar ucapan ayah nya ia mulai memejamkan mata karena mata nya begitu berat sehabis menangis.


Riko berhenti membelai puncak kepala anak nya ketika melihat Aulia terlelap. Lihatlah mata nya sembab dengan hidung memerah sehabis menangis.


Sudah beberapa hari Aulia tinggal bersamanya dan tepat nya beberapa jam yang lalu ia bertanya tentang ibu nya yang tidak ada kabar beberapa hari ini. Riko dengan tidak tega memberitahukan tentang Vita yang di penjara karena melakukan percobaan pembunuhan terhadap Alula. Aulia menangis mendengarnya, ia tidak menyangka jika ibu nya di penjara dan ia juga menyesal mengingat perbuatan nya yang tidak baik kepada saudara tiri nya tersebut.


Cup.


" Selamat malam anak ayah. " Riko pergi keluar dari kamar setelah mematikan lampu kamar.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2