Istri Pengganti Tuan Saga

Istri Pengganti Tuan Saga
Obat Tuan Saga


__ADS_3

kediaman Keluarga besar Adhitama


Saga mencari berkas penting dari ruang kerja nya dirumah itu , mencari surat rumah dan aset aset kantor


Wanita itu tanpa sengaja mengintip Saga


"saya punya rencana bagus "


saat wanita itu hendak pergi, namun ia tanpa sengaja bertabrakan dengan Luna


"aduh" lirih nya


"duh duh pagi pagi ketemu cewek kampung"


sambil membelai rambut Luna


"mau apa kamu mengintip ruang kerja Tuan" tanya Luna


Wanita itu pergi dan menyenggol Luna tanpa menjawab pertanyaan nya , saat Luna hendak masuk ke ruang kerja Saga, Saga juga hendak keluar sehingga mereka bertabrakan


surat rumah dan aset aset itu bertebaran


"Maaf tuan saya tidak sengaja" sambil menunduk kan kepalanya


"mata kamu dimana ini berkas penting selalu saja kamu pembawa masalah " ucap Saga


"saya rapikan Tuan maaf " saat Luna hendak merapikan aset itu Saga menarik tangannya


"Tuan saya mau dibawa kemana "


"saya akan bawa kamu ke tempat yang pantas "


sambil mencengkram tangan Luna


mamah Zoya melihat perlakuan Saga , ia mencoba menghentikan nya ,namun tidak berhasil


Saga membawa Luna ke dapur, dengan kasar ia mendorong Luna sehingga membuat tangannya terbentur


"aw" keluh nya


"ini tempat yang cocok untuk kamu, cuci semua piring ini " Ucap Saga seperti orang kesurupan hanya tidak sengaja menyenggol bisa semarah itu


"tapi Tuan"


"jangan kamu bantah saya, atau saya akan usir, kamu dari rumah ini "


Luna tidak ingin meninggalkan Saga dengan kondisi seperti ini, dia harus menerima setiap perlakuan suami nya itu


"bagus seperti yang saya harapkan" ternyata wanita itu membututi Saga dan Luna


saat Saga hendak merapikan berkas nya kepala nya terasa sakit , memori itu muncul kembali membuat nya sedikit berteriak


"sayang kenapa " ucap wanita itu setelah mendengar kan Saga berteriak


"sepertinya obat itu dosis nya kurang sehingga ingatannya bisa kembali menghantui " ucap wanita itu dalam pikirannya


Wanita itu membawa Saga ke kamar nya dan memberikan 2 kali dosis obat biasanya , Efek nya cukup keras bisa membuat orang tertidur


"bagus, perlahan aku akan buat kamu mengikuti perintah Saya" menatap Saga dengan tatapan penuh hasrat

__ADS_1


Luna melakukan semua perintah Saga untuk bekerja di dapur disana ia kedatangan wanita itu , namun Luna sengaja tidak menggubris nya


"he kamu sombong sekali "


Luna tetap tidak memperdulikan nya


sampai wanita itu memegang lengan Luna


"kenapa lepasin tangan kamu " gumam nya


"semakin hari kamu semakin berani, liat apa yang akan saya lakukan "


sebenernya ia mengalihkan perhatian Luna tujuan nya ke dapur untuk membuang bungkus obat yang diberikan kepada Saga itu


ia pergi setelah mengatakan itu, membuat Luna merasa sedikit curiga


"pasti ada sesuatu yang dilakukannya mengapa dia tumben pergi ke dapur" pikir nya mulai bekerja


Luna mencari barang yang mencurigakan, semua tempat di dapur ia geledah kecuali tempat sampah


"tidak ada apapun disini, tapi saya yakin ada yang aneh "


setelah beberapa lama berpikir berdiam diri ia ingat bahwa tempat sampah belum di geledah


ia mulai mencari sesuatu yang mencurigakan dari tempat sampah itu


"bungkus obat apa ini , obat Tuan tidak mungkin seperti ini " ia menemukan sebungkus bekas obat yang mencurigakan


sangat sigap, Luna langsung pergi dari rumah untuk menanyakan itu bekas obat apa


"permisi sus"


"ini saya ingin tahu ini kira kira bungkus obat untuk apa ?"


"ini obat dosis nya cukup kuat , jika benar digunakan ini sangat bermanfaat jika salah maka ingatan seseorang akan menjadi terganggu, ia akan lupa apa yang dibuatnya kemarin atau sejam yang lalu"


Luna berpikir mengapa wanita itu mengonsumsi obat itu untuk apa dan tujuannya apa ?


"baik sus terimakasih"


"ini bisa menjadi bukti yang kuat " ucap Luna


keesokan nya Luna berniat memberi tahu masalah ini pada Saga, tetapi sepertinya kondisi Saga sangat ini sedang drop kembali entah mengapa bisa terjadi


"Tuan" suara nya yang lembut selembut kapas membuat hati Saga melirik ke arah nya


"mau apa kamu kemari " tanya Saga


"saya ingin membicarakan sesuatu sekaligus membawa kan Tuan semangkuk bubur hangat "


Saga melihat perhatian Luna yang tulus dari hati nya membuat nya menurunkan nada suara nya , ia melihat ada lebam ditangan nya dan mengatakan " kenapa tangan kamu?"


Luna terkejut bagaimana Saga bisa bertanya seperti itu jelas jelas lebam itu berasal dari sikap Saga yang kasar


"Tuan tidak ingat dengan lebam ini"


Saga terbingung apa yang dikatakan Luna itu


"apa maksud mu "

__ADS_1


"maaf Tuan ini lebam karena Tuan menyeret saya ke dapur dan membenturkan tangan saya"


"saya? kamu bercanda saya tidak pernah menyeret kamu "


Luna semakin bingung apa bisa memori hilang dalam semalam , kecuali....


ia ingat dengan apa yang dikatakan suster itu


"Tuan sebaiknya makan dahulu, saya akan ambilkan obat "


ia mulai mencari obat itu , dia sangat yakin wanita itu memberi Saga obat tersebut sehingga kesehatan Saga sulit sekali pulih


"dimana wanita itu menyimpan obat itu "


mencari kesana kemari , sampai ia menemukan bungkus obat yang sama seperti yang ditemukan nya kemarin


Luna mencocokannya


"semua data dan tulisannya sama ini berarti"


otak nya mulai bekerja


"Tuan diberi obat ini agar hingatan nya tidak pulih , ya aku yakin itu" bergegas memberi tahu Saga , namun ternyata wanita itu sudah berada dekat Saga


"mau ngapain kamu "


Luna bingung menyembunyikan bukti bungkus obat itu , " hmm ini saya cuma ingin liat apa Tuan sudah makan "


"sudah pergi kamu biar Saga saya yang ngurus" Luna ingin berbicara, namun situasi nya belum mendukung


satu bukti telah dia dapatkan kini bukti lainnya harus ditemukan , mencari tahu siapa sosok wanita yang tiba tiba datang mengaku menjadi Aulia


Dikamar Saga diberi obat yang sama pada nya


kini rencana licik nya akan kembali


"Sayang " ucap nya dengan wajah murung


"kamu kenapa sayang " sahut Saga tak tega melihat nya seperti itu


"ini sayang aku kan istri kamu, tapi disini serasa pembantu tidak ada yang menghormati aku"


"saya juga berpikir seperti itu"


"apa tidak sebaiknya aku diberi 50 persen aset rumah dan kantor...." sambil memegang tangan Saga


Saga berpikir sejenak , melihat ucapan manis nya itu


aduh Saga jangan dikasih nanti dia semena mena greget sendiri''


"baiklah saya kasih kamu aset 50 persen tapi kamu harus bisa mengelola nya "


wanita itu langsung memeluk Saga mengucapkan terimakasih, dia tidak tau kalau pelukan nya itu palsu


"bagus , bukan hanya 50 persen seluruh aset akan ku dapatkan ini baru awal " dengan wajah licik nya


bagaimana kelanjutan rumah tangga Luna dan Saga apa Luna akan segera berbicara mengenai obat itu ?


tunggu part selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2