
Jangan lupa vote,like and komen yuks jadikan favorit 🥀
saat ini kondisi keluarga Adhitama sedang dalam titik gelap , entah masa lalu buruk apa yang terjadi sehingga menimpa mereka
sedangkan dirumah sakit Luna masih dirawat , karena kondisinya belum mumpuni
"pembantu " panggil nya dengan keras
Tania saat kesal dengan perlakuan Amara
datang dengan sedikit berlari
"ada apa" sahut nya dengan wajah kesal
"Tolong kamu potong kuku saya warnai dengan cantik"
"apa ?" dengan nada yang cukup tinggi
Amara berdiri mengitari Tania
"bagaimana kamu tidak mau" siap memegang telpon
"ya ya saya mau kamu,,ets maksut saya nyonya tunggu disini "
pergi dengan wajah kesal
"kurang ajar tuh cewek , saya adik Adhitama dijadiin pembantu awas kamu"
Tania sungguh seperti pembantu rumah itu
"Pembantu" panggil nya
"Tuh kan ihhh saya kesel banget...iya iya sabar nyonya"
Disisi lain Saga siap siaga menemani Luna, bahkan sesekali ia mencuri pandang
ketika Luna sedang tertidur Saga melihat nya , mendekatinya seperti ingin mengutarakan sesuatu
eh tiba tiba Luna tersadar sehingga membuat Saga mengalihkan perhatiannya
"Tuan ingin apa?" tanya nya
"hmm itu saya ingin mengambil buah , saya laper" ekspresi nya sungguh lucu membuat Luna sedikit tersenyum
Mamah Zoya tiba tiba datang dengan wajah marah
"Saga apa apaan ini"
Saga dan Luna terkejut
"ada apa Mah"
"Jawab Mamah apa bener kamu beri semua aset kita pada wanita itu"
Saga hanya terdiam suasana menjadi tegang dan sunyi
"Iya Mah" dengan suara terpaksa
"kamu tau itu semua peninggalan Papa kamu" memegang kepala
Luna hanya bisa menenangkan Mertua nya itu
"Maaf saya salah , Saga tidak sadar waktu itu"
"Saga Saga terus kita setelah ini akan tinggal dimana " tanya nya
"Saya masih usaha mencari"
Mamah Zoya pergi keluar setelah mengucapkan itu , ternyata dia pergi menghampiri wanita itu
bunyi bel rumah , membuka pintu " eh Mamah mertua ada apa kesini"
Dia langsung masuk kerumah itu menyeret wanita itu dengan kasar
"Kembalikan semua aset rumah dan kantor " dengan wajah marah
"Oh jadi kesini repot repot hanya ingin itu"
"sebenernya siapa kamu , datang dalam keluarga saya mengambil segalanya"
Pertanyaan itu membuat Amara terdiam emosi nya meluap
__ADS_1
"kamu lupa " tanya nya
"apa Maksut kamu "
"20 Tahun lalu suami kamu merenggut segalanya dari saya"
Amara menunjukkan foto nya bersama ibu nya
"Foto ini?" ucap mamah Zoya
"iya kamu ingat dengan wanita bernama Suci itu ibu saya , yang kamu hancurkan hidupnya janji akan menikahi tapi laki laki itu meninggalkan nya "
"apa menikah " tanya nya
"Tidak usah berpura pura terkejut, ibu saya waktu itu dalam keadaan mengandung anak nya ...Tapi gara gara ini dia meninggal"
Mamah Zoya terdiam , seingat dia papa nya tidak pernah menghamili wanita lain bahkan janji akan menikahi nya
"Ini baru permulaan anak perempuan kamu akan saya jadikan budak dirumah ini"
"Tidak...Tania" panggil nya
memegang tangannya dan mengancam nya
"Jika kamu berani membawa dia , saya pastikan nyawa nya tidak akan selamat,, dengar kamu "
mendorong nya ,
"Saya harus bagaimana"
Mamah Zoya pergi tanpa membawa Tania ,
"Tunggu" ucap Amara
"Ingat ini baru permulaan"
Ia pergi dalam pikirannya Mengapa masa lalu nya dulu kembali menimpa nya
"Kenapa papa tidak pernah mengatakan kepada mama" ucap nya sambil berjalan
"saya harus rahasia kan ini semua dari anak dan mantu saya " mengusap air mata nya
Tania keluar dari kamar nya
"mau kemana kamu"
"Tadi seperti suara Mamah"
"Tidak ada yang kesini masuk dan cepat buatkan saya makan "
"tapi saya tidak bisa masak"
"berani kamu bantah saya" menjambak rambut nya dan mendorong nya
"tidak nyonya baik saya akan masak"
hidup Tania bersama Amara sangat lah menderita apa yang dirasakan Luna dulu kembali dirasakan Tania
sedangkan dirumah sakit Saga duduk terdiam tatapannya kosong semua nya semakin rumit dan hancur
"Tuan " panggil nya ingin berdiri dan menghampiri Saga
"Sudah kamu tetap disana " menuruti nya
"Tuan saya ingin..."
"Tolong jangan ganggu saya, istirahat saja disana " Terlihat Saga sangat pusing dan bingung
Luna mengambil handphone nya dan terlihat menelpon seseorang
"Hallo tolong kamu bawa kesini "
"nelpon sama siapa kamu" Tanya Saga
"Tidak Tuan ini teman saya"
"Terserah kamu mau teman mau siapa pun "
Luna tak tega melihat Saga murung, sedih dan bingung, namun diri nya tidak bisa berbuat apa apa. Sudah 3 hari ia dirawat dirumah sakit itu
"ini nyonya" ucap Tania
__ADS_1
"Apa apaan ini telur gosong , nasi goreng pucat gini"
Tania menunduk" Maaf saya ... aww ampun Nyonya "
kembali dijambak dan dipaksa memakan telur gosong itu
Tania muntah karena rasanya begitu tidak enah
"Pembantu tidak becus "
Tania menangis karena nasib nya yang semakin hari semakin menderita
"Kakak , Mamah" lirih nya dengan air mata yang terus mengalir
"jangan kamu menangis dengar " saat Tania sudah jatuh rambutnya masih saja dijambak
Pakaian , wajah serta segalanya terlihat sangat tak terawat bahkan pakaian nya dari bekas pembantu rumah itu
"sekarang cepat kamu pel lantai ini kotor "
"cepat tidak usah kamu menangis "
menyeret nya dan membawa nya kedapur " cepat "
"baik nyonya "
Mamah Zoya tiba dirumah sakit, " saya tidak boleh terlihat bersedih" mengusap air mata nya
"Zidan" panggil nya
"ibu habis dari mana "
"Itu saya habis cari makan "
"mengapa ibu Zoya terlihat sedih mungkin perasaan saya saja " ucap dalam hati nya
"bagaimana dengan kasus wanita itu"
"karena tidak ada bukti jadi polisi belum bisa menangkap nya "
"wanita licik "
"tapi saya akan berusaha "
"iya saya percaya kamu ,ayok kita temui Saga "
mereka pergi menemui Luna dan Saga
"Mamah" berdiri dan menghampiri nya
"Luna bagaimana keadaan kamu" tanya Zidan
Luna dan Zidan seperti adik dan kakak saling menyayangi karena mereka dahulu pernah satu sekolah
"ya sudah membaik "
"Bagaimana keadaan Tuan" tanya nya
hanya menepuk pundak Zidan tanpa berkata
"saya ingin berbicara sesuatu"
mengajaknya berbicara 4 mata
"ada apa Tuan"
"Saya tidak punya apa apa lagi, jadi saya tidak bisa memberi kamu gajih"
"Tuan saya iklas menjadi asisten Tuan, Saya senang manjadi bagian keluarga Adhitama jangan berbicara seperti itu "
memeluk nya dengan erat Zidan memang setia , ditambah dia selalu ada disamping Tuan, mana lagi keren orang nya
"Mah Luna tidak tega melihat Tuan seperti itu, saya ingin memberi tahu sesuatu"
"beritahu apa sayang "
"hanya ini yang bisa Luna lakukan untuk Tuan"
"Sayang kamu sudah membahayakan nyawa demi Saga itu sudah sangat berarti"
"Jadi gini Mah ,, Luna sebenernya sudah.."
__ADS_1
sampai sini dulu ya , terimakasih yang sudah dukung cerita ini 🙏
tunggu kelanjutannya