Istri Pengganti Tuan Saga

Istri Pengganti Tuan Saga
Tiga Puluh Lima


__ADS_3

Jangan lupa like,vote and komen nya yuks jadikan favorit


Malam hari nya Laras berniat untuk keluar dari kamar nya dan melihat suasana malam.


"Bik ,,, bibik" panggil Laras


"Iya non " pergi ke kamar Laras


"Bik temani saya untuk melihat pemandangan malam"


"Tapi non apa tidak baik angin malam buat non"


"Bik ayo lah" ucap Laras dengan membujuk nya


Sebelum ia pergi keluar Laras sudah menyiapkan segala hal, agar wajah nya tak terlihat oleh siapapun.


Bibi yang melihat itu merasa aneh dengan topi dan masker penutup wajah Laras itu.


"Non kenapa memakai topi dan masker?" Tanya bibi


"Ini saran dari Mas Rafi bik sudah ayok"


Setelah selesai menyembunyikan wajah nya Laras keluar dari kamar nya bersama bibi, kedua anak buah yang diperintahkan Rafi mengikuti mereka , namun itu membuat Laras merasa risih.


"Tunggu, kalian disini saja tidak usah mengikuti saya" ucap Laras


"Tapi Tuan Rafi memerintahkan kami untuk menjaga Non Laras "


"Tidak perlu kan sudah ada bibik"


"Baik kalo begitu non"


Rafi memang sangat baik dia sangat menjaga Laras , beda jauh dengan Saga yang selalu menyakiti Laras selalu.


Sementara itu Saga merasa sangat jenuh dan bosan, ia tidak akan mungkin menyentuh Luna apalagi berpikir sampai memiliki anak dari Luna .


Saga pergi dari kamar nya


"Tuan ingin kemana malam malam " tanya Luna


"Saya ingin mencari angin malam"


Jawaban yang begitu dingin , seperti itu lah Saga menghadapi seseorang yang datang dihidup nya tanpa persetujuan nya.


Laras yang sedang berjalan jalan melihat pemandangan malam , tak mengetahui bahwa disini ada suami sah nya.


"Bik menurut bibi apa keluarga saya mencari saya selama ini" tanya Laras padanya


"Non bibi memang tidak tau tapi bibi yakin suatu saat non bisa berkumpul kembali" Jawab bibi sambil memberi nya pengertian


"Bi tolong ambilkan Syal saya dikamar cuaca nya begitu dingin"


"Baik , non tunggu disini jangan kemana-mana"


Sebenernya itu hanya lah alasan Laras agar dirinya bisa pergi sendiri menikmati suasana malam ini.

__ADS_1


dibawah malam itu sinar rembulan seperti menemani kesedihan Laras , ia hanya membutuhkan sebuah ketenangan dalam hati nya.


"Indah sekali bulan itu cahaya nya membuat malam terasa lengkap"


Begitu pun Saga yang sedang duduk melihat bulan yang sama , dirinya tidak tau apakah perasaan nya dengan Luna sudah berubah atau masih sama.


"Aulia aku tau kamu melihat saya dari atas sana, tapi saya tidak ingin ada yang menggantikan posisi mu dihati ini"


Kedua nya melihat bulan yang sama, namun dalam keadaan yang berbeda. Dekat tapi tak bisa bertemu inilah yang saat ini bisa digambarkan dalam hubungan mereka.


"Non ini syal nya " ucap bibi yang telah tiba dari kamar Laras


"Terimakasih bik"


"Non sebaiknya kita masuk sudah larut malam"


"Sebentar lagi bik" jawab Laras


"yasudah bibi ambilkan teh hangat ya biar non tidak kedinginan"


Saat Saga sedang menikmati indahnya bulan , tiba tiba handphone nya berdering panggilan dari Zidan


"Halo " ucap nya


"Tuan ada beberapa klien yang menanyakan berkas penting apa Tuan bisa kemari sebentar"


"Baik saya segera kesana"


Saga lantas pergi dari tempat itu dan mendatangi Zidan, disaat yang bersamaan Laras menjalankan kursi roda nya untuk masuk ke dalam, karena angin nya semakin terasa menusuk kulit nya .


Dengan perlahan, Laras menjalankan kuris roda nya dengan susah payah ditambah tubuh nya yang sudah terasa sangat dingin. Syal yang seharusnya dipakai malah hanya dipegang oleh nya .


Begitu pun syal yang dibawa nya terjatuh ke lantai, Saat itu sangat tepat pandangan Saga tak sengaja melihat seorang wanita pemakai kuris roda, sedang bersusah payah mengambil syal nya.


Entah ada apa perasaan iba nya untuk menolong tiba tiba muncul, Saga berjalan menuju Laras


"Syal ku " ucap Laras sambil berusaha mengambil nya


Saat sedang berusaha tiba tiba Seorang laki laki mengambil syal itu dan membantu nya laki laki itu tak lain adalah Saga , ia mengambil syal itu dan memberikan nya pada Laras.


"Ini " ucap nya


Laras langsung menunduk membenarkan topi dan masker nya agar wajah nya tak terlihat.


Laras mengambil syal itu tanpa sengaja ia menyentuh tangan Saga.


"Terimakasih" ucap Laras


Saat sentuhan itu terjadi seperti tidak asing bagi nya , dan hati nya merasakan ada hubungan ikatan dengan pria itu.


"oke, perlu saya bantu kedalam" ucap nya karena kasian melihat kondisi Laras


"Tidak terimakasih" jawab Laras


Saat Saga hendak berbicara lagi tiba tiba Zidan menghampiri nya

__ADS_1


"Tuan kenapa disini" ucap Zidan


"Mari, tadi hanya menolong nya saja " jawab Saga


"Saya duluan kedalam" ucap nya pada Laras


Laras hanya mengangguk dan terus menunduk agar wajah nya tak begitu terlihat.


Saga melintas disamping nya , Saat sudah agak jauh Laras menoleh ke belakang ia membuka maskernya itu.


"Ada apa dengan sentuhan tangan itu" ucap nya dengan memegang tangan nya


Saat Luna melihat laki laki itu yang sudah agak jauh tiba tiba bibi memanggil nya


"Non" panggil bibi dari jauh


"Bibi cari cari dari tadi kenapa non tidak menunggu bibi" jawab nya


"Maaf bik saya tidak tahan dengan dinginnya angin malam"


"Yasudah kita ke dalam non"


Saat Saga sudah jauh dari tempat itu pikirannya terus memikirkan mengenai sosok wanita misterius yang ditolong nya tadi.


"Tuan" Panggil Zidan yang melihat Saga termenung diam sedari tadi


"Tuan " ucap nya sekali lagi dengan nada cukup tinggi


"Ada apa" jawab nya


"Tuan Kenapa saya perhatikan setelah menolong wanita itu "


Belum saja perkataan itu selesai Saga langsung membantah nya


"Sudah jangan bicara hal tidak penting"


Memang pertemuan itu sangat dramatis sama sama tidak mengetahui siapa yang ditolong dan siapa yang menolong nya.


hanya sebatas orang asing yang seperti baru pertama kali bertemu.


Namun ikatan pernikahan itu tetap akan bisa dirasakan walau hanya bersentuhan tangan.


Kita beralih ke Tania si ratu kelicikan


"Hidup ku terasa indah , setelah tau jika yang bersama kak Saga bukan lah Luna yang asli"


sambil tertawa dan bersantai di depan kolam renang nya menikmati suasana rumah nya tanpa Saga dan Luna palsu itu.


Keesokan pagi nya Rafi yang sedang memesan makanan untuk Laras, tak sengaja melihat Luna palsu yang sedang sibuk memainkan ponsel nya


"Amara" ucap Rafi dengan cepat ia membalikkan badannya agar, Amara tidak melihatnya


"Gawat jika Amara tau Laras disini , pasti dia akan mencelakai nya "


bersambung

__ADS_1


Bagaimana episode hari ini? bisa komen dibawah, thanks yang sudah memberi like dan komen nya


Tunggu next episode nya , yang ga sabar nunggu bisa komen


__ADS_2