Istri Pengganti Tuan Saga

Istri Pengganti Tuan Saga
Empat puluh empat


__ADS_3

"Tuan ada beberapa hal yang harus saya bicarakan" ujar nya Zidan tau jika mereka lagi melakukan pembicaraan yang penting,,namun sejak ia mengetahui jika Luna yang selama ini bukan lah yang asli,,,dirinya tidak peduli bahkan tak menghormati nya lagi.


"Baik mari keruangan Saya,,buang buang waktu saya disini " sahut nya meninggalkan Luna palsu itu


Mereka berdua memasuki ruangan Saga ,disini Asisten kepercayaan nya itu hendak membahas beberapa berkas penting.


"Jadi begini Tuan beberapa klien kita,,,,"


"Drett drettttt" ditengah tengah pembicaraan tiba tiba telpon Zidan berdering ,,ia langsung melihatnya ternyata anak buah yang ia kerahkan dirumah Rafi waktu itu.


"Maaf Tuan saya angkat telpon sebentar" ujar nya


Sudah bertahun tahun dia bekerja dengan Saga bagaimana bisa gerak gerik yang dilakukan Zidan tidak bisa tercium oleh Saga


"Siapa yang menelpon nya hingga harus mengangkat nya diluar" ujar nya


Pria itu mengangkat telpon diluar kantor ditempat sunyi dan sepi,,,ia mengecilkan suaranya


"Hallo ada kabar apa" ucap nya dengan nada suara perlahan


"begini boss saat ini keadaan kediaman rumah ini sedang lengah"


"Okey pantau terus saya akan segera kesana" ujar nya


Setelah mengangkat telpon itu pria itu langsung bergegas pergi,,namun sebelum pergi ia harus merepotkan Rafi terlebih dahulu agar tidak segera pergi dari kantor itu.


Zidan mencari cara bagaimana ia akan melakukan rencana nya kali ini,,,bahkan ia berpikir keras bagaimana agar Rafi tidak cepat pergi dari kantor itu


Pria itu semakin gelisah ia bulak balek memikirkan rencana yang akan dibuat nya kali ini


kebetulan tak sengaja ada karyawati yang melintas, langsung lah tercetus ide yang menurutnya bisa dijadikan umpan yang bagus dan membuat siapapun tak akan curiga


"Ica kemari" panggil nya pada salah satu karyawati


"Iya pak ada apa" sahut nya mendekatinya


"mmm....Tolong kamu berikan berkas kontrak diatas meja saya suruh Pak Rafi mengecek sebelum menandatangani nya "


"Baik Pak"


Sedangkan Saga yang menunggunya sejak sedari tadi sudah lumayan kesal mengapa ia mengangkat telpon selama itu dan sebenernya siapa yang menelpon nya


"Udah beberapa menit dia belum kembali " ujar Saga melihat jam yang memberikan kesan mewah ditangannya itu, ia menjadi tidak sabaran kemana perginya padahal hanya mengangkat telpon saja


akhirnya ia memutuskan untukkeluar dari ruangannya ia berjalan menuju ruangan Rafi ,,namun tak sengaja ia melihat Zidan yang sedang berbicara dengan salah satu karyawan kantor nya


ia berhenti sejenak membalikkan langkah nya untuk pergi menghampiri Zidan


"Ada apa ini" ujar nya dari arah kejauhan


sontak Zidan langsung terkejut dan memberi kode agar Ica cepat pergi dari sini dan melaksanakan tugas yang diberikan oleh nya


"Hmm ini Tuan saya hanya meminta nya mengecek berkas" ia memalingkan wajah nya dari Saga ,,,ia takut jika rencananya ini akan diketahui


"Permisi Tuan Saga" ujar nya

__ADS_1


"Oh ya saya ingin bertanya siapa yang menelpon kamu tadi,,segitu penting nya?" Tanya Saga menyudutkan pria yang ada didepannya yang sedang memalingkan wajah nya itu


Pria itu agak kesulitan menjawabnya,ia tahu jika Saga sangat sulit untuk dibohongi


"Oh itu hanya mengenai klien Tuan yang meeting waktu itu saja " tersenyum kecil agar kegugupan nya tak begitu terlihat


"Terus apa yang kamu ingin bicarakan pada saya tadi" tanya nya sekali lagi


"Tidak Tuan hanya beberapa file saja,,,oh iya tidak baik jika Tuan membuat Tuan Rafi menunggu lama" ujar nya mengalihkan perhatian nya sekaligus agar ia bisa terlolos dan segera cepat cepat pergi


"Iya ya saya tau" sahut nya


Saga lalu meninggalkan Zidan dan pergi menuju ruangan itu,,,


Pria yang sedari tadi gugup itu akhirnya bisa bernafas lega ,,ia langsung terburu buru pergi dari sana dan ingin cepat sampai di kediaman Rafi


Pria itu menyetir mobil seperti sedang dikejar oleh polisi,,,ia takut jika kali ini rencananya gagal kembali seperti waktu itu.


****


Sedangkan Luna palsu itu pergi setelah apa yang dilakukan oleh Saga kepadanya,,,jika ia tetap disini sama aja dengan nama nya bunuh diri.


Bagaimana tidak disini ada Rafi ,,, lagipula saat ini Rafi tidak lagi mendukung dirinya sepenuhnya seperti dulu lagi kali ini dia selalu melindungi Laras alias Luna asli itu


(Tok Tok Tok )


"permisi Tuan" ujar Ica karyawan yang menerima perintah dari Saga itu


"Iya ada apa" sahut nya dengan tegas disini Rafi masih sedikit gelisah mengenai hal yang barusan terjadi bisa bisa identitas nya bersama Amara tadi bisa terbongkar.


"Harus saya cek?" tanya nya memastikan


"iya Tuan agar tidak ada kesalahan dalam kerja sama ini"


"Baik kami boleh pergi "


"Baik permisi Tuan"


***


(Ting tung) bel rumah itu berbunyi dengan nyaring


Seorang wanita paruh baya keluar ,,,itu ternyata bibi yang merawat Laras dirumah Rafi


"Iya cari siapa ya?" sahut nya


"Apa benar ini rumah Tuan Rafi " tanya nya kembali


"Iya bapak ini siapa ya"


"Saya dipanggil kemari untuk memperbaiki saluran air yang tersumbat" ujar nya


"Ohh iya silahkan masuk mari" ucap bibi yang mempersilahkan pria itu masuk ke dalam


Pria itu memasuki rumah Rafi ,,,ia melihat disetiap sudut ruangan ,,,

__ADS_1


"Jadi disini nyonya Luna berada" ujar nya didalam hati nya


pria itu menampakan wajah nya dengan sedikit sentuhan kumis palsu ,,tompel beserta kacamatanya mampu membuat penjaga rumah Rafi tertipu dengan mudah ,,,siapa lagi yang memanggil Luna dengan Nyonya selain Zidan


Ya benar saja dia adalah Zidan ,dalam penyamaran ini ia berharap bisa menemukan dan bertemu dengan Luna


"ini kamar mandi nya kamu bisa mulai bekerja,,,saya tinggal dahulu ke belakang" ujar bibi ia sama sekali tak curiga dengan orang itu


Pria berkumis itu hanya mengangguk awalnya ia berpura pura masuk kamar mandi menutup pintu nya seperti seseorang yang sedang bekerja sungguhan


Setelah bibi pergi ia kemudian mulai memainkan rencananya yaitu memastikan agar tidak ada yang mencurigai nya


Pria itu keluar dari kamar mandi dengan mengendap endap ,,,ia melihat di seisi rumah itu apakah ada penjaga yang berjaga didalam rumah.


"Tapi kira kira dimana kamar nyonya Luna " ujar nya yang melihat beberapa pintu dengan motif yang sama itu membuat nya berpikir dan bermain filling


"Saya ingat waktu itu kamar nya berada di sebelah kanan pasti itu saya yakin" ujar nya


ia mulai berjalan perlahan menuju kamar yang diyakini nya adalah kamar Luna ,,,perlahan lahan pria itu sampai di depan kamar itu tanpa berpikir lagi ia memasuki nya perlahan.


Pria itu masuk ke kamar itu menutup pintu nya perlahan,,,saat memasuki kamar ia melihat seseorang gadis yang sedang duduk di kursi roda, namun posisi nya membelakangi dirinya


Zidan berjalan mendekati gadis yang sedang termenung itu


"Nyonya Luna" ujar nya dengan mata berkaca kaca


Kaget mendengar ada seseorang yang memanggilnya gadis itu langsung membalikkan posisi badannya


Gadis itu melihat pria yang ada dihadapannya dengan tatapan bingung


"Siapa kamu ,,,berani nya memasuki kamar saya Bi,,,," panggil nya yang hendak berteriak


"Shuttt saya Zidan Nyonya " ujar nya sembari melepas kumis, kacamata dan tompel palsunya itu


"Siapa Zidan saya tidak kenal,,,,bi...." teriak nya lagi


"Shutt oke Nyonya kasih saya kesempatan untuk berbicara" sahut Zidan


Gadis itu terlihat panik dan agak ketakutan


"bicara apa cepat bicara" sahut nya


"Nyonya Luna apa tidak ingat dengan saya" tanya nya yang bingung dengan reaksi dari gadis itu ia belum tahu jika Luna hilang ingatan


"Tadi Zidan sekarang Luna siapa dia dan saya bukan nyonya kamu,,,nama saya Laras " tegas nya gadis itu mulai kebingungan dengan apa yang diucapkan nya


"Tidak mungkin dia Laras ,,,saya yakin itu nyonya Luna pasti ada yang tidak beres" ucap hati kecil nya


Bersambung


Yuks silahkan komen bagaimana kisah Saga dan Luna sampai episode kali ini


Jangan lupa tinggalkan jejak ya membaca nya ya


Thanks you ☺️

__ADS_1


__ADS_2