
Jangan lupa vote, like and komen nya yuks jadikan favorit 🥀
Malam hari ketika semua sedang beristirahat hanya Saga yang duduk terdiam didepan jendela kamar nya
"Tuan " membawa secangkir teh
kondisi Luna saat ini sudah membaik bahkan sudah dapat berjalan
"ada apa " Sahut nya
mengajukan secangkir teh pada Saga
"tidak kamu minum saja"
"Tapi Tuan.."
"saya bilang tidak jangan ganggu saya"
Luna mengerti semua masalah yang dihadapinya belakangan ini membuat Saga sangat berpikir keras
keluar dari kamar nya
tiba tiba Tania langsung mendekap Luna dengan memegang tangannya
"sini kamu" ucap nya
membawa nya ke kolam renang belakang
"lepasin kamu mau apa lagi " sahut Luna dengan tegas
"heh kamu ngaku aja kalo kamu itu Amara bukan cewek kampung itu"
Luna memainkan wajah nya dengan sangat baik
"Heh adik ipar ku kamu itu bodoh apa gimana Saya Luna hanya saja tak selemah dulu " sahut nya dengan santai
"Saya ga akan pernah percaya dengan kamu"
"inget saja saya satu langkah didepan kamu "
ketika Luna hendak pergi tiba tiba Tania menarik rambut nya, tentu Luna tak akan diam dia mendorong nya hingga terjatuh ke kolam renang itu
"upss jatuh dingin ya ,, saya sudah ingatkan kamu "
Tania terjatuh ditengah angin malam, tiba tiba handphone Luna berdering ia langsung pergi menjauh dari lokasi itu
"Hallo " suara nya berbisik bisik seperti takut ada yang mendengar nya
"Bagus jalankan sesuai yang saya perintahkan"
Saat Luna berkata seperti itu entah kenapa tiba tiba Zidan datang malam malam begini
"Luna "
reflek dia terkejut
"Zidan ada apa malam malam begini" sambil mengalihkan perhatiannya
"Oh saya ingin bertemu Tuan ada hal yang penting "
"oh Tuan dikamar ,nanti saya beri tahu kamu datang"
Luna pergi dengan wajah yang membuat Zidan merasa ada hal yang mencurigakan
"kenapa seperti dia sedang merencanakan sesuatu" ucap Zidan dalam hati nya
Saat Luna ingin masuk , Saga keluar lebih dahulu dari kamar nya itu
hampir saja mereka bertabrakan
"hmm Tuan itu..."
"iya saya sudah tahu " jawab nya dengan wajah datar nya
__ADS_1
Keesokan hari nya seperti biasa mereka semua pergi dengan kesibukan masing masing. kecuali Tania yang sibuk penasaran dengan Luna
"Tok tok " suara seseorang mengetuk pintu
Bibi langsung cepat membuka nya , namun ketika membuka nya tidak ada orang
"Perasaan ada yang ketuk pintu kenapa tidak ada orang nya "
"eh ini paket siapa , saya bawa masuk saja "a ucap hati nya
dari dalam Tania menghampiri bibi
"ada apa bik?" tanya nya
"Tadi non perasaan ada yang ketuk pintu ,,, oh iya ini bibik dapet paket "
"kayak nya ini paket saya deh bik coba saya buka "
ketika dibuka alangkah terkejutnya Tania isi paket itu adalah bangkai tikus mati yang sudah teriris iris. Lengkap dengan surat ancaman
Tania langsung melemparkannya keluar
saat bersamaan Luna datang sehabis pergi dari supermarket
"heh kamu pasti ini kerjaan kamu kan "
baru saja tiba sudah dituduh
"maksut kamu apa " sahut Luna
"Alah tidak usah berpura pura liat nih "
"ini bangkai tikus " ucap nya
"iya pasti kamu kan selama ini yang neror rumah ini ngaku aja "
"Tania mba gtw apa apa soal ini " dengan wajah polos nya
"alah sok suci kamu saya tau ini kerjaan kamu "
"kalian kenapa ada apa ini " tegas nya
"ini mah selama ini ternyata dia yang neror rumah kita "
sontak mamah Zoya terkejut dengan pernyataan tersebut
"apa Luna ,,,apa bener itu "
"Mah mamah tau Luna tidak mungkin seperti itu "
"Tania mamah percaya kakak ipar mu ini tidak mungkin dia neror rumah ini "
"tapi Mah kali ini dengerin Tania"
"Cukup Tania Cukup " dengan nada suara lantang
"Kamu sudah kelewatan berapa kali kamu nuduh kakak ipar mu ini "
wajah Mamah Zoya memerah karena amarah nya pada anak nya itu. ia langsung pergi meninggalkan Tania
sedangkan Luna masih disana
"2-0 " ucapnya dengan halus
"ini baru awal " ucap nya sambil berjalan
"ihhhh awas kamu bukan Tania nama nya kalo ga berhasil ngungkap siapa kamu sebenernya"
dengan wajah kesal nya dia. sangat marah karena tak satu pun keluarga nya mendengarkan nya
dikamar nya Tania semakin geram dengan tingkah Luna yang semakin hari berani melawan nya
"Saya harus bertindak "
__ADS_1
"halo saya ada tugas buat kamu "
ucap nya sepertinya ia akan melakukan sesuatu pada Luna
sedangkan didapur Luna sedang berbicara dengan seseorang sepertinya mengendap ngendap
"kamu urus dia dengan baik ,,, lakukan rencana selanjutnya"
tanpa sengaja Bibi mendengarkan nya dan merasa bingung apa Maksut yang dikatakan nya itu
Malam itu semua keluarga sedang berkumpul untuk makan malam ,,, sepertinya Tania ingin mengungkap semuanya dengan perlahan
"Kak saya ingin berbicara"
"bicara saja " sahut nya
"sepertinya yang meneror rumah kita itu adalah orang dalam "
mendengar itu Luna langsung batuk karena terkejut
"uhuk uhuk "
"Luna kamu kenapa pelan pelan makan nya "
ucap mamah Zoya
"iya mah "
"baru saja ngomong gitu sepertinya sudah ada yang merasa nih " ucap nya dengan sindiran halus
"Tania kamu tidak bisa makan dengan tenang ,,,kamu selalu nuduh kakak ipar kamu tanpa bukti "
Tentu saja Tania sudah muak dengan pembelaan mamah nya itu
"Mah" sambil memukul meja
"kenapa sih selalu belain cewek ini ,, jelas jelas tingkah nya aja sudah aneh "
"Tania mamah tidak pernah mengajar kan kamu tidak sopan"
"Cukup stoppp " dengan nada suara tegas Saga berteriak
Saga lalu meninggalkan meja makan karena tidak tahan mendengar mereka bertengkar terus
Luna lalu menyusul Saga ke kamar nya
"kenapa kamu ngikutin saya " ucap nya
"Tuan saya tau perasaan Tuan "
"Saya memang sudah berusaha menerima kamu ,,bukan berati kamu punya hak atas saya"
Sudah lumayan lama mereka menikah, bahkan pengorbanan Luna sudah banyak tak sekalipun Saga membuka hati nya untuk Luna
"Iya Tuan saya ingat "
"mau kemana kamu " tanya nya
"kata Tuan tadi .."
"kamu tidur saja disini biar saya tidur diluar,,jangan bantah saya "
sudah menikah tapi pisah ranjang, Luna sudah sangat sabar menghadapi suami nya itu ia ingin Saga bisa membuka hati nya untuk nya
rumah tangga yang rumit ,
Disisi lain Tania sibuk dengan rencana rencana licik nya untuk membongkar siapa Luna sebenarnya
"Kamu selangkah lebih maju tapi saya bisa dua langkah didepan kamu " ucap Tania dengan wajah marah nya
"kali ini kamu tidak akan lolos " memukul meja rias kamar nya dengan penuh amarah membara
sampai sini dulu ya episode jangan lupa like nya biar tambah semangat untuk up nya
__ADS_1
Episode selanjutnya makin seru karena rencana Tania akan berjalan seperti apa ya
dan sebenernya siapa sosok Luna yang sekarang?