
disitu Zidan sama sekali tidak mengerti dengan keadaan nya saat itu dia bingung sekaligus panik jika dirinya ketahuan dirumah Rafi
"Nyonya apa tidak ingat dengan Tuan Saga, suami nyonya sendiri"
gadis yang tak berdaya itu semakin bingung dan semakin yakin jika orang yang ada dihadapannya itu bukanlah orang baik
"Siapa Saga, Luna dan kamu Zidan? saya tidak mengenal nama itu semua pergi kamu atau saya teriak" tegas nya sekali lagi
"baik saya pergi tapi sebelum itu lihat foto ini" Zidan memperlihatkan foto fotonya bersama Tuan Saga beserta foto pernikahan nya
tentu saja Laras syok melihat itu bagaimana bisa wanita di foto itu mirip sekali dengan dirinya, lagipula Rafi menjelaskan bahwa dirinya mengalami kecelakaan dan sampai sekarang tak ada keluarga yang mencari nya
"sudah cukup kamu bawa foto itu dan pergi dari sini sekarang cepat" ujar nya dengan cukup keras
Karena takut dirinya ketahuan terpaksa Zidan pergi dari ruangan itu ia segera cepat bergegas meninggalkan rumah Rafi
_____________________
sedangkan disisi lain Saga sedang melakukan kerja sama yang besar bersama Rafi dia tidak tahu jika dalam kerja sama ini dirinya telah dijebak oleh mereka berdua
Niat dibalik kerja sama ini adalah untuk menjatuhkan perusahaan dan mengambil hak milik dari Saga.
Rafi dan Saga berjabat tangan tanda nya kerja sama itu telah dilaksanakan
"Baik Tuan Saga ini adalah kerja sama yang besar saya harap kita bisa memajukan perusahaan kita bersama"ujar Rafi dengan senyum licik nya
"Tentu saja selamat bergabung dengan Adhitama enterprise "jawab nya dengan keyakinan penuh
( kediaman Adhitama)
Gadis cantik itu datang dengan wajah yang tegang pandangan kosong dan terlihat agak panik ,,,tak sengaja ibu mertua nya melihat dirinya yang baru saja kembali dari kantor Saga
"Luna sini sebentar" ujar nya
tak mungkin wanita itu menolak apalagi saat ini dirinya sedang berperan sebagai wanita yang anggun baik dan sopan
"Iya Mah ada apa ya" sahut nya
"Gimana Saga udah ada perubahan atau belum?" tanya nya
wanita itu bingung akan menjawab apa jangankan perubahan Saga sama sekali tidak ingin jika dirinya berada di kantor itu
"sama saja Mah mungkin karena Tuan sedang sibuk"
"Iya kamu yang sabar ya sayang" ujar nya dengan memegang tangan Luna
Saat mereka berdua sedang membahas mengenai Saga handphone milik Luna tiba tiba berdering
wanita itu mengambil handphone nya dan melihat panggilan dari Rafi ,,,tak biasanya pria itu menelpon di jam begini apalagi dia tau jika pria itu lebih membela Laras gadis yang sangat dia benci.
"Luna angkat telpon dulu ya Mah"
__ADS_1
wanita itu harus menjauh dan mencari tempat yang aman untuk mengangkat telpon
"Halo Tuan Rafi ada apa kamu menelpon saya setelah semua nya" sahut Luna dengan kesal
"Saya tau kamu kesal ,, tapi misi kita dari awal untuk menghancurkan keluarga Adhitama tak pernah saya lupakan"
"Ohh jadi masih ingat dengan misi itu,,lalu kenapa kamu menelpon saya"
"saya ingin mengajak kamu makan disebuah hotel mewah saya tunggu saat ini juga,,jangan pernah melewatkan kesempatan emas " menutup telponnya
"tapi" sahut Luna baru saja dia ingin berbicara
tak ingin menyia nyiakan kesempatan wanita itu langsung berteriak memanggil supir nya untuk menyiapkan mobil nya sekarang
"Dartoo siapkan mobil sekarang" sahut nya berteriak
"Baik nyah"
mendengar teriakkan itu Mamah Zoya tentunya penasaran ingin kemana kah menantu nya sampai harus menyiapkan mobil ,padahal ia baru saja sampai dirumah
"Kamu ingin kemana Sayang" tegur nya melihat menantu nya sudah rapi dan wangi
"Mah temen aku dari Eropa baru datang jadi harus kesana karena temen yang lain juga pada ikut Mah" pintar sekali mencari alasan
"Ohh yasudah kalo begitu" jawab nya
"Iyamah Luna berangkat dulu" pergi dengan terburu buru
mobil pribadi nya telah siap ,,,ia segera masuk dan menuju hotel tempat tujuannya bertemu dengan Rafi kira kira apa yang akan mereka rencanakan ya?
namun misi utama nya sekarang agar Luna yang asli ingat siapa jati dirinya , tetapi usaha yang dilakukan gagal dan ia berharap wanita itu dapat segera mengingat segalanya
"Saya harus melakukan sesuatu agar Nyonya Luna yang asli bisa terungkap" ujar hati nya ia terdiam dengan tatapan kosong sembari duduk diruangan milik nya
"drett drett" suara handphone itu mengejutkan Zidan
(panggilan dari Tuan Saga)
"hallo iya Tuan"
"kamu ke ruangan saya sekarang bawa berkas map kerja sama itu" ujar Saga
menutup telponnya,,tiba tiba dipikiran nya terlintas bayangan istrinya yang seharusnya itu tak akan pernah terjadi
"kenapa saya jadi keinget dia ,,sadar Saga kamu ga boleh mikirin wanita itu" ujar nya menepuk nepuk wajah nya ketika ia sedang berusaha menstabilkan emosi nya tiba tiba Zidan mengetuk pintu nya
(tok tok tok)
"ehemm,,,(membenarkan raut wajah nya agar tak terlihat sedang memikirkan sesuatu)
masuk " sahut nya datar
__ADS_1
"Maaf Tuan ini berkasnya" ucap Zidan dengan raut wajah cemas
"oke"
"hmm Tuan saya ingin mengatakan sesuatu " pria itu terlihat gugup dan agak ragu ia masih bimbang apakah harus mengatakan kebenaran nya saat ini atau tidak.
"Ya katakan saja" sahut nya memperhatikan gerak gerik Asisten nya itu
"Itu sebenarnya saya ingin bicara kalau...." pandangan mata nya sudah mulai terlihat panik ,bahkan rasanya berat untuk mengatakan yang sebenarnya
"Kalau apa,,, sebelumnya saya tidak pernah melihat kamu sampai segugup itu" tegas nya
"Itu Tuan soal Nyonya..."
"permisi Tuan saya ingin minta beberapa tanda tangan " ujar salah satu karyawan yang tiba tiba masuk memotong pembicaraan mereka
***
Sedangkan disisi lain Luna palsu alias Amara sudah tiba di hotel yang Rafi katakan
wanita itu memakai kacamata beserta pakaian yang terlihat sangat glamor jelas berbeda dengan Luna yang asli
"silahkan Nyonya kursi sudah disiapkan disebelah sana" ujar pelayan yang langsung melayani Amara
ternyata Rafi sudah datang terlebih dahulu bahkan sudah memesan beberapa makanan pembuka
melihat kedatangan Amarah ia langsung menghampiri nya ,berjabat tangan dan memeluk nya
"Hai Amara akhirnya kita bisa bertemu seperti ini lagi" ujar nya menyapa dengan ramah
"Sudahlah ada apa kamu mengundang saya kemari,bukannya kamu sudah memihak perempuan ga tau diri itu" jawab nya ketus
"Silahkan duduk dulu ,baru saya akan memberi tahu kamu "
Rafi mempersilahkan Amara untuk duduk , sepertinya ada pembicaraan yang serius diantara keduanya ditambah mereka memiliki tujuan yang sama, dan juga adik dari Saga yaitu Tania mendukung sepenuhnya rencana Amara itu.
"saya memang menjaga Laras, tapi tidak lupa dengan misi kita " ucap Rafi dengan lantang tanpa ragu
"Lantas mengapa kamu menjaga nya,,saya ingin menghabisinya untuk selamanya " jawab nya geram
"Itu tidak perlu lagipula saya akan menikahi nya ,,karena sampai saat ini ingatan nya belum pulih"
"apa menikah? dengan wanita itu?" jawab nya terkejut mendengar ucapan itu ,,ia tak menyangka bahwa Rafi ingin menikahi wanita yang masih berstatus istri dari Saga
"Tunggu dulu kamu jangan terkejut "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bagaimana episode nya sampai sini? bisa tulis dikolom komentar ya ..
terimakasih kepada pembaca yang sudah setia sampai di episode ini
__ADS_1
Kira kira apakah Rafi akan benar benar menikahi Laras alias Luna asli?
jangan lupa dukungannya ya biar Author semakin semangat untuk update nya terimakasih