
Jangan lupa like, vote and komen nya yuks jadikan favorit 🥀
Tania sudah menemukan titik terang mengenai Luna ia mengingat ingat foto wanita yang sengaja diburamkan itu.
"Wajah itu tidak asing bagi saya tapi siapa"
Berusaha mengingat dan lebih dalam lagi
"Iya saya ingat , wanita ini sama persis seperti Amara "
"Bagaimana bisa seharusnya dia sudah tiada dalam kecelakaan itu."
Tania semakin bingung dengan bukti yang ditemukan nya.
"Non sambil membuka pintu"
Tania terkejut dengan kedatangan bibi yang ingin membersihkan kamar Tania , ia langsung menyembunyikan berkas itu
"Bibik kenapa tidak ketuk dulu" ucap Tania dengan perasaan panik
"Maaf non saya kira non tidak ada dalam kamar"
"sudah pergi nanti saja membersihkan kamar saya"
Tania mengusir bibik pergi , ia ber niatan untuk menyelidiki ini lebih lanjut dengan bantuan pesuruh nya.
Â
Sedangkan Tania sibuk dengan urusan menguak rahasia itu , Saga dan Luna sedang honeymoon apakah Saga akan menerima Luna dengan hati nya kali ini.
"Tuan apa saya boleh bertanya" ucap Luna
"Tanya apa " sahut Saga
"Apa Tuan...( Tiba tiba handphone Luna berdering)"
"Maaf Tuan saya angkat telpon dulu"
Luna menjauh dari Saga , itu telepon dari Aldo orang suruhannya itu.
"Halo ada kabar apa" Tanya Luna dengan nada suara berbisik bisik
"Begini bos menurut cctv rumah sakit, ada seorang perempuan yang telah mengambil berkas itu"
"Apa , siapa dia " tanya Luna
"Saya tidak tau nama nya ,karena suster yang sudah memberi nya berkas tidak bekerja lagi disini"
"kalo begitu kamu kirim video cctv itu ke saya cepat"
Luna semakin geram dengan orang yang telah mencampuri urusannya.
(Pesan masuk)
Luna melihat video rekaman cctv rumah sakit itu, ia mengamati lebih teliti wanita itu
"Tania" ucap nya dari bibir nya
"Kurang ajar saya telah peringatkan dia berkali kali , Berani sekali dia berurusan dengan saya"
"Halo kamu ambil cepat berkas itu dari wanita yang bernama Tania, kalo perlu kamu culik dia "
"Baik bos "
__ADS_1
Kemarahan Luna semakin memuncak dengan tindakan yang dilakukan Tania, ia memang selalu merasa curiga pada Luna setelah kembalinya dari rumah sakit waktu itu.
Luna kembali pada Saga raut wajah kesal nya masih terbawa saat menemui Saga
"Sepenting apa telpon itu sampai kamu harus mengangkat nya jauh " Tanya Saga
"Tidak seperti itu Tuan maksut saya"
Saga pergi ke dalam penginapan dan meninggalkan Luna ditepi pantai sendirian. Sementara itu ia harus menyelesaikan balas dendam nya dengan cepat.
"Kenapa Rafi tidak menelpon saya , apa dia sibuk dengan wanita kampung itu"
Luna mencoba menghubungi Rafi berkali kali , namun sepertinya tak ada jawaban apapun dari nya.
Â
"Maaf Tuan handphone dari tadi berbunyi apa tidak sebaiknya diangkat" ucap Bibik pada Rafi
"Tidak usah bik biarkan saja"
"Aku tidak mengerti dengan sikap mu Amara, balas dendam mu sudah mulai melewati batas"
Saat ini Rafi tidak terlalu memperdulikan Amara, ia fokus menjaga Laras dengan baik sepertinya hatinya sudah diubah oleh Laras.
"Bik bagaimana keadaan Laras " tanya Rafi
"Non Laras sudah semakin membaik, namun ia sering sekali terdiam dan termenung Tuan" Sahut bibik
Rafi berpikir dan memutar otak bagaimana cara agar Laras tidak termenung dan bisa kembali tersenyum.
"Bik bagaimana jika kita bawa Laras pergi liburan keluar"
"Bibik setuju Tuan dengan begitu non Laras akan terhibur"
Sejak Laras mulai siuman hingga sekarang sikap Rafi memang agak berubah, ia mendukung Amara untuk misi nya, Namun Rafi tidak suka jika ia melukai orang yang tidak bersalah.
"Baik Tuan"
Rafi mempersiapkan segala nya mulai dari mobil , keamanan sampai dokter dan suster yang merawat Laras.
"Halo dok tolong hari ini kerumah dengan beberapa suster."
"Baik Pak Rafi "
Laras mendengar ada sedikit berisik , langsung bergegas keluar kamar nya. Ia melihat semua orang sedang sibuk entah akan ada acara apa.
"Bik ini ada apa ?" tanya nya
"Non Tuan Rafi akan mengajak kita semua liburan , agar non bisa lebih rileks.
"Tapi apa perlu semua ini bik"
Ketika Laras sedang berbicara, ia didatangi oleh Rafi
"Sangat perlu agar kamu cepat pulih " sahut Rafi
"Mas apa tidak berlebihan ini semua "
melihat nya dengan tatapan kurang bahagia
"Sudah kamu ikuti perintah saya, cepat bersiap hari ini kita akan pergi.
Laras tak bisa menolak perintah Rafi, Karena memang ia sangat baik padanya
__ADS_1
Â
"Jadi ini rumah yang dikatakan bos besar" ucap Aldo
Sambil memainkan tusuk gigi di tangannya , dan duduk diatas motor besar nya itu.
"Kita tunggu wanita itu keluar setelah itu lancarkan rencana Bos besar " Si pendiam, Namun sekali bertindak tak akan nanggung nanggung
Tania keluar dari rumah itu , ia sepertinya sedang mengabari seseorang bersama nya.
berdiri dengan pakaian rapi siap untuk pergi
"Halo kamu temani saya pergi sekarang"
berbicara dengan seseorang yang misterius, dengan melihat jam tangannya terus menerus.
"Dengan siapa dia akan pergi , jika begini akan sulit menculik nya " ucap Aldo
Tak lama kemudian ada yang datang menjemput Tania membawa mobil putih yang super mewah, sepertinya itu fasilitas pribadi nya yang diberikan oleh Saga sebelum dia honeymoon.
Flashback
Saga masuk ke kamar Tania dengan diam diam sebelum dia tau rencana honeymoon itu.
Tania terbangun mendengar suara langkah kaki kecil nya dari Saga , membuka mata dan menghidupkan lampu.
"Kakak mau ngapain malam malam ke kamar Tania"
"Ini kakak sudah siapkan seluruh fasilitas untuk kamu pergi bodyguard, asisten supir bahkan mobil dengan rancangan modern" ucap Saga
"Tapi untuk apa kak semua itu"
"Kondisi rumah saat ini sedang banyak mengahadapi teror, ini hanya untuk melindungi mu jika ingin keluar "
Tania mengingat pesan dan ucapan kakak nya itu ,memang benar fasilitas itu sangat lengkap
mulai dari supir bodyguard, bahkan asisten sudah tersedia.
"Saya akan telpon bos besar sebelum bertindak"
Berdering
"Halo bos"
"Bagaimana sudah kamu jalan kan?"
"Maaf bos kami belum bisa menjalankan misi itu, karena wanita itu pergi dengan keamanan ketat.
"Kurang ajar sepertinya Saga telah memberi nya keamanan sebelum kita bertindak.
Setelah mendapat kabar Luna langsung pergi menghampiri Saga , dengan tergesa gesa
Membuka pintu kamarnya ,ternyata Saga tidak ada , ia mencari kemana mana namun tak menemukan nya .
"Permisi apa melihat Tuan Saga Adhitama?" tanya Luna pada salah satu karyawan
"Tuan Saga sedang di tempat pribadi dan tidak ingin diganggu" sahut nya
Luna tak memperdulikan nya ia langsung menerobos masuk ke ruangan itu.
"Tuan" panggil nya dengan nada sedikit keras
bersambung
__ADS_1
sampai sini dulu episode hari ini , di episode selanjutnya akan ada sesuatu yang spesial.
jangan lupa like and komen ya sebagai dukungan kalian , semoga tidak bosan membaca cerita ini.