Istri Pengganti Tuan Saga

Istri Pengganti Tuan Saga
Empat puluh satu


__ADS_3

Setelah mengetahui tidak ada nama Rafi dalam daftar tamu itu Luna palsu itu lantas pergi , namun ia berfirasat jika ada sesuatu yang ditutup tutupi.


"Saya yakin itu mobil Rafi, Jika sampai dia berbohong saya akan berikan pelajaran" ucap Luna sambil berjalan menuju kamarnya


Sementara itu Zidan yang merasa penasaran akan rahasia yang disebutkan oleh Tania itu lantas berencana untuk memasuki kamarnya.


Hal itu dilakukan untuk mencari bukti bukti apa yang sebenarnya terjadi.


Malam itu juga ia menyelesaikan rencananya sebelum itu dilakukan Zidan harus membuat Tania pergi dari rumah ini.


"Bagaimana saya bisa membuat Non Tania pergi " ia berpikir sembari berjalan bulak balik


Dan terpikir lah sebuah ide dia akan membuat Tania pergi ke cafe bersama teman temannya.


Kebetulan dia kenal dengan salah satu teman Tania , lagi pula temannya itu sangat mengagumi Zidan walau hanya asisten, namun ketampanan nya tak bisa dibohongi.


Rencana pertama selesai kini tinggal menunggu Tania keluar dari kamar nya.


Sedangkan Saat Tania sedang duduk bersantai tiba tiba telepon nya berdering


"Tumben Elina telpon" ucap Tania


"Halo ada apa"


"Halo Tania , saya sama temen temen pada kumpul nih di cafe kesukaan kita"


"Serius kamu?" tanya nya


"Iya tentu saja, "


"Oke tunggu saya akan kesana" jawab Tania


Tanpa berpikir dan merasa aneh ia langsung percaya dan pergi dari rumah malam itu.


Rupanya Zidan sedang mengintai gerak gerik Tania ia harus memastikan jika Tania benar benar pergi.


"Sepertinya rencana itu berhasil" ucap Zidan


Setelah Tania pergi kini ia melancarkan rencana nya dengan memasuki kamar Tania guna mencari barang bukti rahasia itu.


"Saya harus cepat mencari nya sebelum non Tania datang" ucap Zidan


Ia mulai mencari barang barang yang menurut nya terlihat aneh, dia mencari kesana kemari, dilemari, laci bahkan meja rias nya tak ada satu pun yang mencurigakan.


"Tak ada yang mencurigakan lalu Rahasia apa yang disembunyikan nya " Zidan sudah mulai menyerah sudah 20 menit dia mencari


Saat ia hendak pergi dari kamar itu tanpa sengaja ia melihat kotak hitam di atas lemari Tania.


"Kotak apa itu"


"Kenapa hanya kotak itu yang diletakkan disana " ucap nya


ia mulai mendekati kotak itu dan mengambilnya, Malam itu juga akan kah semuanya akan terbongkar oleh Zidan.


"Jarang jarang bisa kumpul dengan teman " ucap Tania yang sangat senang bisa keluar malam


"Oh ya dompet saya dimana ya"


Ia memberhentikan mobil nya ditepi jalan untuk mencari dompet nya , namun sepertinya itu ketinggalan di kamar nya.


"Astaga saya lupa dompet saya ada di meja rias " ucap Nya


Dengan terpaksa dia pulang kembali kerumah nya , Disaat bersamaan Zidan sedang membuka kotak itu apakah ia akan ketahuan oleh Tania?

__ADS_1


Apakah kali ini Zidan akan berhasil atau tidak?


***


Sedangkan disisi lain Laras telah tiba di kediaman Rafi , Dirinya sedang duduk diluar dan memikirkan laki laki yang dikenalnya pada saat itu.


"Sebenernya ada hubungan apa aku dengannya mengapa hati ini selalu memikirkan dirinya" ucap nya


Tak lama kemudian bibi datang menghampiri Laras.


"Non mari masuk makan dulu" ucap bibi


"Tidak bi saya tidak ingin makan" jawab nya


"bibi liat non sedang memikirkan sesuatu" kata bibi


", Bagaimana bibi bisa tau" ucap gadis itu


"Dari wajah non sudah terlihat, coba ceritakan non sedang memikirkan apa siapa tau bibi bisa bantu"


Laras awal nya hanya terdiam , namun seperti nya bibi bisa menjaga rahasia ini dan bisa membantu kegelisahan hati yang dialaminya saat ini.


"Bik saya hanya sedang gelisah dan bingung , setelah dinner malam itu saya selalu memikirkan laki laki itu " ucap Laras dengan sorotan mata yang berbinar


"Tapi Non setau bibi jika kita bertemu seseorang dan merasakan sesuatu, antara Non menyukai nya atau ada ikatan sebelumnya" Jelas bibi


"Ikatan? Tapi saya tidak tau pasti siapa keluarga saya , bahkan sampai sekarang saya tidak tau" Tegas Laras


"Non jangan sedih bibi yakin suatu hari nanti keluarga non pasti mencari non Laras"


Hanya bibi yang bisa mengerti nya kali ini , bahkan bisa dikatakan seperti ibu yang menyayangi nya dan menuntun nya dengan tulus hati.


***


Lanjut ke Tania


Sedangkan Zidan sedang sibuk membaca berkas yang ada dikotak itu, baru halaman kedua ia terkejut saat membaca nya


"Ini kan laporan operasi wajah non Luna, kenapa bisa ditangan nya " ucap Zidan


Dari kejauhan terdengar suara sepatu yang mendekati kamar itu,


( Jadi deg degan kalo ketahuan)


Mungkin karena terlalu fokus Zidan tidak mendengar suara sepatu itu.


Suara itu semakin jelas terdengar , wanita itu memegang gagang pintu kamar nya dan membuka nya secara perlahan


(Haduh Zidan ketahuan engga ya kali ini)


Pintu semakin terbuka lebar, daannnn semua kamar itu sudah rapi kembali , bahkan Zidan pun tidak ada disana.


"Dimana dompet itu" ucap Tania


"Nah ini, pake ketinggalan segala"


Saat ia hendak pergi meninggalkan kamar nya Tania sedikit curiga dengan susunan dimeja rias nya , ia ingat jika dompet itu berada didalam laci mengapa tiba tiba ada diluar.


"Bagaimana bisa dompet ini diluar aku sangat yakin menaruhnya di dalam laci ini"


Rupanya Tania mulai mencurigai ada sesuatu yang tidak beres di kamarnya.


Lalu kemana perginya Zidan?

__ADS_1


Tania mulai menyakini jika ada orang yang telah memasuki kamarnya tanpa seizin nya.


Dia mulai mencari disekitar kamar itu, dikamar mandi dibalik tirai dan di lonteng depan kamarnya.


"Tapi tidak ada siapa siapa disini" ucap nya sambil melihat disekelilingnya dan ia memutuskan untuk pergi


Namun sebelum itu Pandangan mata nya melirik ke arah lemari baju nya.


"Apa mungkin ada seseorang di dalam nya, hanya itu yang belum saya periksa" ucap hati nya


Ia mulai mendekati lemari itu, wajah dan langkah nya sangat perlahan, mulai memegang gagang lemari itu, membuka kunci nya dannn


Handphone Tania tiba tiba berbunyi


"Panggilan dari sahabat nya "


"Iya halo" jawab Tania yang masih memandangi lemari itu walau langkah nya semakin menjauh


"Kita udah nunggu kamu dari tadi " jawab sahabat nya


"Iya sebentar " Jawab nya terpaksa dia harus segera pergi dan mengabaikan kecurigaan nya


Setelah Tania pergi , dari dalam lemari keluar Zidan yang sepertinya sulit bernafas


Ia mengatur nafas nya secara perlahan


"Untung saja saya mendengar langkah itu"


Sambil memegang berkas laporan ditangannya


"Saya harus membaca semua berkas ini malam ini juga" ucap nya sambil menghela nafas panjangnya


Ia pun keluar dari kamar Tania


"Zidan" panggil Mamah


Ia terkejut dengan panggilan itu, rupanya Mama Zoya berada tepat dibelakangnya. Jantung nya mulai berdetak kencang, dan keringat dingin nya memenuhi sebagian dahi nya.


Ia membalikkan badannya


"I...iya mah" jawab nya dengan suara agak gugup


"Kenapa kamu didepan kamar Tania?" tanya nya


ia bingung harus menjawab apa, ia mulai berpikir dan mencari alasan yang tepat.


"Tadi saya tidak sengaja kebetulan lewat , habis mencari berkas Tuan"


Ia menunjukkan berkas itu, padahal itu berkas laporan operasi Laras.


"Sebentar tadi Mama liat di laci Meja Saga ada berkas , lalu itu berkas apa" ucap nya


Kondisinya semakin memanas dan mulai menjebak nya, ia semakin tersudut.


"Hmm iya saya lupa ada dua berkas yang harus dibawa Bu"


"ohh begitu yasudah Ibu kekamar dulu"


Ia hanya mengangguk, dan membuang nafas lega nya.


Bersambung


Bagaimana episode hari ini bisa komen dan like

__ADS_1


Tunggu next episode apakah


Zidan akan berhasil membongkar rahasia itu dan Luna asli akan kembali pada Saga?


__ADS_2