Istri Pengganti Tuan Saga

Istri Pengganti Tuan Saga
Empat puluh dua


__ADS_3

Lolos dari Tania dan Mama Zoya kini Zidan akan menguak seluruh isi berkas laporan itu


"Huft,,,,,,,,untung saja bisa lolos "ucap nya sambil memegang dada nya yang terlihat nafas nya terangsur


"Pasti ada rahasia dalam berkas ini malam ini saya harus mengetahui nya" jawab nya dengan wajah penasaran


Tak selang berapa lama Zidan pergi dari kediaman Adhitama, disaat itu juga Mobil Tania tiba dirumah, ia langsung bergegas masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat.


ia melemparkan tas nya dan membaringkan tubuhnya di kasur lembut nya


"Begini rupanya hidup tenang ,damai dan yang pasti cewek kampung itu sudah hilang pus musnah" ucap nya sambil tersenyum


"Oh iya berkas itu harus saya bakar, agar tidak ada bukti apapun lagi"


Ia mengambilnya awalnya terlihat tidak ada yang aneh, Namun ketika membuka nya bahkan tak ada satu lembar pun sisa dari berkas itu.


Itu membuatnya sangat terkejut " dimana berkas itu, saya ingat persis memasukkan nya dalam kotak ini" kepanikan diwajahnya mulai terlihat


Dirinya mulai berpikir dan mencari nya ke setiap sudut kamar nya , tetapi sayangnya tak menemukan apapun.


Tania menghela nafas nya dan duduk terdiam sejenak sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu


"Saya yakin pasti ada yang masuk ke kamar ini" ucap nya dengan wajah penuh kemarahan


Ia pergi keluar dengan raut wajah memerah langkah kaki nya sangat memperlihatkan kemarahan dan kepanikan nya.


"Itu non Tania kenapa? tumben tumbenan panik gitu" ucap bibi yang tak sengaja melihatnya


"Bik " ucap Ibu Zoya


"Eh ibu " jawab bibi


"ada apa bik, saya lihat bibi asik sendiri disini" tanya nya


"Itu Bu Non Tania tumben banget panik seperti sedang mencari sesuatu" ucap nya


Mendengar dan sekaligus melihat kondisi Tania yang sedang panik tepat didepan kamarnya, membuat Ibu Zoya menghampirinya


"Sayang kamu kenapa" Kata nya


Tania sedikit menghela nafas dan terkejut melihat kedatangan ibu nya ,


"Jika saya beri tahu Mama pasti akan selesai semuanya" ucap hati nya


"Hmmmm....itu lagi nyari berkas Tania " jawab nya dengan nada sedikit gugup


"Berkas?" tegas nya


"Memang nya berkas apa itu, sebegitu pentingnya?"


Pertanyaan itu membuat Tania kesulitan menjawabnya


"Ohh itu berkas kuliah Tania dari luar"


"Apa Mama perlu bantu mencari nya?"


"Tidak tidak usah,,,( penolakan yang segera)


Mah , Tania bisa sendiri"

__ADS_1


Dari raut wajah Tania saja terlihat jelas , siapa yang tidak curiga jika melihat wajah yang panik dan berbohong seperti itu.


Malam itu juga kejutan tak habis habisnya datang ketika situasi sedang genting, tiba tiba Saga dan Luna tiba dirumah, padahal seharusnya esok hari mereka sampai.


"Mah" panggil Saga


Matanya tertuju pada sumber suara yang memanggilnya itu . Saga yang langsung memeluk ibu nya itu itu membuatnya tak bisa berkata kata.


"kalian kenapa sudah pulang?" jawab nya


"Mah kami sengaja majukan jadwal untuk pulang, karena mendadak ada klien penting yang harus saya temui " ujar nya


"Ini ada apa" Tanya Saga


Saat Tania hendak menjawab pertanyaan kakaknya, Mamah Zoya terlebih dahulu menjawabnya.


"Ini Tania kehilangan berkas"


Tangan gadis itu mulai mengepal erat, dia tau kakak nya tak bisa dibohongi dengan mudah seperti itu.


"Benar itu hanya berkas ?" Tanya Saga


Keringat dingin nya mulai memenuhi dahi gadis yang berdiri dengan gemetar itu.


"Hmm iya Kak"


"Sudah esok saja , sekarang sudah malam "


Ia tak menyangka jika kata kata itu dilontarkan oleh Saga , padahal sebelumnya ia tak pernah mengatakan itu. Dia akan selalu memperhatikan apapun sedetail apapun.


Melihat gerak gerik Tania yang mencurigakan Luna palsu itu mulai berpikir.


"Sayang" sambil memegang tangannya


"Iya Mah"


"Bagaimana honeymoon nya, apa Mama sudah bisa dapat kabar baik" ucap nya


Mama Zoya berusaha menggoda nya, walau Luna tahu honeymoon itu tidak se indah yang dibayangkan, Bahkan Saga tidak ingin menyentuhnya sama sekali.


"Mah Luna istirahat ke kamar duluan " mengalihkan perkataan Mama Zoya


Saat Luna berjalan menuju kamarnya ia memberi kode pada Tania untuk melihat Handphone nya.


"besok saya temui kamu , tunggu ditempat biasa" SMS dari Luna


"Mah Tania masuk dulu, soal berkas esok Tania cari lagi" Kepanikannya tak bisa mereda , karena jika sampai ada yang membacanya itu sangat membahayakan dirinya.


Bisa bisa Saga akan marah besar dan mengusir nya dari rumah itu.


***


Keesokan harinya tepat pukul 07:30 pagi semua anggota Adhitama telah pergi bekerja, termasuk Mama Zoya yang pergi ke toko butiknya.


"Luna Sayang Mama berangkat dulu, baik baik dirumah" ucap nya


"Iya Mah" dengan sedikit senyum manis nya dan setelah pergi , Luna langsung mencari Tania di belakang.


Tania sudah menunggu kedatangannya dari tadi sesuai jadwal pertemuan mereka.

__ADS_1


"Tuk tuk tuk" suara sepatu Luna terdengar begitu nyaring


kedatangannya disambut langsung oleh pertanyaan Tania.


"Ada apa kamu ingin berbicara apa?"


"Saya tahu jika ada sesuatu yang besar telah terjadi" sahut Luna palsu itu


"Iya kamu memang benar berkas laporan itu hilang"jawab nya


Mendengar itu seketika seperti denyut nadi Luna palsu itu berhenti, raut wajah nya mulai terheran heran.


"Apa ( Tegas nya dengan keras ) , kenapa bisa hilang itu berkas penting" ucap nya dengan berdiri tepat didepannya


***


Disaat itu juga tangan kanan Tuan Saga datang


untuk mengambil beberapa berkas yang tertinggal di rumah Adhitama,,,mereka sama sekali tidak mengetahui jika Zidan datang


"Tuan tadi bilang , kalo di meja kerja nya ada map kuning" ucap Zidan sambil berjalan menuju ruangan kerja Saga


"Eh Mas Zidan pagi pagi sudah datang" sapa bibi


"Iya bik mau ambil map kuning"


"Mau bibi buatin jus atau teh dulu"


Saat hendak menjawab, dari arah belakang terdengar suara ribut ribut.


"Hmm tidak bik , saya duluan "


Zidan tentu nya langsung menghampiri ke sumber suara, ia melihat kedua orang itu sedang membicarakan sesuatu yang penting.


"Saya juga tidak tahu" jawab Tania


"Kamu ceroboh sekali arrghh,,, jika ada yang baca laporan itu dia akan tau jika saya adalah Amara "


Suara itu begitu lantang terucap dari bibir Luna entah tak sengaja atau memang sudah kelewat emosi. Pernyataan itu membuat Zidan sangat terkejut dan syok.


"Apa , jadi selama ini yang bersama Tuan itu"


Dirinya tak menyangka jika selama ini Amara berpura pura menjadi Luna.


"Saya harus beri tahu Tuan" ucap nya dia sudah mengambil hp nya tinggal menelponnya saja, namun niat nya terurungkan.


"Tidak , saya harus mencari waktu yang pas dan mencari Nyonya Luna dahulu" ucap nya


"Saya sudah menyimpan itu dengan aman, tapiii saya" jawab Tania


"Tapi saya apa, selama ini saya sudah bersusah payah menyembunyikan wanita itu dirumah Rafi" jawab nya


"Ini semua diluar kendali saya" mereka berdua debat cukup sengit


Kondisi ini memang sangat panas dan genting , bahkan Amara tak menyangka jika ini semua sampai se kacau ini.


Dia berpikir sebentar lagi identitas dirinya akan terbongkar jika berkas itu tak kunjung ditemukan.


"Rafi? apakah yang dimaksudkan rekan kerja Tuan yang baru?" kata Zidan sambil berpikir

__ADS_1


__ADS_2