
Jangan lupa vote like and komen nya yuks jadikan favorit 🥀
cerita dimulai ketika Luna sedang berada di kamar nya duduk didepan cermin dan mengingat sosok Rafi...
Tak berapa lama tiba tiba handphone nya berdering ,, ada nomor yang tidak dikenal menelpon nya
"Hallo "
"hallo bagaimana kejutan dari saya "
"siapa ini " ucap Luna dengan wajah penasaran
"Kamu lupa kita baru bertemu kemarin"
"Rafi?" sahut nya
"ternyata kamu masih ingat "
"mau apa menelpon saya dan ..."
"shutt shutt cukup saya sudah lakukan semua perintah kamu "
suasana seketika menjadi tegang dan penuh tanda tanya
saat mereka sedang berbincang entah dari mana asal nya Saga tiba tiba datang dan langsung memasuki kamarnya
gadis itu langsung menutup telponnya dan berpura pura sedang bercermin
"kenapa dengan mu " tanya Saga yang melihat perilaku Luna yang aneh sejak ia datang
"Tidak Tuan , Tuan perlu sesuatu?"
"Tidak " ucap nya dengan tegas
Baru saja ia memulai pembicaraan Saga sudah pergi begitu saja rupanya ia hanya mengambil berkas di lemari nya.
tak lama kemudian nada getar handphone Luna kembali berbunyi
pesan dari Rafi
"saya tunggu kamu di cafe hari ini "
Begitu menerima pesan dari pria itu Luna tak berpikir panjang ia langsung mengambil tas nya dan kemudian pergi.
Namun apes nya dia ketika tak sengaja bertemu dengan Tania saat hendak keluar rumah
"etss mau kemana ratu drama ini?" tanya nya sinis
"bukan urusan kamu " jawab Luna membuang wajah nya
__ADS_1
Gadis itu tak memperdulikan Tania, ia malah pergi meninggalkan nya namun wanita menyebalkan itu terus saja menghalangi nya
"he tunggu hidup kamu tidak akan pernah damai selama ada saya" ucap nya menatap Luna dengan tatapan tajam
"Mau kamu berbuat apapun silahkan"
Mamah Zoya tiba tiba datang disaat mereka sedang berseteru kata kata
"ada apa ini " tanya nya
"ini mah adik ipar ku ini sedang menyapa kakak ipar nya iya kan " ucap Luna merangkul Tania yang tepat berada disampingnya
"Oh ya Mah Luna izin keluar sebentar ingin bertemu teman Luna"
"Yasudah kamu hati hati , tolong nnati bawakan makanan untuk Saga setelah itu"
"iya mah " sahut nya
dengan izin sang mertua ia akhirnya bisa keluar dengan aman, dan bisa bertemu dengan Rafi dari sini lah kecurigaan mulai dirasakan.
Sedangkan di cafe Rafi telah menunggu nya, ia mengentak kan jari tangannya melihat jam ditangannya berkali kali sepertinya ia sudah sedari tadi di cafe itu.
Tak lama kemudian mobil Luna sampai di cafe yang dikatakan oleh Raffi, gadis itu langsung memasuki Cafe dan melihat pria itu sedang duduk sendirian.
Pria itu melihat kedatangan Luna
"saya suruh kamu untuk menjauhi keluarga mereka tetapi ini apa?"
"kenapa kamu takut? rahasia yang selama ini telah disimpan akan terbongkar?"
Gadis itu tak bisa berkata kata lagi, saat ucapan itu dilontarkan oleh Rafi, sebenarnya ada rahasia apa diantara mereka?
Setelah dirasa Luna terdiam dan memiliki jawaban Rafi menunjukkan sebuah foto kepada nya, entah foto siapa tetapi diliat dari ekspresi Luna yang menyinggung emosi nya seperti nya itu sesuatu yang besar
"Kenapa kamu menunjukkan itu, saya bayar kamu untuk membawa nya pergi jauh jauh" menyulut emosi nya
wajah Luna langsung kesal dan sinis , tetapi Rafi kemudian mendekati nya dan membisikkan nya sesuatu
"kamu tenang saja , semua akan terjadi seperti perintah kamu" menyentuh dagu nya dengan senyuman licik nya
"Baik saya pergi , ada urusan lain yang harus saya urus" ucap Luna yang kemudian pergi meninggalkan Rafi, ditambah ia harus mengantarkan makanan yang sudah dipesan nya tadi.
******
Ia segera pergi ke kantor untuk menemui Saga, gadis itu mengemudi mobil nya sendirian tanpa sang supir, ditengah perjalanan ia tak sengaja melihat mobil Tania sepertinya ia mengikuti gadis itu
"kamu salah telah bermain dengan Saya adik ipar kesayangan ku" ujar nya mempercepat kelajuan mobil nya sehingga Tania tak bisa membuntuti nya lagi.
****
__ADS_1
Tak berapa lama ia sampai di kantor Saga , dengan memakai kacamata hitam nya ia keluar dari mobil dan memasuki kantor Saga
Seluruh karyawan menyapa nya dengan ramah karena posisi nya di kantor sebagai istri dari Tuan Saga
tetapi gadis itu tampak kebingungan ia tak tahu dimana ruangan Saga, bahkan ia sampai melihat plang setiap ruangan yang dilewati nya, usaha itu tak juga membuahkan hasil sehingga terpaksa menanyakan kepada karyawan yang baru saja keluar dari sebuah ruangan.
"permisi ruangan Tuan Saga dimana ?" tanya nya pada salah satu karyawan
karyawan itu merasa aneh bagaimana seorang istri tak tahu dimana ruangan suami nya.
"Maaf Bu ruangan Tuan ada diatas, setau saya ibu sudah pernah keruangan Tuan "
sahut nya membuat dirinya panik dan merasa bodoh karena hal sekecil itu ia tak mengetahui nya
"Hmmm oh saya lagi sakit kepala jadi sedikit pelupa " alasan nya hampir saja ia termakan oleh emosi nya karena ucapan karyawan itu
" Apa mungkin ini ruangan Tuan, semoga saja benar" ia langsung memasuki ruangan tanpa harus konfirmasi terlebih dahulu pada Saga, dan disaat itu ternyata Saga sedang melaksanakan meeting dengan klien penting nya
Melihat kedatangan istri nya ditengah tengah meeting nya membuat Saga sangat marah, namun ia menahan emosi nya didepan semua klien nya
"Maaf Tuan saya tunggu diluar saja" ujar Luna membalikkan langkah nya, gadis itu menunggu Saga diluar ia bahkan tak tahu jika suami nya sedang melakukan meeting
"Hmm sebentar saya keluar dahulu" ucap Saga kepada mereka
Saga keluar dengan wajah kesal , ia melihat gadis itu sedang menunggu nya diluar tanpa berpikir panjang ia menarik tangan Luna dengan keras dan membawa nya jauh dari ruangan nya
"Tuan saya mau dibawa kemana, sakit Tuan" rintih Luna mencoba melepaskan genggaman tangannya
Saga menarik Luna dengan kasar hingga mereka berada sudut ruangan yang sepi kini hanya ada mereka berdua tak ada orang lain.
"Tuan ada apa?" tanya nya menunduk
Saga mendekati gadis itu hingga ia terpojok diantara sudut dinding , bahkan mereka bisa merasakan detak jantung nya antara satu sama lain.
Luna mulai merasakan kegugupan yang datang melanda nya , tatapan Saga yang begitu tajam membuatnya tak bisa berkutik.
"Saya sudah peringatkan kamu berkali kali jangan pernah bersikap selayaknya istri saya, kita menikah hanya sebagai status bukan berarti kamu seenaknya masuk ke kantor saya" ucap Saga dengan tegas
Luna yang mendengarkan nya merasa ketakutan, gadis itu bahkan tak bisa berkata apapun ia hanya terdiam dan menunduk.
"Dengar" menggenggam lengan Luna dengan erat hingga gadis itu merintih kesakitan.
Bersambung.
sampai sini dulu ya ceritanya , yuks boom komen yang penasaran sama rahasia itu bisa komen
jangan lupa like nya ya biar semangat up nya
gas boom komen yuks ☺️
__ADS_1