
Jangan lupa like, vote and komen nya yuks jadikan favorit
Setiba nya di penginapan itu, Laras seperti merasakan hal yang sebelumnya tak pernah ia rasakan.
"Suasana disini kenapa membuat hati ku merasa nyaman" ucap dalam hati nya
"Non mari turun" ucap Bibik
Saat Laras hendak turun dari mobil, disaat bersamaan Saga masuk ke dalam penginapan itu.
Mungkin belum saat nya mereka bertemu.
"Bik kamu turunkan barang barang biar saya antar Laras ke dalam" ucap Rafi
Rafi mengantarkan Laras ke dalam untuk beristirahat, sebelum itu ia harus memesan beberapa kamar untuk anak buah nya, dan untuk dirinya dan Laras.
"Selamat siang pak ada yang bisa kami bantu" ucap karyawan disana
"Saya ingin booking kamar pribadi untuk seluruh rombongan saya bisa?"
Sementara Rafi mengurus kamar, Laras melihat disekitar penginapan itu, pemandangan nya terlihat indah.
Sementara Saga yang sedang duduk di meja makan sedang menunggu Luna yang turun dari kamar nya. ia sibuk memainkan ponsel nya sambil menunggu.
"Penginapan ini sungguh indah dekorasi nya sangat unik" ucap Laras yang fokus melihat dekorasi disekitar.
"Pelayan mana makanan saya" ucap Saga dengan cukup tegas sedari tadi, ia menunggu Luna tak kunjung datang. Makanan pun tidak kunjung datang membuatnya sedikit emosi.
"Pelayan" teriak nya dengan cukup keras
Tak lama kemudian pelayan itu datang dengan terburu buru membawa makanan beserta minuman. Disisi lain Laras terkagum melihat dekorasi yang indah sehingga tak melihat ke arah yang seharusnya.
Saat berjalan menuju Meja Saga pelayan itu tak sengaja terpeleset karpet dan tepat didepan Laras , sehingga membuat seluruh makanan yang dibawa nya jatuh.
Laras terkejut dan mengatakan" Kamu tidak apa apa" ucap nya
"Tidak mba terimakasih"
Keributan itu sampai di telinga Saga
"Ada apa itu " ucap nya sambil berjalan menuju arah sumber suara
Posisi nya tidak jauh dari Saga hanya berjarak beberapa meja makan saja.
Saga datang tepat dibelakang Laras dan mengatakan
"Astaga ini makanan yang saya pesan , kenapa bisa jatuh" ucap Saga
Posisi nya Laras membelakangi Saga, sehingga Saga tak bisa melihat wajah Laras
mendengar suara itu Laras merasakan ada sesuatu dalam diri nya, dan suara itu tidak asing bagi nya.
"Maaf Pak saya terburu buru tadi" sahut pelayan itu
Saat Laras hendak membalikkan badannya Rafi memanggil nya dari jauh.
__ADS_1
"Laras" panggil nya sembari menghampiri Laras
disitu lah pertemuan Saga dan Rafi terjadi kembali, wajah Rafi sangat syok melihat Saga ada disini.
Rafi langsung menutupi Laras.
"Tuan Saga?" sapa nya
"Kita bertemu lagi disini Pak Rafi" sahut Saga
mereka berdua bersalaman
"Berlibur disini juga?" tanya Saga
"Iya Tuan mumpung ada waktu senggang"
"Kalo Boleh tau , dengan siapa berlibur nya, istri atau pacar?" tanya Saga
Rafi bingung akan mengatakan apa pada Saga jika ia mengenalkan Laras. Pasti akan ada masalah besar.
"Ini bersama " sambil menunjuk Laras
"Oh ini pacar nya atau istri. Kenalin juga sama saya " sahut Saga
Saat Saga hendak melihat Laras , Rafi melarang nya dengan alasan
"Tuan dia sedikit pemalu, jadi tau lah" ucap Rafi
berusaha meyakinkan Saga
"Baik saya ke kamar dulu Tuan mari" ucap Rafi dan membawa Laras menjauhi dari Saga
Saga sedikit aneh dengan perilaku Rafi , namun itu semua tidak terlalu penting bagi nya .
Rafi mendorong kursi roda Laras, sambil memikirkan jika Saga disini apakah Luna juga bersamanya.
"Mas berhenti dulu" ucap Laras
"Ada apa Laras" Jawab Rafi
"Kenapa Mas Rafi menutupi aku, dan mengatakan itu "
Pertanyaan Laras semakin membuat Rafi tersudut dirinya tidak tau apa yang harus dikatakan pada Laras . Terpaksa ia berbohong kali ini
"Jadi begini kita belum tau siapa keluarga kamu, dan kamu adalah korban disini. Siapa tau orang yang mencelakai mu ada disini.
Laras semakin bingung dengan apa yang dikatakan Rafi
"Maksud Mas Rafi"
"Laras kita memang liburan, ini dunia luar jadi harus lebih waspada. Saya hanya menyarankan agar kamu menyembunyikan wajah mu" Ucap Rafi mencoba menjelaskan pada Laras
Laras selama ini selalu mengikuti saran Rafi karena ia percaya Rafi orang yang baik dan yang telah menolongnya selama ini.
"Iya Mas saya akan lakukan yang Mas Rafi katakan"
__ADS_1
"Maafkan saya Laras , ini demi kebaikan kamu dan entah mengapa saya tidak rela jika kamu pergi. Ucap Rafi dalam hati nya
Sedangkan Tania yang sudah mengetahui rahasia Luna palsu itu, berniat untuk memberi tahu Kakak nya .
"Apa saya telpon kak Saga saja, wanita itu sudah kurang ajar selama ini membohongi kita semua" ucap Tania yang sedang dikamar nya
Tapi kurang lengkap rasanya jika Tania tidak melakukan hal yang lebih pintar dan licik dari itu
"Etss kalo dipikir pikir bagus juga , Jadi Luna asli tidak tinggal dirumah ini. Mungkin saja dia sudah mati " dengan senyuman licik nya
Bukannya menelpon Saga Tania malah menelpon Luna palsu itu.
( Handphone Luna berdering) padahal ia sedang bersama Saga
"Ngapain ini cewek nelpon saya"
"Halo ada apa " jawab Luna
"Halo Luna palsu" ucap Tania
Luna tentu kaget dengan apa yang dikatakan oleh Tania itu
"Apa maksut mu Luna palsu" jawab Luna berlagak seolah tidak tau apapun
"Sudah lah jangan bersandiwara saya sudah tau segala nya , kalo kamu itu Amara"
(deg) rasanya seperti bom yang meledak, Luna tak bisa mengelak lagi kali ini identitas nya benar benar sudah terbongkar.
"Jangan kamu macam macam dengan saya" Sahut Luna
"Ets santai dulu , saya tidak akan memberi tahu Kak Saga soal ini. Saya senang jika wanita itu tidak ada disamping Kakak saya" Jawab Tania
"Dasar wanita licik, kamu menghancurkan kehidupan kakak mu sendiri" Kata Luna dalam hati kecil dan pikirannya
"Baik apa jaminan nya kalo kamu tidak akan buka mulut" jawab Luna pada Tania
"Jika saya buka mulut, saya akan lakukan semua perintah mu"
Setelah percakapan itu Luna menutup telponnya, ia senang sekaligus merasa kesal dan marah bagaimana Tania bisa tau semua ini.
"Halo Aldo kamu awasi rumah itu dan gerak gerik Tania " ucap Luna yang langsung menelpon Aldo setelah itu.
"Baik bos saya laksanakan"
Sementara itu Rafi belum bisa memastikan jika Luna sedang berada disini, Karena ia tidak melihat Luna bersama Saga.
"Kalian berjaga jaga disini, jangan pernah izinkan siapa pun masuk ke kamar ini kecuali Saya, bibi dan dokter" Ucap Rafi pada anak buah nya
ia menjaga kamar Laras agar tidak ada yang berani memasuki nya , dan tidak ada yang tahu mengenai wajah Laras.
Zidan yang tak sengaja lewat melihat dua orang penjaga itu merasa ada yang Aneh.
"Mengapa dia berjaga didepan kamar itu, memang nya ada apa" ucap Zidan dalam hati nya
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like and komen nya supaya up nya lebih semangat.