
"saya akan buat keluarga ini hancur sesuai yang saya harapkan" ucap wanita itu
Tanpa sengaja Luna melihat wanita itu sedang membakar sebuah foto , ia mengintip dibalik pintu
"apa yang dilakukan perempuan itu " tanya nya dalam hati nya
tiba tiba Luna hendak pergi , namun ia menyenggol pot bunga sehingga menimbulkan suara yang membuat wanita itu terkejut
"tunggu" Ucap wanita itu menghampiri Luna
"oh jadi kamu sudah berani mengintip saya diam diam " dengan tatapan sinis
"seharusnya saya yang bertanya, buat apa kamu membakar foto itu, foto siapa itu?"
Wanita itu terpojok karena Luna menanyakan hal itu ia mencari cara agar bisa mengalihkan perhatiannya
"Sayang sayang" panggil Wanita itu sifat licik nya muncul lagi
"ada apa ini " tanya Saga
"ini sayang cewek ini nih selalu ganggu aku "
"maaf Tuan itu tidak benar justru saya.."
"sayang boong itu dia " memotong pembicaraan Luna
Saat Saga menyentuh tangan Luna yang hendak membawa nya sepintas ingatannya mulai kembali muncul
kepala nya sakit ada bayangan kabur seorang wanita yang dahulu ia gendong sebenernya wanita itu tidak lain ialah Luna
"Tuan kenapa tuan" tanya Luna
" minggir minggir biar saya bawa suami saya ke kamar "
reflek Saga membantah sentuhan tangan wanita licik itu , ia terkejut dengan reaksi Saga
"sayang kamu kenapa "
Saga sibuk memegang kepala nya yang terus saja melihat bayangan sebelum ia kecelakaan
"gawat sepertinya ingatannya mulai pulih " ucap wanita itu dalam pikirannya
"sayang ini aku Aulia istri kamu "
"maaf sayang kepala ku sakit sekali"
wanita itu membawa Saga ke kamar nya untuk beristirahat disisi lain Luna senang dengan perkembangan Saga yang semakin hari sudah mulai pulih
"Tuhan cepat lah kembalikan memori ingatan
Tuan"
Wanita itu mondar mandir di depan kamar nya memikirkan bagaimana cara agar ingatan Saga tidak akan pulih kembali
ia mengambil handphone menelpon seseorang
"hallo"
"tolong malam ini kamu temui saya di taman biasa" menutup telpon tersenyum seperti akan ada rencana jahat kembali
__ADS_1
wanita itu pergi dengan alasan akan pergi ke butik
dikamar nya Saga sangat penasaran dengan bayangan memori nya itu , ia mulai tidak percaya jika wanita itu adalah Aulia saat tatapan nya kosong Luna masuk ke kamar nya
"Tuan" ucap nya dengan suara lembut langkah kaki nya yang tenang membuat Saga tersadar
"mau apa kamu kesini " sahut nya
"saya hanya membawa makanan Tuan, bukannya Tuan harus makan teratur agar cepat pulih"
suara nya yang lembut dan penuh kasih sayang membuat Saga merasa ketenangan dalam hati nya. Ditambah wanita kompor itu sedang tidak dirumah
"ini Tuan makan dulu, saya akan ambilkan obat Tuan"
Saga melihat betapa tulus nya Luna melayani nya , padahal ia sudah sangat jahat pada nya
"kenapa kamu baik dengan saya" pertanyaan itu membuat langkah kaki Luna terhenti
"Tuan bagaimana saya bisa menjelaskan bahwa sesungguhnya saya istri Tuan " ucap hati nya
mata nya berbinar ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi
"sudah kewajiban sesama manusia saling menolong Tuan itu saja tidak lebih "
hati nya terasa sesak mengatakan hal itu , sangat tidak mungkin menjelaskan semua nya apalagi kondisi Saga masih rentan
"Tuan kenapa tidak dimakan , makan lah sedikit Tuan agar bisa lekas pulih "
sungguh istri yang sangat di idamkan , mungkin Saga belum menyadari nya
"maaf jika saya lancang , apa boleh saya bantu Tuan makan "
Saga memberikan piring makanan itu pada Luna tanda nya ia mengizinkan nya ,
Saga teringat kembali potongan memori dirinya yang sedang menyuapi seorang wanita
memegang kepalanya
Luna berkata " Tuan kenapa "
Wanita licik itu masuk ke kamar Saga menyeret wanita itu dan membanting piring makanan itu
"he kamu wanita kampung berani sekali kamu menyuapi suami saya "
wanita licik itu hendak menampar Luna, Namun Saga menghentikan tangan wanita itu
"sayang kamu kenapa "
Saga juga tidak tahu apa yang dia lakukan hati nya seperti ingin melindungi Luna
"sudah biarkan dia , cepat kamu pergi "
Masih memegang kepalanya yang terus saja merasakan rasa sakit
"sayang ini minum dulu obat nya "
Saga membantah ia merasa aneh dengan obat itu tidak biasanya ia meminum obat seperti itu
"obat apa itu?" Tanya Saga
__ADS_1
"Sayang ini aku beli obat penghilang rasa sakit "
Wanita itu meminumkan obat itu pada Saga , seketika Saga tertidur dengan lelap
ia tersenyum licik
kira kira obat apa ya itu ? apa reaksi nya pada tubuh Saga ? jadi penasaran
"hallo saya tunggu kamu di belakang " ucap Tania adik Saga yang sangat membenci Luna
memegang ponsel terlihat sangat bahagia dari raut wajah nya
"bagaimana rencana kita "
"semua berjalan sesuai yang direncanakan"
ternyata dan ternyata yang bertemu dengan Tania adalah wanita licik yang memanfaatkan situasi Saga
whatt?
adik sendiri membuat rumah tangga kakak nya hancur sungguh menyedihkan
"oke saya ingin kamu terus dekat dengan kakak saya, jangan biarkan wanita itu mempunyai sela sedikit pun"
"beres semua sudah saya atur "
Tania menganggap dia menurut pada nya, ia tidak tau ada rencana lain dibalik wanita itu,
Luna terus Saja memikirkan bagaimana cara memulihkan ingatan suami nya , bahkan foto dirinya serta foto Aulia yang asli menghilang tanpa jejak
dia bercermin " Luna kamu harus berpikir" menuntut dirinya untuk semakin keras berpikir, sampai satu ide ia temukan untuk menguak siapa wanita itu
"jika cara ini gagal , terpaksa cara kasar akan saya lakukan" ucap nya sambil memegang foto keluarga Adhitama
raut wajah nya penuh dengan amarah , ada satu tujuan yang membawa nya sampai ke titik ini
Mamah Zoya melihat ia membawa foto keluarganya" mau apa kamu dengan foto itu" tanya nya
"eh ibu mertua ku yang tersayang, saya cuma sedih melihat foto ini tidak sesuai dengan asli nya "
"apa maksudmu" Mamah Zoya tidak mengerti apa yang ia katakan
"sebentar lagi kalian akan kekurangan anggota keluarga , tunggu saja " pergi setelah mengatakan itu
membuat perasaan seorang ibu itu resah gelisah dan cemas , bertahun tahun ia merawat dan membentuk keluarganya hingga seperti sekarang
"papa seandainya masih menemani mama, pasti kita bisa lewati semua ini "
"ya Tuhan lindungilah keluarga kecil ini"
semakin hari wanita itu sudah semakin berani menghasut Saga, bersilat lidah, bahkan mengancam mengenai keluarga Adhitama
disisi lain Luna sudah siap dengan rencana nya mencari semua bukti mengenai wanita itu
"Tunggu" panggil Saga pada Luna
"iya Tuan "
baru saja Saga ingin mengucapkan sesuatu eh Biang kerok datang
__ADS_1
sampai sini dulu ya ceritanya , tunggu kelanjutannya semakin seru menguak misteri dibalik sosok wanita itu
dan apakah Saga akan bisa pulih kembali ?