Istri Pengganti Tuan Saga

Istri Pengganti Tuan Saga
Empat puluh enam


__ADS_3

setelah kejadian waktu itu membuat Laras sangat bimbang dan bingung apakah benar yang dikatakan pria itu atau hanya kebetulan saja wajahnya mirip dengan nyonya yang dikatakan nya itu


"Apakah benar yang dikatakan pria itu bahwa saya adalah Luna ,tapi kenapa saat saya menolak nya selalu bermunculan bayangan dipikiran ini" ucap hati nya wanita itu menatap jendela memikirkan ucapan lelaki itu


"Non ini bibi bawa sarapan kesukaan Non Laras " ucap bibi yang masuk ke kamar nya ,namun sepertinya ia tak mendapat respon dari Laras


Wanita itu tetap terdiam , ia tak mengetahui bahwa bibi masuk ke kamar nya


"Non " panggil nya sekali lagi meletakkan makanan itu di meja samping tempat tidurnya dan menghampiri Laras yang sedari tadi hanya terdiam


Bibi mendekati nya dan memegang bahu nya sembari memanggil nya


"Non Laras " panggil nya lembut


"Eh bik kapan bibi masuk" sahut nya terkejut gadis itu kaget dengan kedatangan bibi dikamar nya


"Non kenapa sampai tak mendengar bibi memanggil,, ada masalah apa cerita ke bibi Non" ucap nya melihat gadis malang itu yang terlihat ada yang sedang dipikirkan nya


Laras mulai berpikir apakah benar jika ia memberitahu mengenai laki laki yang menyamar dan memasuki kamar nya tadi itu


"Apa seharusnya saya beritahu bibi,,tapi ku rasa dia bisa menyimpan rahasia ini" kata hati nya terdiam sejenak


***


"Tapi kenapa kamu harus menikahi nya ,,biar saya habisi saja perempuan itu" ujar Amara dengan amarah


"Dengan menikahi nya kamu bisa selamanya bersama Saga dan misi kita akan berjalan mulus" ketus nya dengan senyuman licik ,padahal sebenernya ia juga ingin Laras menjadi istrinya sepertinya selama ini dia sudah mulai menaruh hati pada gadis itu


gadis itu sesekali melihat Rafi,,ia memastikan jika ini bukan hanya permainan liciknya


"Oke juga rencana kamu, saya setuju ,oke baik saya tidak bisa berlama lama saya harus pergi sekarang " ujar nya terburu buru


"Silahkan nanti saya beri kabar selanjutnya "


mereka berdua berjabat tangan kembali


Gadis itu pergi tempatnya, ia tersenyum lega jika Rafi ternyata masih ingat dengan misi nya disisi lain ia bisa menyingkirkan wanita penghalang itu selamanya,, jika ia sampai menikah dengan Rafi semua penghalang nya akan hilang satu persatu


Sedangkan diruangan Zidan masih terlihat bingung dengan keputusannya apakah harus memberitahu Tuan saat ini


"Oh ya kamu ingin mengatakan apa " tanya Saga yang sedang menandatangani beberapa berkas kontrak kerja nya dengan Rafi

__ADS_1


Melihat situasi nya yang tidak tepat pria itu mengurungkan niat nya untuk memberitahu Tuan nya saat ini , ia berpikir akan bertindak seorang diri sampai keadaan bener benar membaik


"Nanti saja Tuan saya harus pergi, saya harus menyambut klien Tuan di cafe biasa" jawab Zidan


Akhirnya ia langsung pergi setelah mengatakan itu,, kini ia hanya menunggu konfirmasi dari anak buah nya yang telah dikerahkan di sekitar rumah itu


_________________________


Mobil Rafi tiba di kediamannya,, beberapa bodyguard langsung menyambut nya dan membuka kan pintu mobil nya


"Laras dimana?" Tanya nya pada salah satu anak buah nya


"Ada didalam Tuan " sahut nya dengan sopan


"Oke baik tolong kalian semua lebih memperketat keamanan rumah " ujar Rafi ia berkeinginan untuk membujuk Laras agar mau menikahi nya ,,ia tak ingin berlama lama kapan pun ingatan nya pasti akan pulih kembali


Pria itu masuk kerumah nya dengan perasaan gembira , ia tak sabar rasanya ingin membujuk Laras.


Sedangkan wanita itu sedang menceritakan seseorang yang menyamar dan masuk kekamarnya tadi ,,bahkan yang lebih mengejutkan dia mengatakan hal yang membuat pikiran nya bingung dan bimbang


"Apa bibi bisa menjaga rahasia ini" ujar Laras memperkecil suara nya melihat disekitarnya takut jika ada yang mendengar nya


"jadi begini bi sebenernya laki laki itu hanya menyamar dan dia masuk ke kamar saya ,yang lebih mengejutkan dia mengatakan bahwa saya Luna nyonya nya dia " Ujar Laras menceritakan seluruh kejadian dengan detail


suara sepatu Rafi terdengar menuju ke kamar Laras, sedangkan gadis itu dan bibi sepertinya tak mendengarkan jika Rafi sudah tiba dirumah


Laras melanjutkan ceritanya ke pada bibi tiba tiba


"Laras" panggil Rafi yang telah membuka pintu dan memasuki kamar nya


sontak mereka berdua langsung terdiam dan Laras langsung membenarkan raut wajah nya


"ada apa ini, kenapa kalian terkejut melihat saya " sahut Rafi yang agak terkejut melihat bibi dikamar gadis itu, ditambah ekspresi Laras yang terlihat agak terkejut dan tegang


"iya Tuan datang tiba-tiba jadi kami kira siapa" sahut Laras tersenyum dan kedua tangannya terlihat gugup pandangan nya mulai tak terarah


"permisi Tuan" ucap bibi yang hendak keluar dari kamar Laras


"Tunggu" cegah nya dengan nada cukup keras


seketika wanita itu langsung membesarkan kedua bola matanya,,ia takut jika Tuan Rafi mengetahui sesuatu dan mendengarkan cerita Laras

__ADS_1


"Iya Tuan ada apa" sahut nya membalikan badannya suaranya terdengar gugup dan agak ketakutan


"tolong buatkan saya air hangat untuk mandi" jawab Rafi


wanita separuh baya itu menghela nafas lega nya ,,hampir saja Tuan Rafi membuatnya jantungan ,,begitu pun Laras yang langsung tersenyum kecil mengelus dada nya yang terlihat tak terkendali sejak Rafi datang


"baik Tuan" bibi memberikan kode isyarat kepada Laras untuk tetap tenang dan tidak terlihat gugup


Kini hanya mereka berdua yang berada dikamar itu ,,Rafi mulai mendekati Laras ia bersimpuh dan menatap gadis yang duduk tak berdaya di kursi roda itu.


"ada apa Tuan kenapa melihat saya seperti itu" ujar nya jantung nya rasanya ingin keluar tak pernah Rafi sedekat itu dengannya


"Saya ingin mengatakan sudah sejak lama saat kamu masih belum sadarkan diri, sampai sekarang tak ada keluarga yang mencari mu" ujar nya lembut menatap mata gadis yang terlihat gugup didekat nya itu


"Lalu " jawab nya singkat


"Saya ingin mengatakan bagaimana jika kamu menikah dengan saya" ujar nya dengan lantang


seketika ucapan itu membuat Laras terkejut bagaimana pria itu bisa mengatakan hal itu, entah apa yang ada dipikirannya sampai ia mengatakan hal seperti itu ,, rasanya hati dan pikiran ini sangat menolak perkataan itu


"Apa Tuan? tapi maaf sebelumnya Tuan saya tak pernah terpikirkan hal itu , bahkan sampai sekarang saya sedang menunggu keluarga saya" jawab nya dengan raut wajah bimbang


"saya tau mungkin ini terlalu mendadak ,tapi sejauh ini jika memang kamu mempunyai keluarga mengapa ia tidak mencarimu" sahut nya meyakinkan dan memanipulasi gadis yang tak tau siapa jati dirinya


disisi lain ia juga memikirkan mengenai pria yang mengatakan bahwa dirinya adalah Luna nyonya dari pria itu,


"Bagaimana Laras ?" tanya nya


gadis itu terlihat terdiam , mata nya bisa mencerminkan bahwa ia tidak ingin dengan pernikahan ini, tetapi selama ini memang ia yang merawat nya lagipula selama ini tak ada kabar apapun tentang keluarga nya


"saya butuh waktu Tuan" sahut nya menundukkan wajahnya


pria itu mendekati Laras memegang tangan mulus gadis itu dengan sangat berani


"Baiklah Laras saya tunggu jawaban kamu" ujar nya lembut


gadis itu agak gugup ia hanya terdiam dan berusaha menjauhkan tangannya dari Rafi,


Bersambung


Jangan lupa like and komen nya ya bagaimana jika Laras benar menikah dengan Rafi ?

__ADS_1


__ADS_2