
Jangan lupa like,vote and komen nya yuks jadikan favorit
Kali ini memang Rafi berhasil menyembunyikan Laras , namun lama kelamaan pasti Luna palsu itu tau jika istri Saga yang selama ini diculiknya ada disini, berdampingan dengan nya.
Hari itu cuaca sangat indah Rafi sedang menghabiskan waktunya ditepi pantai, berjemur dan melihat pemandangan laut.
dari arah belakang Rafi tidak mengetahui jika Saga mendatangi nya.
"Hey Pak Rafi" ucap Saga
Yang membuat Rafi tiba tiba syok dan terkejut melihat kedatangan Saga yang secara tiba tiba.
"Tuan Saga buat saya kaget saja ada apa ya?" tanya Rafi
"Saya kebetulan melihat kamu , oh ya mumpung kita liburan bersama bagaimana jika kita dinner malem ini" ucap Saga
Penawaran Saga itu membuat Rafi bingung dan harus menjawab apa , jika ia menerima nya maka akan bertemu Luna palsu.
"Hmm gimana ya Tuan" jawab nya bimbang
"Jarang jarang kita bisa dinner bawa sekalian pasangan mu , kenalin dengan saya dan Luna"
Ungkapan itu semakin membuat Rafi terpojok, kepanikan nya mulai terlihat dari wajah dan sikap nya. Jika ia menolak maka kerja sama bisnis nya akan hancur , jika tidak maka Laras akan dalam bahaya.
"Baik lah Tuan , pukul berapa?" tanya nya
"sekitar pukul 19:00 malam sekalian berbicara mengenai kerjasama kita"
Setelah itu Saga kemudian pergi meninggalkan Saga, namun Rafi kini yang semakin panik ,bingung dan cemas.
Dirinya langsung pergi ke kamar nya dan mencari solusi harus berbuat apa.
"Bagaimana cara nya agar makan malam ini bisa ditunda"
Tiba tiba dari luar
(Tok tok) "Mas Rafi" panggil Laras
"Masuk" ucap nya
Laras membuka pintu kamar
"Ada apa ?" tanya Rafi dengan raut wajah gelisah
"Kenapa Mas Rafi terlihat gelisah?" tanya Laras
"Tidak saya tidak gelisah" berusaha mengelak dari kenyataan
"Mas jujur dengan saya ada apa"
Terpaksa Rafi mengatakan bahwa dirinya diajak dinner bersama rekan kerja nya, yang tidak disebutkan nama nya itu.
"Wah dinner itu bagus Mas, apalagi itu rekan kerja Mas Rafi " ucap Laras
"Iya saya tau , tapi ia mengatakan untuk mengajak kamu "
mendengar perkataan itu senyum gadis itu perlahan memudar ternyata ini yang membuat Rafi gelisah.
"Tapi Mas kenapa harus saya ?" tanya Laras
"Karena ia mengira kamu pasangan saya"
__ADS_1
Tak ingin mengecewakan Rafi kali ini , Laras harus mengikuti apa yang diminta oleh rekan kerja nya itu. Dia tidak tau bahaya yang akan dihadapi nanti.
"Mas saya akan ikut "
Keputusan Laras itu membuat Rafi kaget dan ia bingung menjelaskan nya, ia tidak tahu alasan Rafi merasa gelisah sampai saat ini.
Rafi memikirkan sebuah ide agar Laras bisa ikut, namun tidak akan ketahuan oleh Luna palsu itu beserta Tuan Saga.
"Baik tapi harus ingat , tetap pakai topi dan masker kamu jangan pernah memperlihatkan wajah mu. ucap Rafi
"Baik Mas"
Yang Laras tau ini semua demi kebaikan nya dan keselamatan nya saja.
Pukul 18:30
Saga bersiap siap untuk dinner sejam lagi, kursi makanan dan semuanya sudah ia siapkan khusus.
Saga melihat Luna yang sedang duduk di sofa itu menanyakan
"Mengapa kamu belum bersiap siap?"
"Hmm Tuan saya sedang sakit perut , sudah lebih dari 3 kali ke toliet jadi....."
belum saja ia menyelesaikan ucapannya Saga sudah memotong nya ditengah jalan.
"Cukup , baik saya akan datang ke dinner itu sendiri"
Kali ini Luna palsu itu hanya alasan agar dirinya bisa melancarkan serangan selanjutnya.
"Maaf sekali lagi Tuan" ucap Luna dengan wajah sedih
Disisi lain Rafi sudah siap bahkan Laras sudah siap juga dengan syal, topi dan masker nya.
"Baik Mas Rafi"
Rafi berharap jika Luna tidak akan ikut dalam dinner itu.
waktu telah menunjukkan pukul 7 malam waktunya telah tiba saatnya dinner pertama ini akan dimulai.
Saga pergi hanya sendiri, sedangkan Rafi pergi bersama Laras. Rupanya Saga telah tiba terlebih dahulu disana
"Selamat datang Tuan" ucap karyawan tempat itu
"Malam "
Tak berselang lama Rafi datang bersama Laras
mereka berdua mengucapkan salam sapa , dan bersalaman.
"Silahkan duduk " ucap Saga pada mereka
Saga tak sengaja memperlihatkan syal yang digunakan wanita itu, itu syal yang sama pada waktu menolong gadis itu.
"Ini pasangannya?" tanya Saga
"Iya Tuan " jawab Rafi , Laras hanya terdiam dan memberikan salam tanpa berjabat tangan.
"Istri Tuan tidak ikut?" tanya Rafi
"Dia kurang enak badan jadi tidak bisa datang" jawab Saga
__ADS_1
Hal itu yang membuat Rafi merasa lebih lega dari sebelumnya.
Saat sedang asyik makan tiba tiba ponsel Rafi berdering ternyata telpon dari Luna palsu alias si Amara itu .
"Buat apa wanita ini menelpon saya, saya permisi toilet dulu "
"iya silahkan" jawab Saga
Disana hanya tinggal Saga dan Laras yang tersisa, suasana setelah ditinggal Rafi terasa sunyi , tanpa ada percikan kata kata
Hingga suatu ketika Saga menanyakan soal kejadian syal itu
"Kamu wanita yang saya tolong waktu itu?" tanya Saga
Laras memang tidak melihat wajah si penolong itu, Namun ia yakin jika rekan kerja Rafi lah yang menolongnya.
"Maaf saya tidak melihat Tuan waktu itu , jadi saya tidak tau" ucap nya dengan lemah lembut
"It's okey kenalin saya Saga Adhitama"
menjulurkan tangannya
Saat mendengar nama itu Laras merasakan hal aneh dalam hati nya , seperti ada yang kembali setelah sekian lama.
"Kenapa hati saya merasakan sesuatu saat mendengar nama itu" ucap hati Laras
Kemudian Laras membalas salam kenal itu, ia menjabat tangan Saga sentuhan itu terasa tidak asing, dan membuat sedikit memori nya teringat akan sesuatu.
Laras mengingat sesuatu saat menyentuh tangan Saga hanya kilasan masa lalu, yang membuat kepala nya pusing.
Laras memegang i kepalanya
"Kenapa kepala saya pusing sekali, bayangan apa yang saya liat"
Sementara Saga yang melihat gerak gerik aneh pada Laras langsung menanyakan nya.
"Kamu kenapa?" tanya nya
Saat Saga bertanya Laras langsung melepaskan tangannya dari Saga
"Hmm tidak hanya sedikit pusing, sudah tidak apa apa"
"Nama saya Laras " ucap nya
"Kenapa hati ini merasakan sesuatu yang kembali " kata hati Saga
bukan hanya Laras yang merasakannya Saga pun ikut , namun ia tidak ingin terlalu terlihat seolah ada suatu hal yang dirasakan.
Laras masih bingung dengan apa yang dilihat nya dalam bayangan itu, pikirannya menjadi buyar.
Tak lama kemudian Rafi datang setelah mengangkat telpon, ia melihat suasana meja makan itu tegang dan tak ada gerakan apapun.
"Ada apa dengan kalian , kenapa diam saja" tanya Rafi
"Tidak saya sudah mengobrol tadi , oh iya kenapa wajah nya tertutup?" tanya Saga
pertanyaan itu dijawab oleh Rafi dengan alasan yang sama yaitu karena malu untuk memperlihatkan wajah nya.
bersambung
Gimana episode hari ini yuks bisa komen jangan lupa like nya
__ADS_1
semakin hari semakin seru dan penasaran. Mereka sedang berhadap hadapan namun tidak mengenal satu sama lain