Istri Pengganti Tuan Saga

Istri Pengganti Tuan Saga
Tiga Puluh Sembilan


__ADS_3

Tempat penginapan


Setelah kejadian malam itu ,pagi hari nya Rafi langsung menghampiri Laras dan memutuskan sesuatu yang penting


Kali ini Rafi harus membuat keputusan yang mendadak. Dan menurutnya langkah ini sudah benar


"Laras saya ingin sore ini kita pulang kerumah" ucap Rafi pada nya


Wanita yang duduk di kursi roda itu langsung melihat Rafi dengan tatapan aneh


"Tapi kenapa mendadak Mas, ada apa?" Sahut Laras yang langsung meminta penjelasan mengenai itu


"Saya kira cukup untuk liburan kali ini " Rafi tak bisa melihat mata Laras , karena ini demi keselamatan nya.


Jika semakin lama disini maka semua nya akan kacau dan Rafi akan kehilangan Laras.


"Mas itu bukan penjelasan yang saya inginkan, ada apa sebenarnya?" Laras kecewa dengan keputusan Rafi


Menurutnya ini tidak sesuai dengan apa yang dikatakan nya sebelum liburan, ditambah disini adalah tempat yang membuat hati nya merasa aman , tenang dan nyaman.


Laras kemudian meninggalkan Rafi sendirian, ia perlu ketenangan. Saat ia pergi Rafi mencoba menghentikan nya , namun Laras melarangnya


"Laras" panggil nya sambil menyusul


"Berhenti disana, saya ingin sendiri" sahut Laras dengan wajah kesedihan nya


Ia pergi dari sana dan tidak mengerti dengan keputusan yang diambil Rafi , disini dirinya merasa nyaman, dan ketenangan


Saat Laras mencoba keluar dari tempat itu tanpa sengaja Zidan melihat nya , ditambah pula kali ini dia tidak memakai topi atau masker.


"Itu Nyonya Luna , pakai kursi roda tapi" ucap Zidan sambil berpikir dan melihat gerak gerik wanita yang mirip dengan Luna itu


Namun saat ia hendak menghampiri nya tak sengaja dirinya melihat Luna lagi yang sedang duduk bersantai.


Whatt? dua Luna ?


Dirinya semakin bingung dan terkejut jika itu Luna maka yang di kursi roda itu siapa kembaran Luna ? atau hanya mirip saja.


"Tapi tidak mungkin dua orang satu wajah ada apa ini sebenernya?" kata Zidan yang sedang mengamati kedua wanita itu


"Pasti ada sesuatu yang dirahasiakan, saya harus beri tahu Tuan Saga" ucap Zidan


Saat dirinya hendak mencari Saga tiba tiba dari dalam keluar Rafi yang sedang mencari seseorang.


Zidan pun menghampiri nya


"Maaf kenapa Tuan terlihat bingung?" Tanya Zidan


"Apa kamu lihat wanita lewat sini memakai kursi roda " jawab Rafi yang mencari Laras , karena ia pergi tanpa pengamanan


"Apa wanita itu berbaju biru?"

__ADS_1


"Iya benar "


"Tadi saya lihat ia pergi ke arah timur" jawab Zidan


Disini Zidan semakin bingung bagaimana bisa Luna mempunyai kembaran , dan disini Zidan tau jika Rafi adalah rekan kerja tuannya. Tetapi Rafi tidak mengetahui jika laki laki itu asisten Saga.


Dari sini lah asisten Saga itu mulai curiga dan mencari tau siapa sebenernya sosok yang mirip dengan Luna itu.


Sedangkan Laras sedang dipinggir pantai sembari memenangkan dirinya , menurutnya keputusan Rafi itu mendadak ditambah hati nya tidak ingin pergi dari tempat ini


"Kenapa Mas Rafi membuat keputusan itu, dan kenapa pikiran ini selalu memikirkan laki laki itu" ucap Laras


"Siapa sebenernya aku , mengapa aku merasa jika ada sesuatu yang disembunyikan oleh Mas Rafi "


Kini Laras hendak mencari tahu siapa jati dirinya karena melihat tingkah Rafi yang semakin hari semakin aneh, ditambah lebih banyak peraturan yang harus dilakukan nya.


Sementara itu Zidan mengikuti kemana Rafi pergi ia yakin jika ada sesuatu yang aneh , perlahan lahan ia mengikuti Rafi hingga terhenti di suatu tempat.


"Kemana kamu Laras , jika sampai Saga melihat mu akan terjadi bahaya besar" ucap nya dengan raut wajah cemas


Perkataan yang dilontarkan Rafi terdengar oleh Zidan itu membuat nya terkejut, dan tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya itu.


"Kenapa Dia mengatakan hal itu, saya semakin yakin jika ada sesuatu rahasia yang besar" Ucap hati Zidan


Saat dirinya hendak melanjutkan mengikuti Rafi tiba tiba dari belakang ada seseorang yang menepuk bahu nya


Zidan berbalik badan dan terkejut


"Sedang apa kamu disini, saya mencari kamu sedari tadi" Kata Saga


"Ti,iidak Tuan tadi saya hanya ingin melihat lihat suasana disini"


"Kenapa wajah mu seperti orang panik"


"Tidak Tuan mana ada saya panik, oh ya Tuan mencari saya ada apa?"


Mencoba mengalihkan pertanyaan dari Saga itu, memang benar wajah nya terlihat panik ketika Saga datang.


"Saya ingin kamu pulang sekarang, ambilkan berkas penting dan bawa ke kantor"


"Baik Tuan"


"Tunggu" Panggil Saga


"Satu lagi beri tahu orang kantor jika esok saya akan pulang, persiapkan meeting untuk besok"


Zidan hanya mengiyakan ucapan Saga pikirannya masih tidak fokus dan memikirkan perkataan Rafi itu.


Ketika berjalan menuju mobil dirinya pun hanya terdiam, pandangannya terlihat sedang memikirkan sesuatu.


***

__ADS_1


Disisi lain tanpa sengaja Saga melintas dikawasan dimana Laras sedang bersedih.


Namun disini Saga belum melihat nya, ia sedang sibuk menerima telpon


"Halo iya besok saya akan pulang, dan setelah itu kita bisa bicara tentang ini" kata Saga


Saga menutup telpon saat hendak pergi ia tak sengaja melihat wanita itu.


"Sepertinya itu Laras, sedang apa dia disini sendiri" ucap Saga


Rasa penasaran nya membuat nya melangkah ke arah nya , Namun Laras tak mengetahui akan kedatangan Saga. Akan kah kali ini Saga akan tahu wajah Laras atau tidak?


Tinggal beberapa langkah lagi Saga sampai pada Laras.


Akhirnya langkah kaki nya sepertinya terdengar oleh Laras , laki laki itu sudah tepat berada dibelakang Laras.


"Tuan Saga kenapa disini?" tanya nya sambil menutupi wajah nya


"Seharusnya saya yang tanya kenapa kamu disini sendirian?" sahut Saga


"Tidak saya hanya mencari udara segar" kata nya


Laras tak berani menengok dia takut jika Saga melihatnya.


"Jika kamu sedang bersedih yakin lah akan ada jalan , dan satu lagi ikuti kata hati mu" mendengar ucapan itu Laras langsung terkejut, bagaimana Saga tau bagaimana kondisi nya saat ini.


Wah bijak sekali Saga padahal dirinya tidak pernah melihat hati nya , ia selalu mementingkan pikirannya. Itu dia lakukan semenjak kehilangan Aulia istri pertama nya.


"Saya pernah kehilangan seseorang yang istimewa, dari sejak itu saya tidak pernah melihat ke dalam hati saya" ucap nya


Di sana Saga malah bercerita tentang sedikit hidup nya. Cerita itu sama persis dengan apa yang dirasakan Laras saat ini, kehilangan jati diri nya sendiri.


"Tapi kenapa Tuan memberi saya nasehat seperti itu jika Tuan tidak percaya dengan hati sendiri" sahut nya


"Itu hanya nasehat, Mama saya yang mengatakannya dahulu"


Perasaan nya langsung merasa tenang dengan nasehat Saga, sungguh menyedihkan rumah tangga kalian. Bertemu, berbicara tapi tidak mengenal satu sama lain, kini mereka kembali seperti dua orang asing.


"Saya pergi dulu " ucap Saga


Walau dia egois, keras kepala, pemarah, dingin itu semua karena tidak ada hati dalam dirinya.


Hanya tersisa pikiran dalam dirinya, Namun sejak kedatangan Luna perlahan luka itu mulai pulih kembali. Namun kini mereka harus berpisah menjadi dua orang asing kembali.


Bersambung


nantikan Next episode!!


Akan kah Zidan berhasil menguak rahasia ini dan memberi tahu Saga akan ini semua atau permainan Amara akan sukses.


Jangan lupa like and komen nya semoga kalian suka alur nya

__ADS_1


__ADS_2