
mendengar pengakuan yang terucap langsung dari mulut Amara alias Luna palsu itu, membuat tekad Zidan untuk mencari keberadaan Nyonya Adhitama yang asli semakin kuat.
"Saya yakin yang dikatakan wanita itu adalah rekan kerja Tuan" ucap nya di dalam mobil itu
Ingatannya mulai merangkai sebuah puzzle, ia ingat pada saat di penginapan itu, ia melihat dua sosok Luna. Dan gerak gerik Rafi pun sangat mencurigakan.
"Saya harus kerumah Rafi untuk menyelidiki lebih lanjut"
Sebelum itu ia tidak ingin bertindak gegabah ia telah memikirkan beberapa rencana.
"Halo , saya ada tugas, kalian awasi kediaman Rafi saat ini, Alamatnya akan saya kirim" terlihat Zidan menelpon beberapa anak buah nya
walau sebagai Asisten, namun Zidan memiliki beberapa bawahan yang sangat handal.
***
Sedangkan Amara wanita licik itu sudah mulai panik, ia merasa jika dirinya tidak aman lagi
"Seharusnya saya cepat bertindak arrhggg" pekik nya dengan raut wajah yang memerah
Posisi nya benar benar tersudut bukti yang selama ini ia rahasiakan kini harus hilang entah kemana.
disisi lain Tuan Saga sedang duduk di ruangan kantornya mengerjakan sesuatu yang penting, tiba tiba teringat pada wanita yang ditolongnya waktu itu.
Seklebat bayangan wanita itu mulai mempengaruhi pikirannya, dan ini baru pertama terjadi pada dirinya merasakan sesuatu yang baru itu sangat lah berbeda dari sebelumnya
"Mengapa saya tiba tiba memikirkan wanita itu" tanya nya pada dirinya sendiri
"Laras,,,,siapa sebenernya dia" ucap nya
Seketika pesan itu tersapu oleh angin dan sampai di telinga nya.
Wanita yang duduk di kursi roda itu sekejap menengok kan kepalanya, mencari cari siapa sebenernya yang sedang memanggilnya. Apakah hanya firasat atau khayalan nya.
"Seperti ada yang memanggil ku" sahut nya
wah seperti telepati yang bagus , seperti angin yang membawakan pesan yang sangat cepat.
"Non ada apa" Tanya bibi yang tiba tiba datang , karena tak sengaja melihat Laras seperti orang kebingungan
"Bik saya merasa ada yang memanggil nama saya " pandangan nya mencari disetiap sudut, halaman itu matanya terus berputar untuk mencari siapakah dia.
"Non, mungkin ada seseorang yang sedang memanggil nama non Laras"
ucap bibi itu yang terdengar begitu nyaring ditelinga nya dan seketika hatinya yakin, jika memang ada seseorang yang sedang memikirkan nya.
***
Zidan yang telah mengerahkan anak buah nya kini tinggal menunggu kabar dan setelah itu ia baru bertindak.
__ADS_1
beberapa anak buah nya sudah mengintai rumah itu,
"Halo bagaimana situasi rumah itu" tanya laki laki berjas hitam itu yang sedang mengintai juga dari mobil nya.
"Bos sepertinya pemilik rumah akan pergi, apa rencana selanjutnya" tanya nya
"kamu berjaga jaga setelah dia keluar saya akan menyelinap masuk " jawab nya
Tak selang beberapa waktu kabar itu terdengar, mobil sedan hitam milik Rafi keluar dengan beberapa asistennya. Itu terlihat akan pergi cukup lama.
Mobil Zidan tepat berada di samping rumah nya , ia harus menyembunyikan wajahnya ketika mobil Rafi lewat.
"Ini saat yang tepat" ucap nya
Ia mulai beraksi dan menginstruksikan seluruh orang suruhannya untuk berjaga jaga ,serta mengalihkan perhatian penjaga rumah itu.
"kira kira yang mana kamar wanita itu" ujar nya sebelum ia memasuki halaman rumah itu.
***
Zidan yang sibuk dengan penyelidikan nya hingga melupakan tugas yang diberikan oleh Saga, Sedangkan Tuan nya sedang menunggu berkas penting itu.
"Sudah jam segini, kenapa belum sampai juga" ujar nya yang menunggu kedatangan Zidan
"Nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan" Saga berusaha menelpon nya, namun tidak ada jawaban atau respon apapun
Saga terlihat sangat kesal mengapa Zidan tak kunjung datang seharusnya ia telah sampai beberapa menit yang lalu.
Seketika ia ingat jika Saga telah menunggunya di kantor sesegera mungkin ia menghidupkan telepon nya dan memberi pesan singkat pada Saga.
"Tuan saya masih mengalami macet kemungkinan 20 menit lagi sampai"" ujar nya melalui pesan itu
( Drettttt.....drettttt) handphone Saga bergetar pesan yang Zidan kirimkan telah sampai dan dibaca oleh Saga
Tanpa berpikir Saga langsung menelpon nya itu membuat Zidan hampir saja ketauan karena nada telepon nya yang cukup keras.
"Tuan pake nelpon lagi" ujar nya yang dengan wajah panik
"Siapa disana?" Ujar salah satu penjaga dengan sangat keras ketika mendengar nada telepon itu
"Saya harus segera pergi dari disini " kata Zidan yang sudah takut jika dirinya ketahuan
Sambil pergi ia sambil mengangkat telpon Saga
"Halo Tuan"
"Dimana kamu sekarang" tanya Saga dengan nada suara kesal
"Dijalan Tuan maaf saya terkena macet"
__ADS_1
"Dijalan mana macet jam segini coba sharelock" ujar Saga yang membuat Zidan tak bisa berkata apapun lagi
"Tuan bentar lagi saya sampai sudah dulu ya" langsung menutup telepon nya
Sampai di mobil nya ia langsung menancap gas disaat nafas nya belum beraturan karena harus berlari menjauhi penjagaan itu.
"Halo kamu tetap awasi rumah itu, berikan kabar apapun yang kalian tau" ujar Zidan pada anak buah suruhannya
***
Disisi lain Luna palsu Alias Amara itu sudah mulai kebingungan, kehilangan akal akan hilang nya berkas itu,,,, ia kemudian berpikir untuk menghampiri Saga dikantornya.
Ia yakin jika Rafi juga pasti berada disana, sekalian ia menanyakan langkah selanjutnya yang harus diambil,,,toh juga selama ini Rafi telah melakukan segalanya untuk Amara.
ia langsung bergegas tanpa berpikir resiko yang akan didapatkan nya disisi lain Zidan juga sedang menuju kantor Saga,,,, Dan benar saja sesampainya di kantor ternyata Rafi sudah berada disana
"Tuan ini berkas,,," saat hendak melanjutkan ucapannya ia terkejut melihat Rafi yang telah datang di kantor Saga
"kenapa kamu terlihat seperti orang terkejut?" tanya Saga
"Tidak Tuan, maaf telah membuat Tuan menunggu lama" dengan terus memandang laki laki yang berada tepat didepannya itu
"bagaimana cara saya mencari tau jika memang Nyonya Luna yang asli berada dirumahnya" sembari meninggalkan ruangan Saga
Tanpa disengaja Zidan melihat kedatangan Luna di kantor itu,,,tanpa berpikir ia langsung mengikutinya
"Saya semakin yakin jika mereka berdua bekerja sama" ujar nya penuh keyakinan
Disaat Luna hendak ingin menelpon Rafi sekaligus mencari tau apakah dia masih di kantor ini,,, disaat yang sama ia mendengar suara dari pria yang dicarinya itu
wanita itu langsung mengurungkan niat nya dan pergi ke sumber suara, ia mengira jika Rafi hanya bersama asisten nya
"Mas Rafi saya,,,," betapa terkejutnya ia ternyata disana ada Saga suami nya sendiri,,, dahi nya mulai berkeringat padahal suhu di ruangan itu tidak panas
begitupun Rafi yang terkejut dengan kedatangan nya sekaligus panggilan yang dilontarkannya...
Mereka berdua dengan bersamaan menoleh ke arah sumber suara
"Habis saya kali ini " ujar nya
Saga langsung berdiri menghampiri Luna ,,,ia menarik kasar tangan Luna keluar dari ruangan itu
"Tuan sakit lepaskan tangan saya" sahut nya dengan nada suara rintih
Pria itu tak segan segan menyudutkan istrinya dengan kasar
"Mau apa kamu datang ke kantor saya" tanya nya dengan wajah sinis
"Tidak Tuan saya hanya ingin melihat kantor Tuan saja" sahut nya
__ADS_1
Disaat pembicaraan yang menegangkan itu tiba tiba tak sengaja Zidan memanggil Saga sepertinya ada keperluan yang sangat penting.
bersambung