
Jangan lupa vote ,like , and komen nya yuks jadikan favorit 🥀
"boss tugas kedua saya sudah laksanakan dengan baik" ucap seorang suruhan
"Baik kamu bilang hampir saja kamu ketahuan "
Ucap wanita yang tak terlihat wajah nya itu
"Maaf boss "
"rencana ketiga tunggu lampu hijau dari saya "
Disisi lain Luna sudah mulai pulih dapat berjalan, namun belum sepenuhnya membaik
"Tuan" panggil nya dengan lembut
"ada apa " ucap nya dengan suara datar
"Saya sudah buatkan sarapan dimeja "
hanya mendengarkan nya lalu pergi dari kamar itu ... disaat Luna keluar ternyata Saga memakan masakannya itu
"eh kakak ipar ku tersayang kenapa liatin kak Saga ayok ikut makan " ucap Tania
"engga usah " walau Luna menolak,namun Tania tetap memaksa dan mendorong kursi roda nya
"kak ini istri kakak pengen gabung buat makan"
Luna tersenyum malu
"Luna hari ini jadwal kamu check up " Kata mamah Zoya
"Iya mah nanti biar Luna sendiri ke dokter"
"kok sendiri Saga kamu temani Luna "
Tiba tiba Saga tersedak dan batuk
"uhuk uhuk "
"Saga mah? hari ini ...."
memotong pembicaraan
"sudah jangan ada penolakan cepat kamu antar istri kamu "
tak bisa menghindar dan membuat alasan lagi Saga terpaksa mengantar Luna kerumah sakit
diperjalanan mereka berdua hanya terdiam tak ada yang ingin mengatakan sesuatu
Saga hanya fokus menyetir
tiba saat Luna membuka suara nya
"MMM"
"ada apa lagi" tanya nya
"Tuan maaf jika saya merepotkan"
"bagus deh kalo sadar merepotkan"
Luna menengok mendengar kata kata itu
"Tapi Tuan"
"apa kamu tidak bisa diam setelah kecelakaan itu saya liat kamu banyak bicara"
Saga jadi tidak fokus untuk menyetir karena pertanyaan dari Luna itu
"eh Tuan awas ada kucing "
membanting stir dan mengerem mendadak sehingga membuat keduanya terkejut
"Bukk"
__ADS_1
"aww" Kepala Luna terbentur
Saga langsung panik
"kamu tidak apa apa sini saya liat coba " reflek Saga membuat Luna tersenyum
"Tuan khawatir ya " tanya nya yang sedang memperhatikan kepalanya itu ( sambil tersenyum)
"menurut kamu gimana ,,saya hanya menolong " sahut dengan wajah sinis
Luna hanya tersenyum senyum melihat perhatian Saga yang diam diam padanya
"satu hal yang harus kamu ingat, pernikahan ini hanya atas persetujuan mamah bukan saya"
deg rasanya seperti luka lama yang tergores walau sudah banyak Luna menolong Saga tetap saja hatinya sekeras batu
seketika senyum nya memudar perlahan mendengar ucapan itu
tak lama kemudian mereka melanjutkan perjalanan lagi lagi hanya terdiam ...
awalnya terlihat senyap , namun beberapa lama terdengar suara motor
sangat bising dan sepertinya mengikuti mobil Saga dan Luna mereka ugal ugalan.
Sampai menghadang mobil Saga
"Tuan mau kemana" tanya Luna
"saya akan keluar kamu tunggu disini"
kedua pemotor itu tertawa badannya tinggi besar
"mau apa kalian " tanya Saga
"kami?" sambil tertawa " hanya ingin main main saja "
Lantas mereka saling memukul Saga memang hebat selain tampan dan kaya dia juga pandai bela diri
ditengah perkelahian salah satu ponsel pemotor itu berdering
"sudah cukup main mainnya pergi cepat " ucap seseorang dari ponsel
"baik boss"
setelah berkelahi dengan Saga keduanya pergi.
Dari balik mobil Luna juga sedang menutup telpon, tetapi tidak tahu ia sedang berbicara dengan siapa
apakah Luna dalang nya? atau hanya kebetulan
Di rumah Saga si ratu licik plus sandiwara Tania, sehari saja tidak berbuat jahat sepertinya tangannya gatal
saat kondisi rumah sepi dia memanfaatkan situasi dengan masuk ke kamar Luna dan Saga.
Demi mencari tahu kenapa Luna bisa berubah seperti itu
"saya yakin ada sesuatu yang aneh dengan cewek kampung itu "
mulai mencari kesana kemari dilemari hingga meja rias, bawah bantal , tempat tidur hingga guci
"ahh ga mungkin tidak ada petunjuk "
tanpa sengaja kaki nya menyenggol sebuah pot bunga yang menurutnya sangat aneh
ia mulai membongkar nya dan benar dibawah tanah ada sepucuk surat
"surat apa ini " ucap nya
ia lantas membaca nya
" rumah sakit ini kan yang waktu itu melakukan operasi perbaikan cewek itu"gumam nya
ia melihat lebih teliti jika ini berkas berkas perbaikan wajah,
"saatnya beres beres kamar Tuan" ucap bibih terdengar dari luar
__ADS_1
Sontak Tania panik seketika, dan langsung mengumpat di balik pintu
"oh iya bibi lupa matiin kompor " kembali ke dapur
"huh untung saja saya harus pergi dari sini "
Dirumah sakit Luna dinyatakan kondisinya sudah stabil dan bisa berjalan kembali tentu itu berita yang bagus
"baik Bu Luna jika ada keluhan bisa datang atau hubungi saya "
"kalian pasangan suami istri kan?" tanya dokter itu karena selama pemeriksaan Saga seperti tidak peduli
"Iya" Ucap Luna
"tidak " ucap Saga ( bersamaan)
dokter kaget mendengar kedua jawaban itu kenapa bisa berbeda , namun menjawab nya bersamaan
"maksut saya dokter tidak salah iya dia istri saya " kata Saga dengan senyuman yang terpaksa
mereka berdua lantas pulang mendengar ucapan Saga yang tidak mengakui nya.. membuat Luna hanya diam membuang muka
Setiba dirumah mereka disambut oleh Tania yang sudah menunggunya
"Tania kenapa " tanya Saga
melemparkan berkas itu ke wajah Luna
"Luna terkejut"
"Apa ini " tanya Luna
"kedok kamu sudah terbongkar ,, dia bukan Luna kak hanya pura pura saja "
Langsung berbicara
"Maksut kamu apa saya Luna "
"lalu ini apa, ada dua berkas dari rumah sakit yang sama dan foto itu pun liat saja"
Saga bingung ada apa sebenernya ketika situasi memanas Mamah Zoya datang dari butik nya
"Ada apa ini " tanya nya
"ini mah dia bukan Luna ,,,dia itu Amara perempuan licik itu "
"Tania kamu ngomong apa "
Tentu Mamah Zoya tidak percaya , lalu ia mengambil berkas itu dan memang benar itu rumah sakit yang sama
"apa Maksut ini " tanya Mamah Zoya ke Luna
"Mah , kalian bisa liat sendiri disini ada nama dan foto siapa yang melakukan operasi wajah itu " ucap Luna
Mamah Zoya melihat nya , dan wow benar Saja nama dan foto itu bukan milik Luna
"Kamu liat ini " memberinya pada Tania
"Kak , Mah tapi tadi aku ga bohong tadi foto dia dan Amara dan nama nya pun dia "
Bagi Tania itu tidak mungkin terjadi semua seperti sulap bagi nya
"kakak engga suka kamu nuduh orang sembarangan " ucap Saga
Tania semakin terpojok kepercayaan nya dirumah itu sedikit demi sedikit memudar
"Tania Mamah tidak pernah mengajarkan kamu untuk menuduh kakak ipar kamu seperti itu "
"Tapi mah ....dengerin Tania dulu "
Saga dan mamah Zoya meninggalkan Tania,,dan ia hanya melihat bagaimana itu bisa berubah
setelah semua meninggalkan nya,, Luna berkata
"Saya satu langkah didepan kamu ingat itu " dengan berbisik dan wajah sinis
__ADS_1
Sampai sini dulu ya jangan lupa komentarnya dong buat episode hari ini