Istri Pengganti Tuan Saga

Istri Pengganti Tuan Saga
Tiga Puluh Satu


__ADS_3

Jangan lupa like, vote and komen nya yuks jadikan favorit 🥀


"Tidak saya tadi mendengar suara handphone berdering "


Saga gelagapan menjawab Luna, Luna pun kaget dengan perilaku Saga padanya


"Tapi Tuan tidak..."


"Saya juga tak sudi dan tidak akan melakukan aneh aneh padamu"


Luna merasa lega dengan apa yang dikatakan Saga , setelah suami nya pergi ia memeriksa HP nya


"Kenapa Rafi tumben telpon saya apa ada yang penting "


Luna kemudian menelpon kembali Rafi


 ----------------------------------------------------


Namun Luna tidak tahu jika Rafi sedang menjaga Laras


"Semoga non Laras cepat sembuh " ucap bibik


Tiba tiba dari ruang keluarga terdengar suara HP


"Suara hp siapa itu"


bibik mencari ke sumber suara dan menemukan hp Tuan Rafi


"Ini handphone Tuan saya angkat atau saya berikan ke Tuan"


Bibik terpaksa mengangkat telpon itu, karena sepertinya sangat penting


"Hallo " ucap nya


Luna merasa asing dengan suara itu


"Maaf ini siapa " tanya Luna


"Tuan sedang menjaga non Laras "


Mendengar pengakuan itu timbul pertanyaan ada apa dengan Laras kembali.


Tak lama kemudian Rafi mengambil handphone itu dari tangan bibik.


"Hallo Luna "


"Ada berita apa sampai menelpon saya" ucap Luna


Rafi mengurungkan niatnya untuk memberi kabar mengenai Laras


"Tidak saya hanya ingin bertanya apa langkah selanjutnya"


"Tapi saya dengar kamu sedang menjaga wanita itu "


Rafi menoleh ke pada bibik mengisyaratkan mengapa dirinya memberi tahu soal Laras.


Rafi menutup telepon nya


"Bik lain kali jangan pernah lancang menyentuh handphone saya"


"Maaf Tuan saya tidak ingin menggangu Tuan"


"Satu lagi jangan pernah cerita apapun mengenai Laras pada siapapun" ucap Rafi


"Baik Tuan "


 


 


Akhirnya Mamah Zoya dan Tania tiba dirumah


"Mah Tania lelah sekali "


"Istirahat aja sayang terimakasih sudah menemani Mama"


Saat yang tepat dimana Tania akan melanjutkan melihat data data rumah sakit yang telah dibawa nya.


ia cepat cepat menutup pintu dan dan gorden nya lalu segera mengeluarkan berkas berkas itu.

__ADS_1


"Kali ini harus menemukan bukti , saya yakin ada yang aneh disini "


membuka lembaran selanjutnya, membaca nya satu persatu awalnya tak menemukan apapun , namun lembaran berikutnya ada dua foto wajah yang buram.


"Foto siapa ini , kenapa harus buram "


"Kalo memang operasi perbaikan wajah seharusnya hanya ada satu foto , lalu ini"


mulai menemukan titik terang


"Wajah ini tidak asing, tapi saya pernah liat dimana ?"


 --------------------------------------------------


Luna memasuki penginapan itu dan melihat kamar nya , disitu ternyata ada Saga yang sedang duduk memainkan laptop nya.


Luna merapikan tas nya ,


"Mau kemana kamu " tanya Saga


"Tapi ini kamar Tuan "


Saga berdiri dan mendekatinya sambil mengatakan


"Ini penginapan dan seluruh kamar disini sudah penuh kamu ingin tidur dimana" tanya nya


"Tapi apa kita akan tidur sekamar?" ucap wanita itu


"Iya memang kenapa saya tidak akan berbuat macam macam "


"Baik lah Tuan"


"Tuan "


"apa lagi "


"Saya ingin melihat pemandangan diluar sebentar"


"Ini bukan rumah saya jadi kamu tidak perlu izin atau memberi tahu saya"


Luna pergi keluar niat nya bukan untuk melihat pemandangan, namun untuk melanjutkan rencana nya


Setiba diluar Luna menjauh dan mencari tempat yang aman , ia terlihat sedang menelpon seseorang


"Begini bos saya tadi kerumah sakit, dan suster bilang berkas itu sudah tidak ada"


"Apa bagaimana bisa " dengan nada suara tinggi


"Saya sepertinya sudah kalah telat bos "


"Cepat kamu cari tau siapa yang mengambil berkas itu cepat"


honeymoon pertama nya dibuat menjadi sebuah kecemasan, berkas penting itu kunci rahasia Luna telah diambil.


"Kurang ajar siapa yang berani mengambil berkas itu " sambil menggenggam kedua tangannya


"Halo cepat kamu temui saya di belakang penginapan pinggir pantai "


Luna palsu itu bukan sembarang orang ia memiliki banyak mata mata detektif, sekaligus pengacara handal disetiap langkahnya.


"Ada perintah apa bos besar"


Dua orang suruhan Luna datang itu adalah orang khusus pribadi dari Luna palsu itu.


"Jon ,Aldo kamu selidiki orang yang berani mencampuri urusan saya, cari dia sampai ke ujung dunia"


"Baik Bos besar"


"Saya tidak akan mengampuni orang itu" dengan wajah amarah , licik dan kesalnya


Luna pergi dari tempat itu memasuki tempat penginapan nya.


 


Sementara disisi lain Rafi terus saja menemani Laras hingga ia tersadar.


"Saya tidak tau mengapa saya selalu ingin melindungi mu " ucap Rafi dalam hatinya sambil memandangi wajah polos Laras


Mata Laras mulai terbuka perlahan seperti nya ia sudah siuman, Rafi langsung berdiri sedikit menjauhi Laras

__ADS_1


"bagaimana kondisi mu " Tanya Rafi


Laras hanya mengedipkan mata nya menoleh kesana kemari, sebelum pandangan nya tertuju pada Rafi


"Saya tidak apa apa Mas"


"Sudah kamu tidur saja , saya akan mengambilkan kamu makan "


baru saja selangkah , bibik sudah datang membawa makanan itu.


"Tuan Rafi tidak perlu repot repot bibik sudah bawakan "


"Terimakasih bik biar saya saja "


"Tuan Rafi dan non Laras terlihat sangat serasi sepertinya Tuan menyayangi non Laras " ucap bibik dalam hati kecil nya.


Rafi duduk disebelah Laras , mereka merasa agak canggung mungkin karena belum terbiasa.


"Mas biar saya saja "


"Laras kamu baru saja sadar, biar saya bantu kamu untuk makan"


Laras tak bisa menolaknya, karena memang kondisinya tidak memungkinkan.


Rafi mulai menyendok kan sedikit bubur itu dan menyuapinya pada Laras


Laras menerima nya dengan sangat baik , perhatian Rafi memang sungguh tak ternilai


Sehingga membuat Laras tersedak


"Uhuk uhuk "


"ini ini minum dulu pelan pelan kalo makan "


memberi Luna minum


"Mas Rafi kenapa baik sekali pada ku " tanya Laras


"Kita sesama manusia harus saling menolong dan berbuat kebaikan"


Namun Laras merasakan bukan itu tujuan Rafi baik padanya.


"Saya juga tidak tau mengapa saya ingin selalu kamu aman " Ucap Rafi dalam hatinya


Luna palsu membenci keluarga Adhitama, namun kedekatannya dengan Saga terus menerus apa akan mampu merubah tujuan awal nya.


Sedangkan Saga tak tau jika yang bersama nya selama ini adalah Luna palsu yang sebenarnya adalah Amara.


Luna masuk ke kamar dengan wajah kesal dan marah, aura itu membuat Saga merasa aneh


"Kenapa wajah mu seperti itu"


"Hmm tidak Tuan hanya sedikit kepanasan"


"Panas? ini AC sudah besar masih panas?" Sahut Saga yang menjebak pengakuan Luna


"Kamu ingin makan apa "


"Ha apa Tuan"


"Saya tidak perlu mengulang kata " ucap Saga dengan tegas dan arogan


"Apa saja Tuan "


Saga menghampiri Luna dan menarik tangannya keluar dari kamar


"Tuan kita mau kemana"


Saga tak menjawab ucapan nya itu, Tak lama kemudian dia membawa Luna keluar dari penginapan. Ternyata dia mengajak nya di tepi pantai sambil melihat sunset yang indah


"Dulu saya jika sedang ada masalah sering sendiri, dan yang paling saya suka melihat sunset di tepi pantai" Ucap Saga dengan pandangan ke arah pantai


"Saya baru tau jika Tuan bisa menyendiri"


Saga langsung menoleh dengan ucapannya


"Saya manusia jadi saya bisa menyendiri, kamu kira saya robot"


bersambung

__ADS_1


sampai sini dulu ya episode kali ini semoga menghibur kalian, yuks like and komennya untuk mendukung karya ini Thanks


Tinggalkan jejak dengan like and komen 🥀


__ADS_2