Istri Pengganti Tuan Saga

Istri Pengganti Tuan Saga
Tiga Puluh delapan


__ADS_3

Jangan lupa like, vote and komen nya yuks jadikan favorit


setelah pertanyaan yang dilontarkan Saga Rafi langsung cepat membawa Laras pergi , ia takut jika tiba tiba Luna datang. Ia tau jika Luna hanya berpura pura sakit.


"Tuan Apa kami boleh kembali ke kamar, karena Laras masih dalam kondisi pemulihan" Ucap Rafi


"Ohhh silahkan, terimakasih sudah meluangkan waktunya" sambil berdiri dan berjabat tangan


Rafi segera membawa nya pergi, Namun saat hendak pergi Saga memanggil Laras


"Hmm Nyonya Laras" panggil nya


Itu membuat Laras merasa kan sesuatu yang nyaman dalam hati nya.


"Mungkin lain kali bisa bertemu istri saya" ucap Saga


"Iya Tuan"


Rafi yang mendengar hal itu Seperti tidak menyukai jika Laras dekat dengan Saga, padahal ia tau jika Laras adalah Luna yang asli istri sah Saga.


Setelah dinner itu Laras masih teringat dengan sentuhan tangan itu, dikamar nya ia melihat ke arah jendela dan memandangi bulan. Dan memegang tangannya bekas bersalaman dengan Saga tadi.


"Ada apa sebenarnya, mengapa hati ini merasakan sesuatu yang aneh dan aku terus memikirkan nya " ucap Laras sambil memegang i tangannya


Disaat itu pula Saga sedang berada diluar untuk menikmati suasana malam, dibawah langit malam ditemani sang rembulan dan tentu nya angin malam yang menyentuh kulit.


Saga sedang terdiam melihat indah nya malam itu tanpa sengaja pikirannya memikirkan wanita itu.


"Sentuhan tangannya seperti tidak asing , sebenernya siapa dia kenapa wajah nya harus tertutup" ucap Saga


Mereka berdua memandangi bulan yang sama , namun di tempat yang berbeda walau berdekatan, tetapi tidak saling mengenal.


Malam itu juga Laras ingin pergi keluar, karena hati nya merasa tidak tenang entah mengapa


"Nyonya hendak kemana?" tanya dua bodyguard itu


"Saya ingin keluar , bosan dikamar" sahut Laras


"Tapi kata Tuan Rafi nyonya dikamar saja"


"Saya bosan jadi tolong biarkan pergi, nanti biar saya yang izin ke Mas Rafi "


Laras pergi keluar sendirian, tanpa pengawasan bibi atau bodyguard nya tetapi ia tetap memakai topi, walau tak memakai masker.


Sampai diluar Laras merasakan kenyamanan karena suasana yang sejuk, ditambah paparan sinar rembulan yang indah.


Sementara itu Rafi menuju kamar Laras dan ingin membicarakan sesuatu.


"Laras ada didalam?" tanya Rafi


"Maaf Tuan nyonya Laras tadi keluar, katanya bosan dikamar"


mendengar pengakuan itu membuat Rafi terkejut.


"Kenapa kalian izinkan" ucap nya dengan raut wajah cemas

__ADS_1


"Maaf Tuan"


Setelah itu Rafi mencari Laras dengan terburu buru dia takut jika Luna bertemu dengan Laras.


Ketakutan itu akan menjadi kenyataan dan benar saja , Luna berjalan keluar dan ingin menyusul Saga. Sedangkan Laras dengan kursi rodanya sedang berusaha mencapai posisi yang tepat.


"Kemana Tuan Saga , malam malam begini" ucap nya sambil menengok kesana kemari mencari Saga


"Itu Tuan " menghampirinya


Karena Saga sedang memikirkan sesuatu jadi ia terkejut dengan kedatangan Luna.


"Tuan" panggil nya


"Ngapain kamu kesini?" ucap Saga dengan sinis


"Seharusnya saya yang bertanya kenapa Tuan disini, ini sudah malam" sahut nya


"Saya ingin menikmati suasana malam"


"Bagaimana jika saya pesankan teh hangat Tuan"


Saga hanya terdiam tidak menjawab tawaran dari Luna , namun dia tetap memesankan teh untuk Saga.


Luna pergi mengambil teh ke dalam , sedangkan Rafi sibuk mencari keberadaan Laras.


"Dimana kamu Laras , jangan sampai Luna melihat mu" kecemasan nya sangat terlihat dari wajah nya


Saat Rafi membalikkan badannya ia melihat Luna sedang mengambil secangkir teh. Rafi langsung bersembunyi


"Gawat Luna disini " ucap Rafi


Luna sangat bersemangat membawa secangkir teh itu dan cemilan nya , kebiasaan nya berdekatan dengan Saga membuatnya lupa akan misi awalnnya .


Luna berjalan dengan terburu buru saking tidak sabar nya ia tak melihat disekitarnya ada orang atau tidak, hampir saja ia menabrak karyawan disana.


Untuk pertama kali nya dia lolos , namun saat mencoba menghindar dari karyawan itu ia malah menabrak seorang wanita yang ada di kursi roda. Sehingga membuat teh itu jatuh pada wanita itu


"Awww" ucap wanita itu dan itu tidak lain adalah Laras


Ini pertemuan kali pertama mereka, untung saja Laras memakai penutup kepala itu.


"sorry saya tidak sengaja " ucap Luna ia segera mengambil tisu ke dalam untung teh itu hangat dan tidak panas.


Mendengar ada sesuatu yang terjadi Saga menghampirinya dan melihat apa yang sedang terjadi.


Luna lantas memberikan wanita itu tisu untuk membersihkan tumpahan teh itu


"Sorry sekali lagi saya tidak melihat"


"Ada apa ini?" ucap Saga


"Ini Tuan tadi saya tidak melihat jika ada wanita ini"


Reflek Saga mengambil tisu itu dari tangan Laras dan membantu membersihkan nya

__ADS_1


"Sini saya bantu, apakah panas di tangan anda"


Saga mengelap tangan Laras yang terkena tumpahan teh itu


Laras yang hanya terdiam tak sengaja melihat wajah Saga. perasaan yang sama itu terjadi lagi dan bayangan itu kembali muncul.


"Siapa dia kenapa setiap kali aku melihatnya selalu muncul bayangan aneh"


"Sudah saya tidak apa apa" ucap Laras


Saga baru menyadari jika wanita itu adalah wanita yang sama yang diajak nya dinner waktu itu.


"Kamu bukannya Laras " ucap Saga


"Iya, Saya Laras maaf anda siapa ya"


"Saya Saga yang tadi dinner waktu itu"


Laras baru ingat, maklum saja dinner waktu itu dia hanya sibuk menunduk menutupi wajah nya


"Maaf Tuan Saya tidak memperhatikan wajah Tuan waktu itu"


"Tidak apa apa, oh iya kenalin ini istri saya Luna " ucap Saga memperkenalkan Luna pada Laras


Saat hendak menjawab kenalan itu tiba tiba dua bodyguard Rafi datang menghampiri Laras


"Nyonya Laras " panggil nya


"Tuan kata nyonya harus kembali ke kamar , ini sudah larut malam"


"Baik kalo begitu saya duluan, soal kejadian itu sudah tidak apa apa" ucap Laras


Setelah itu mereka membawa Laras kembali ke kamar nya , namun lagi dan lagi Laras merasakan sesuatu dihati nya wajah itu seperti pernah ia lihat sebelumnya.


Saat sampai pada Rafi ia reflek memeluk Laras


"Laras " ucap nya dengan tiba tiba memeluk nya , itu membuat Laras terkejut dengan perilaku Rafi.


"Mas Rafi kenapa" tanya nya


"Maaf Laras saya hanya khawatir dengan kamu"


"Okeyy saya baik baik saja Mas"


Sikap Rafi itu membuat dirinya menjadi agak canggung dengan Laras , sepertinya ia tidak akan merelakan wanita itu kembali pada Saga


Mungkin Rafi telah jatuh hati pada Laras, akan kah Rafi merelakan Laras jika suatu hari nanti ingatan nya kembali.


Sementara Luna palsu pun sepertinya melupakan misi nya, dan lebih mementingkan perasaannya pada Saga


Atau dia hanya berpura pura mulai menyayangi Saga saja agar misi nya semakin lancar kedepannya


Ikuti terus kisah nya ya


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like and komen nya thanks yang sudah ikuti alur nya sampai disini


tunggu next episode semakin seru dengan Saga, Laras , Luna dan Rafi


__ADS_2