
"hallo Mah"
"iya ada apa sayang" ucap Mamah Zoya
"Tuan Saga ada dirumah tidak?" Tanya nya
"Saga dikantornya sayang ada apa "
Luna langsung menutup telpon nya dan segera pergi ke kantor Saga , ditengah perjalanan
"pak pak berhenti" sambil memukul pundak tukang ojek itu
Luna turun dari motor ia melihat ada mobil terparkir sembarangan dijalan
"itu ( sambil berpikir ) seperti mobil Tuan Saga "
"iya aku yakin itu mobil Tuan tapi kenapa ada ditempat seperti ini"
Luna lantas menghampiri nya dan melihat kondisi sekitar, ia melihat kedalam kaca ada Zidan yang sedang tergeletak pingsan
Luna mengetuk pintu kaca mobil sembari memanggil Zidan
"Zidan Zidan " panggil nya
"aku harus gimana " bingung dan berpikir
saat Luna sedang berpikir Zidan mulai tersadar
memegang kepala nya menoleh ke belakang
"Tuan " bingung
"Zidan" panggil Luna
"Nyonya disini " sambil memegang kepala nya
"Tuan Saga dimana?" tanya nya dengan wajah panik
Zidan lalu bercerita semuanya pada Luna mengenai Saga
"Jadi Tuan diculik" kaget nya Luna dan merasa khawatir
"nyonya mau kemana"
"Zidan kamu bawa Mamah dan polisi ke tempat yang aku kirim kan nanti cepat "
Luna segera pergi bergegas ke tempat awal , dia yakin bahwa itu adalah Saga
"Tuan semoga Tuan selamat " ucap nya sambil merasa cemas
Zidan pulang kerumah dan memberi tahu orang rumah jika Saga menghilang , namun disana Aulia tidak terlihat sama sekali
"Apa bagaimana itu bisa terjadi " ucap mamah Zoya
"Luna memberi tahu kita harus menelpon polisi dan tunggu kabar selanjutnya"
Disisi lain Saga sudah mulai tersadar, namun mata nya masih tertutup
"Dimana Saya "
ada sekelompok penculik itu yang tertawa
"siapa kamu " tanya Saga
"Sudah kamu diam saja atau kami akan menyakiti kamu "
Namun Saga memberontak keras sehingga terpaksa penculik itu memukul Saga berkali kali dan Saga langsung lemas tak berdaya
Luna sampai dilokasi ia masuk mengintip di jendela
"Dimana penculik itu tadi "
terdengar suara mobil dan langkah kaki datang
Luna langsung mengumpat
keluar wanita berpakaian hitam dan memakai topi serta kacamata
__ADS_1
"Siapa dia apa dia boss mereka " ucap Luna
"boss saya sudah lakukan sesuai perintah boss"
"bagus sebagain kalian jaga diluar sebagian ikut saya"
"bagaimana cara saya bisa masuk "
Luna memiliki ide dia mengalihkan perhatian preman itu setelah itu ia masuk ke dalam rumah itu
terdengar suara tepuk tangan
( Namun Saga sungguh lemas "
wanita itu memegang dasi Saga
"Saga Saga kamu sudah tak berdaya, " ucap wanita itu
"si...siapa kamu apa mau kamu" ucap nya dengan Suara seadanya
wanita itu tertawa " udah jangan bicara sayang ku nanti tenaga nya habis "
Saga seperti mengenali suara nya dengan panggilan sayang itu
"Sayang?...Tidak mungkin "
"Aku tau pikiran mu dan itu benar, cepat buka penutup mata nya " perintah wanita itu
Saga mulai membuka perlahan mata nya betapa terkejutnya dia ternyata itu Aulia istri nya sendiri
"Kenapa kamu kaget?" tanya nya
"kamu istri saya kenapa kamu melakukan ini "
Wanita itu tertawa
"Saga Saga bodoh nya kamu , saya bukan istri kamu saya hanya memanfaatkan keadaan kamu " dengan senyum licik nya
Jangan lupa disini Luna menguping pembicaraan mereka dan sudah menyangka dari awal jika Aulia itu jahat
"kurang ajar kamu" sambil berdiri hendak menghampiri wanita itu , namun para anak buah nya telah menghadang Saga
"apa kamu bisa apa tak satu pun keluarga mu tau dimana kamu "
"lepaskan saya" ucap Saga
"siksa dia pukul hingga mengemis untuk hidup nya "
para preman itu memukuli Saga sehingga keluar darah dari hidung , Saga tergeletak lemas
dan bodoh nya Luna ia malah berteriak dan keluar dari persembunyiannya
"Hentikan "
semua menoleh ke Arah Luna
"eh cewek kampung ini datang, jadi saya tak perlu repot repot untuk menculik nya "
Luna berlari ke arah Saga , namun wanita itu menghentikan nya , ia memegang tangan Luna dengan erat
"lepaskan saya ingin menolong Tuan " ucap nya dengan lirih
"he denger kamu " sambil memegang wajah Luna
"Saya ingin membalaskan apa yang kamu perbuat dengan saya "
Wanita itu memberi kode para salah satu preman untuk memegang Luna
" sepertinya jika saya siksa Saga akan lebih seru"
"tidak saya mohon siksa saya aja jangan Tuan " sambil memohon memegang kaki wanita itu
"baik saya siksa kamu dengan tangan saya sendiri, ikat tangan dia "
Luna dan Saga diikat dengan posisi tangan menggantung ke atas
Luna terus saja mencoba membangunkan Saga yang lemas tak berdaya
__ADS_1
dirumah Zidan menunggu kabar Luna namun tak kunjung tiba
"begini pak bagaimana jika kita mulai mencari " ucap polisi
"iya benar Zidan saya khawatir dengan Saga "
"baik lah mari "
mereka semua bergegas mencari Saga, namun bingung ingin ke arah mana jalan satu satu nya itu menelpon Luna
"Tuan bangun Tuan" panggil nya tak lama kemudian hp Luna berdering
",sebentar itu telpon siapa" tanya wanita itu
"bukan saya boss" menghentikan pembicaraan wanita itu pergi ke arah Luna dan mengambil telpon nya
"Zidan" nama panggilan itu ...
"jangan.... kembalikan ponsel saya" sambil berteriak
"nih ambil" sambil menjatuhkan ponsel itu tanpa disadari ternyata , panggilan itu masuk
"Pak terdengar suara "
Mamah Zoya, Zidan dan pak polisi mendengarkan pembicaraan itu
"siksa dia" perintah wanita itu
"jangan pukul Tuan saya mohon jangan " sambil menangis tak berdaya
wanita itu hanya tertawa bahagia melihat pemandangan itu
"lepaskan wanita itu , biar saya yang beres kan "
Luna dibawa menjauh dari Saga, dalam kondisi lemah Saga memanggil Luna
"Lu..u..u..na, lepaskan dia" untuk pertama kalinya Saga memanggil nya dengan nama nya
wanita itu menjambak rambut Luna dan mendorong nya hingga membentur meja
"dug..bunyi benturan itu "
Saga berteriak
"Luna , lepaskan dia yang kamu inginkan Saya bukan Luna "
Luna memegang kepalanya yang terluka mengeluarkan sejumlah darah
"baik kita akhiri saja sebaiknya permainan ini "
Dengan isyarat tangan seorang preman siap mengarahkan pistol dan menembakkan peluru ke arah Saga
"Tuan,,, saya mohon jangan tembak Tuan"
Wanita itu terus membangunkan Luna dengan menjambak rambut nya
"awww" dengan memegang rambut nya
"Luna setelah saya tiada kamu harus pergi " ucap Saga
preman itu sudah siap menembakkan pistol dengan arahan dari wanita licik itu
jari tangannya menghitung angka
1... " lepaskan saya " Disitu Luna dipegang oleh wanita itu
2.... siap menarik pistol
disela sela hitungan ke tiga Luna mengigit tangan Wanita itu dan pergi berlari memeluk Saga
3...( Dor )
peluru menancap entah Luna atau Saga yang terkena
disitu Polisi dan yang lain datang
Luna😠semoga kamu tidak apa apa
__ADS_1